
ποΈποΈποΈποΈ
pagi menjelang sisa waktu mereka tinggal 4 hari lagi dari pagi mereka sibuk dengan peralatan yang akan mereka bawa ke air terjun,perbekalan juga sudah ibu dan nenek siapkan dan sekarang mereka tengah berada di gudang untuk mengambil pusaka yang akan di bawa ke air terjun nenek memberikan kain panjang yang diikat dan sepertinya itu tongkat pikir Echa
." bawa ini bersama kalian, hati-hatilah di jalan jangan sampai ada yang merampas pusaka ini dari kalian jika urusan sudah selesai kalian kembali dengan cepat...!! mengingatkan
." baik nek kami pergi dulu,doakan kami agar berhasil dan selamat...!!! nenek mengangguk
mereka pergi setalah berpamitan,di sepanjang jalan banyak warga yang menyapa ada juga yang memperhatikan mereka,Erik sibuk dengan kameranya memotret keindahan desa juga sekitaran dia selalu tertinggal di belakang tapi Excel selalu menunggunya ,El sudah hafal jalan ke air terjun jadi jika mereka tertinggal mereka bisa menyusul atau pulang karena Echa tak memaksa mereka untuk ikut
Alex dan Echa sudah hampir di pertengahan jalan mereka beristirahat sambil menunggu El dan Erik
." teman mu menyusahkan banyak waktu yang terbuang..!!ucap Echa pada Alex
."dia memang begitu .maklumi saja aku akan mengirimkan pesan agar mereka pulang saja aku juga lelah jika menunggu...!! Echa mengangguk ,untung sinyal di tempat mereka istrahat masih terbilang bagus jika sudah hampir sampai ke tempat tujuan tidak ada sinyal sama sekali
setelah mengirimkan pesan dan istrahat sudah cukup mereka kembali melanjutkan perjalanan sementara itu El yang mendapat pesan hanya bisa menghela nafas sambil melihat pada Erik yang sibuk memotret
." kak kita kembali saja mereka sudah jauh..!! ucap El menghampiri Erik
." wah mereka cepat sekali,apa kau tak hafal jalan, kita susul saja..!! menaruh kamera dalam tas
." kak Al bilang kita pulang saja jika menyusul nanti dia murka karena kita lamban..!!ucap El
." maaf ini salah ku karena keasikan memotret..!! Erik merasa ia hanya menghambat mereka saja
." tak apa kak,lagi pula aku harus istirahat karna nanti harus membawa mobil,kita kembali saja..!! Erik hanya mengangguk lalu mengikuti El turun kembali
El dan Erik sampai di rumah membuat nenek juga ibu heran dan El langsung menjelaskan dan nenek hanya tertawa,Erik melihat interaksi El dan juga nenek yang sangat akrab ia bersyukur kedua sahabatnya itu menemukan keluarga yang tepat walau pun mereka sudah tak lengkap seperti dulu saat ayah dan ibu masih hidup El akan bermanja-manja jika di dekat nenek dan ibu dan itu sudah hal yang biasa untuk nenek
." kenapa Rania tidak di ajak..?? tanya nenek
." dia mengurus kantor bersama Airin ..!!! jawab El
__ADS_1
." Airin yang waktu itu yang pernah kau bilang perempuan yang Alex cinta..?? El mengangguk
." ya tapi kak Al belum mengutarakan dia terlalu lambat..!! Erik hanya tersenyum mendengar El mengeluh tentang kakaknya
." biarkan mereka melalui waktu mereka ..!! El mengangguk
Erik dan El pergi ke kamar untuk tidur sementara itu nenek dan ibu menyiapkan makanan untuk mereka nanti
di sisi lain tepatnya di air terjun Alex dan Echa baru saja sampai Alex duduk di dekat adiknya yang hendak memanggil eyang butuh waktu memang entah kenapa
." bisa..?? Echa hanya mengangkat bahu lalu beralih duduk di samping Al
." kita makan saja dulu mungkin aku kurang tenaga saat memanggil jadi tak datang..!! As l mengusap kepala sambil tersenyum
saat mereka sedang makan dan hampir habis tiba-tiba angin berhembus kencang kabut asap muncullah dua ekor macan putih dari semak-semak hanya Echa yang bisa melihat sedang kan Al sibuk dengan kabut,Echa berbicara pada Al untuk menunggu karna Eyangnya sudah ada di sana
ia mengucapkan salam pada eyang juga sosok di sebelahnya mereka berubah dan yang membuat Echa sedikit terkejut lelaki di samping Eyangnya sedikit mirip dengan Mahendra
Echa mengambil benda tersebut yang di pegang Alex dan membawanya ke hadapan eyang
." sebenarnya apa itu ..?? Eyang membuka bungkusan itu dan benda tersebut bersinar bahkan sinar yang terpancar dari benda tersebut bisa terlihat dari sudut manapun termasuk warga desa,Alex juga menutup mata saat sinar itu muncul begitu juga Echa
." ini tombak bambu emas yang akan menolong mu melawan siluman itu dan satu lagi kau harus mempelajari " Ajian Serat Jiwa " yang akan memudahkan masalah nanti,Ajian ini ada beberapa tingkatan dan aku akan mengajarkan tingkat 4.7.9 dan 10 aku yakin kau bisa menguasainya sementara tingkatan itu yang kau butuhkan...!!! terang Eyang
." kenapa ajian itu memiliki tingkat apa mereka berbeda fungsi atau kegunaan..?? eyang mengangguk dan kakek Mahendra yang menjelaskan
." ajian tingkat 4 : Ajian serat gulung jagat berfungsi untuk memporak-porandakan pertahanan barisan musuh mu jika mereka melawan secara bersamaan
* ajian tingkat 7 : ajian tapak Saketi berfungsi sebagai pukulan jarak jauh yang berupa tapak api yang sangat berbahaya jika terkena musuh
* ajian tingkat 9 : Ajian gelang-gelang berfungsi untuk membuat pagaran yang dapan menjadi perisai dan pukulan yang berupa gelang api yang berkobar
* Ajian tingkat 10 : Ajian serat netra darma berfungsi untuk menyerap kekuatan lawan juga kesaktiannya
__ADS_1
semua dapat kau lakukan secara bertahap dan untuk memusnahkan siluman itu kau tancapkan tombak itu pada jantung nya,tapi kau harus berhati-hati karena siluman itu licik dan dia juga mempunyai ajian "Jemput Sirepan" ajian itu bisa menghipnotis lawannya atau mangsanya kebanyakan orang yang memuja siluman itu karena terkena ajian tersebut dan yang harus kau lakukan tutup mata mu saat melawan ya dan pertajam Indra pendengaran mu juga insting mu...!!! jelasnya
." apa aku bisa mempelajari ilmu tersebut sesingkat ini dan waktu pun tinggal 4 hari apa aku mampu...?? Eyang menepuk pundak dan meyakinkan dirinya bahwa ia akan bisa melewati ini
."hanya kau yang mampu melawan siluman itu dan tolong selamatkan cucu ku,jika aku bisa aku sudah akan melawan ya tapi apa daya ku aku tak bisa menolong cucuku ..!! pinta kakek
." aku akan berusaha doakan aku dan Eyang aku ingin bertanya tentang perisai yang kau pasang juga penyerangan kemarin di desa..!!
." mereka berhasil mengalihkan Panji dan Yuda agar tidak menjagamu bahkan Mahendra yang sekarang mereka Tawan , berdoalah kepada Tuhan saat kau menghadapi siluman itu nanti ingat jangan takut Panji dan Yuda hanya bisa menolongku setengah perjalanan menuju istana siluman itu dan sisanya kau yang harus menghadapi tantangan ini,eyang berdoa kau berhasil dan selamat jika kau berhasil memusnahkan mahluk itu bawa roh Mahendra ke tubuhnya dan kau netralisir dengan cara meminumkan ramuan ini jika kau terluka kau juga bisa meminumnya untuk memulihkan tenaga nanti..Eyang harus pergi segeralah berangkat dan temui Panji dan Yuda ...!! Echa mengangguk sebelum pergi eyang menyuruhnya untuk membungkus kembali pusaka tersebut.
." Apa yang eyang bicarakan..?? tanya Alex saat Echa selesai dan kembali di sampingnya
." nanti saja saat perjalanan pulang aku jelaskan,bisakah kita langsung ke lokasi jatuhnya pesawat..?? Alex mengangguk
Echa dan Alex memutuskan untuk pergi pulang walaupun hari sudah menjelang malam mereka sedang di kejar waktu tak banyak waktu yang kini mereka miliki di tambah Echa harus mempelajari ilmu tersebut dan ia dapat mempelajari nya dari buku yang nenek berikan
sepanjang perjalanan Echa memikirkan strategi yang akan ia gunakan terlebih ia harus menggunakan Indra pendengaran nya dan itu akan sangat sulit baginya.
...*...
...*...
***Akankah pertarungan nanti ia berhasil atau mungkin ia harus berkorban dan terluka,dan bagaimana mereka akan menghadapi tantangan yang menunggu mereka jika mereka berhasil..??
...*...
..." jangan menangis karena kepergian ku..!!!!...
...*...
...happy reading semua jangan lupa like and vote ππ***...
ilmu tersebut tidak untuk di pelajari ya Thor hanya memberi penjelasan mohon maaf jika ada yang salah dan yang lainyaπππ
__ADS_1