
Pasukan sihir dipimpin oleh Sir Roland dengan ketegasan dan kepemimpinan yang luar biasa. Mereka melintasi perbatasan dengan keberanian yang tak tergoyahkan, berhadapan dengan serbuan monster-monster yang tak kenal ampun. Dalam kekacauan pertempuran yang berkecamuk, Roderick bergerak dengan lincah dan kekuatan angin yang dimilikinya, menghancurkan setiap monster yang berani menghalangi jalan mereka.
Misi mereka tidaklah mudah. Wilayah monster yang luas dan penuh dengan kengerian menyembunyikan pemimpin mereka yang kejam. Roderick dan pasukan sihir bergerak dengan cepat dan hati-hati, menghindari jebakan dan menghadapi tantangan yang tak terduga. Setiap langkah mereka ditemani oleh suara pekik monster dan deru angin yang memekakkan telinga.
"Jaga formasi! Tetap bersatu! Kita akan menemukan pemimpin mereka dan mengakhiri kekejaman ini!" Seru Sir Roland kepada para prajuritnya.
Malam merangkak perlahan di langit saat mereka melanjutkan perjalanan. Hutan gelap yang dipenuhi dengan suara desingan dan hiruk-pikuk menjadi saksi bisu dari perjuangan mereka. Roderick terus melangkah, menekankan setiap langkah dengan hati-hati untuk tidak menyimpang dari tujuannya.
Setelah perjalanan yang cukup lama, pasukan sihir berhasil mencapai pusat wilayah monster yang terkutuk. Mereka berada di hadapan sebuah benteng yang menjulang tinggi, melindungi pemimpin monster yang kejam. Benteng itu dipenuhi dengan jebakan dan penjaga yang siap untuk melindungi pemimpin mereka.
Roderick memandang ke depan dengan tatapan yang penuh tekad. Dia menggenggam tongkat sihirnya dengan kuat, siap untuk menghadapi apa pun yang menantangnya di depan sana. Ia bisa merasakan darahnya berdesir dalam adrenalin, dan ambisi untuk mengakhiri kekejaman ini semakin menggelora di dalam dirinya.
Dalam gelapnya malam yang menyelimuti medan pertempuran, pemimpin wilayah monster muncul dengan penuh keangkuhan. Dia dikenal sebagai Tenebris, salah satu dari 5 pemimpin wilayah tersebut yang memiliki kekuatan gelap yang menakutkan. Pakaian hitamnya terhembus oleh angin, memancarkan aura yang mencekam.
__ADS_1
Di belakang Tenebris, terdapat empat pemimpin lainnya, masing-masing dengan kekuatan yang mematikan dan unik. Pertama adalah Ignis, pemimpin yang menguasai api dan mampu menciptakan kobaran yang melahap segala sesuatu di sekitarnya. Kedua adalah Glacius, pemimpin yang mengendalikan es dan membekukan musuh-musuhnya dengan kekuatan yang tak terkalahkan.
Pemimpin ketiga bernama Viperia, seorang wanita yang dapat berubah menjadi ular raksasa. Dia memiliki kecepatan dan racun yang mematikan, mampu menjebak lawannya dengan serangan yang tak terduga. Pemimpin keempat adalah Umbra, seorang ahli ilusi yang dapat memanipulasi bayangan dan menciptakan dunia tiruan yang membingungkan bagi musuh-musuhnya.
Sir Roland maju untuk menghadapi Tenebris. Dalam pertempuran dahsyat antara Sir Roland dan Tenebris, mereka saling berhadapan dengan kekuatan dan keterampilan yang sama-sama mengerikan. Serangan pedang meluncur dengan kecepatan kilat, menciptakan dentuman yang mengguncangkan tanah di sekitarnya. Sir Roland berusaha keras untuk melumpuhkan Tenebris, namun kekuatan gelapnya terus memperkuat dirinya.
"Sudahlah, Tenebris! Berhentilah menyerang kerajaan kami! Kekuatanmu tidak akan membawa apa-apa selain kehancuran!" teriak Sir Roland dengan suara menggelegar.
Namun, Tenebris hanya tertawa sinis. "Kalian semua hanyalah sampah yang tidak tahu apa-apa! Aku akan menghabisi kalian semua!"
Tenebris, yang merasakan perubahan di dalam dirinya, menatap Roderick dengan pandangan curiga.
"Apa yang kau lakukan?" serunya dengan suara yang menggetarkan udara di sekitarnya.
__ADS_1
Namun, sebelum ia bisa melanjutkan kata-katanya, Sir Roland melancarkan serangan yang tak terduga, mengenainya dengan tepat.
Dalam sekejap, Tenebris tumbang ke tanah, tak bernyawa. Namun, pertempuran belum berakhir, dan keempat pemimpin wilayah lainnya masih menunggu di dalam benteng yang terdekat.
Untuk saat ini, pasukan Veridion memiliki kesempatan untuk mengatur strategi mereka dan mempersiapkan serangan terhadap pemimpin-pemimpin yang tersisa. Dalam gelap yang menyelimuti malam, pertempuran yang lebih dahsyat lagi akan segera terjadi.
Setelah pertemuan antara Sir Roland dengan Tenebris selesai, pasukan Veridion sedang mengatur strategi dan mempersiapkan serangan terhadap pemimpin-pemimpin yang tersisa.
Sementara itu, Roderick merasa kebingungan yang mendalam menyelimuti pikirannya. Kejadian tadi membuatnya semakin bertanya-tanya tentang asal-usul kekuatan yang tidak ia pahami tersebut. Dia merasakan gelombang energi yang berdenyut-denyut di dalam dirinya, seolah ada sesuatu yang tersembunyi di balik kekuatannya.
"Siapa sebenarnya aku?" gumam Roderick dengan suara lirih, seolah berbicara pada dirinya sendiri. Kepalanya dipenuhi oleh serentetan pertanyaan tanpa jawaban yang mengganggu konsentrasinya. Apakah kekuatan ini datang dari dalam dirinya sendiri atau ada entitas lain yang mencoba menguasainya?
Saat Roderick berusaha memadukan pemikirannya, suara riuh terdengar dari arah pasukan Veridion yang sedang bersiap-siap untuk serangan berikutnya. Kehadiran Sir Roland memberikan semangat dan keyakinan pada mereka. Roderick menyadari bahwa dia harus menemukan jawaban atas kebingungannya sendiri, namun saat ini tugasnya adalah menyelesaikan misi dan mengalahkan pemimpin-pemimpin wilayah monster yang masih tersisa.
__ADS_1
Dalam kegelapan malam yang semakin pekat, Roderick bergabung dengan pasukan Veridion dan mereka memasuki benteng yang mencekam. Terikat oleh gelapnya malam dan keseramannya, para pasukan Veridion melanjutkan perjalanan mereka dengan hati-hati.