
Hari pertama Ethan sebagai pasukan di kerajaan Veridion, juga menjadi tantangan yang berat baginya. Dia harus melepaskan topeng yang selama ini menjadi identitasnya, dan berpura-pura menjadi seseorang yang bukan dirinya. Nama palsu Roderick dan kekuatan angin palsu yang dia tunjukkan membuatnya dianggap sebagai pahlawan oleh sebagian warga Veridion, tetapi di balik topeng dan wajah palsu itu, ada perasaan kesepian dan keputusasaan yang sulit diungkapkan.
Di antara pasukan yang lain, Roderick berusaha untuk menyembunyikan sisi gelap dalam dirinya. Dia berjuang untuk mengontrol amarah dan kekuatannya yang tak terkendali. Setiap malam, ketika kerajaan tengah terlelap, Roderick diam-diam berlatih sihir penyegelan yang ia baca dari buku-buku kuno di perpustakaan Veridion.
Namun, tetap saja, rasa ditinggalkan oleh dunia ini tidak pernah meninggalkan dirinya. Meskipun dianggap sebagai pahlawan palsu, Roderick masih merasa sebagai pendatang yang tidak diinginkan. Rasa bersalah dan penderitaan masa lalu tidak pernah lepas dari pikirannya. Ethan berharap suatu hari nanti, dunia akan memandangnya sebagai seseorang yang berarti, bukan hanya sebagai pahlawan di balik topeng.
Dalam latihan dan tugas-tugas sebagai pasukan, Ethan menunjukkan ketangguhannya sebagai seorang pejuang. Kekuatan angin palsunya ia manfaatkan dengan baik untuk melindungi warga Veridion dari ancaman musuh. Namun, di balik keberanian dan ketangguhannya, masih ada luka yang belum sembuh dan perasaan kesepian yang belum teratasi.
__ADS_1
Suatu hari, ketika Ethan sedang berpatroli di perbatasan kerajaan, dia menemukan sekelompok pendatang lain yang sedang berusaha masuk ke Veridion secara ilegal. Mereka adalah orang-orang yang telah ditolak menjadi warga oleh kerajaan karena dianggap tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk bergabung.
Roderick menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam perasaan kesepian dan penolakan. Ia merasa terpanggil untuk membantu mereka, tidak hanya karena mereka seperti dirinya, tetapi juga karena dia merasa ada tanggung jawab moral untuk membela mereka yang tertindas.
"Mengapa kalian ingin masuk ke Veridion?" tanya Roderick dengan nada lembut namun tegas.
Roderick terdiam sejenak, berpikir bahwa mungkin dia bisa membantu mereka mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Tapi kemudian dia teringat akan bahaya yang mengancam keberadaannya dan kerajaan ini jika ada lebih banyak pendatang masuk.
__ADS_1
"Dunia ini tidak selalu adil, dan kerajaan ini sangat keras terhadap pendatang. Tetapi jika kalian mau mendengarkan saranku, carilah tempat lain yang bisa kalian sebut 'rumah'. Jangan berharap banyak dari Veridion," ucap Roderick dengan suara penuh penyesalan.
Namun, ketegasan Roderick tidak membuat mereka patah semangat. Mereka melihat di matanya ada cahaya harapan, dan dengan berani mereka melanjutkan perjalanan mereka sendiri, mencari tempat yang mereka anggap sebagai tempat yang aman.
Roderick merasa campur aduk melihat semangat mereka. Dia menyadari bahwa meskipun terkadang dunia ini kejam dan tak adil, masih ada harapan dan kebaikan yang bisa ditemukan di tempat-tempat yang tak terduga. Dalam hatinya, ia berjanji bahwa suatu hari nanti, ketika waktunya tiba, dia akan menggunakan kekuatannya untuk melawan ketidakadilan dan menciptakan dunia yang lebih baik bagi mereka yang dianggap tak berarti.
Masa depan Roderick mungkin penuh dengan penderitaan, tetapi di balik topengnya yang terus berubah dan kekuatan yang tidak terkendali, ada harapan yang terus menyala. Dalam kegelapan dan kehancuran, dia menemukan arti sejati dari keberanian dan pengorbanan.
__ADS_1