Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku

Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku
Chapter 13


__ADS_3

Dalam keadaan yang kacau balau, terkuaklah sisi negatif Ethan yang lebih kuat daripada sebelumnya. Sisi gelap dalam dirinya menjadi semakin kuat dan tidak terkendali, seolah mengambil alih kendali tubuhnya. Ekspresi Ethan berubah menjadi sombong dan merendahkan semua orang di sekitarnya, termasuk pasukan Veridion dan bahkan Ignis.


Para pasukan Veridion, termasuk Sir Roland, tercengang melihat perubahan drastis pada Ethan. Mereka sulit mempercayai bahwa rekannya adalah Ethan, orang yang selama ini ada di poster yang mereka benci.


Di tengah kekacauan dan kebingungan yang melanda pasukan Veridion, Ethan yang kini tengah dikendalikan oleh sisi negatifnya merasa semakin kuat dan sombong. Dia menganggap pasukan Veridion, termasuk Ignis, sebagai makhluk yang lemah dan tidak berarti baginya.


"Kalian semua hanyalah kumpulan makhluk lemah yang tidak pantas berdiri di hadapanku," kata Ethan dengan nada merendahkan.


Ignis, yang merasa terhina oleh ejekan tersebut, merasakan api amarahnya semakin berkobar. Tanpa ragu, dia melancarkan serangan dahsyat ke arah Ethan. Namun, dengan keahliannya yang meningkat, Ethan mampu dengan mudah menghindari setiap serangan Ignis yang dipenuhi kemarahan.


Ethan melihat ketidaktahan Ignis dan merasa tertarik dengan kekuatannya. Dia ingin mencuri kekuatan Ignis seperti yang telah dia lakukan sebelumnya. Dengan sikap yang santai, Ethan dengan cekatan menyerap kekuatan api Ignis.


Ignis tercengang saat merasakan kekuatannya perlahan-lahan terkuras. Dia merasa lemah dan tidak berdaya di hadapan Ethan yang semakin kuat. Kekecewaan dan keputusasaan menghantamnya, namun dia tidak akan menyerah begitu saja.


"Kau... kau tidak akan berhasil mengalahkan aku!" seru Ignis dengan tekad yang teguh.


Namun, Ethan, yang tengah dikendalikan oleh sisi negatifnya, hanya tersenyum sinis. Dia merasa tak terkalahkan dan beranggapan bahwa tidak ada yang bisa menghadapinya.


Di sisi lain, pasukan Veridion, termasuk Sir Roland, terkejut melihat kekuatan yang dimiliki oleh Ethan yang telah berubah menjadi sisi negatif yang jahat. Mereka merasa terpukul dan kehilangan harapan.

__ADS_1


"Apakah kita mampu menghadapi musuh yang sekarang berada di depan kami?" kata Sir Roland sambil merasakan ketakutan.


Sementara itu, Dalam keadaan yang semakin tegang, Ethan dengan sisi negatifnya terus bermain-main dengan Ignis. Dia mengejek dan merendahkan lawannya, membuat Ignis semakin marah dan kesal. Dalam kemarahannya, Ignis melepaskan kekuatan yang luar biasa, memancarkan energi panas yang membara.


Namun, yang tak terduga adalah ketika Ethan juga mengeluarkan kekuatan yang sama, mengimbangi serangan dahsyat dari Ignis. Ledakan dahsyat pun terjadi, mengguncang wilayah sekitarnya. Gelombang energi merah menyambar langit, menciptakan cahaya yang menyilaukan.


Para pasukan Veridion yang masih menyaksikan pertarungan tersebut terkejut dan terhempas oleh kekuatan ledakan yang menggemparkan. Mereka terdorong mundur, berusaha melindungi diri mereka sendiri dari efeknya yang menghancurkan.


Di tengah kekacauan dan kehancuran, Ethan dengan sisi negatifnya terlihat berdiri kokoh di tengah-tengah ledakan. Wajahnya dipenuhi dengan ekspresi sombong dan merendahkan, seolah-olah dia mengendalikan segalanya.


Namun, di balik penampilan yang kuat itu, ada kekosongan dalam dirinya. Ada keraguan dan kegelisahan yang tersembunyi di balik senyumnya yang sinis. Kekuatan gelap yang dimilikinya telah mengambil alih sebagian besar kendali, tetapi Ethan masih mempertahankan sedikit keinginan untuk melawan dan mengendalikannya.


Ignis terjatuh ke tanah dengan tatapan yang terkejut dan tak percaya. Tongkat tersebut memancarkan aura gelap yang kuat, menyebabkan energi kehidupan Ignis yang sudah hampir habis tersedot habis. Dia merasa kekuatannya perlahan-lahan menghilang, dan dalam sekejap, nyawanya pun pergi.


"Kamu tidak akan pergi begitu saja, aku akan memastikan bahwa kau benar-benar mati." ucap Ethan sambil tersenyum.


Para pasukan Veridion yang menyaksikan kematian Ignis terkejut dan terdiam. Mereka merasa takut dengan kekuatan gelap yang dimiliki Ethan dan cara dia tanpa belas kasihan menghabisi nyawa seseorang. Sir Roland, yang masih terluka parah dari pertarungan dengan pemimpin wilayah lain, merasa marah dan bingung melihat perubahan drastis pada Ethan.


"Ethan, cukup, Kematian bukanlah solusi. Kekuatan gelap ini bisa dijinakkan, dan aku akan membantumu melakukannya." kata Sir Roland dengan suara tenang namun penuh dengan ketakutan.

__ADS_1


Sisi gelap Ethan berusaha mengabaikan kata-kata Sir Roland, tetapi ada ketidakpastian dan keraguan yang muncul dalam dirinya. Dia merasa terkoyak di antara keinginannya untuk menghancurkan dan dominasi serta hasrat untuk menemukan keseimbangan dan kedamaian.


Dalam ketegangan yang semakin meningkat, sisi negatif Ethan tidak dapat dipisahkan hanya dengan kata-kata. Dia dengan senyuman jahatnya membiarkan rekannya yang terluka menjadi tumbal dan maju ke medan pertempuran selanjutnya. Keputusannya yang kejam dan tanpa belas kasihan membuat para pasukan Veridion, termasuk Sir Roland, merasa ketakutan dan terperangah.


Sementara itu, Sir Roland yang terluka parah dan kehilangan tangan kirinya merasakan energi yang tak terduga mengalir ke tubuhnya. Dalam kebingungan dan keheranan, dia menyaksikan dengan takjub saat tangan yang buntung mulai tumbuh kembali. Tubuhnya tersembuhkan dengan cepat, dan dia merasa kekuatan yang baru mengalir melalui dirinya, termasuk semua pasukan Veridion yang terluka langsung sembuh kembali.


Namun, keheranan pasukan Veridion termasuk Sir Roland tidak berlangsung lama ketika mereka melihat wajah Ethan yang terungkap. Wajahnya yang seharusnya tampak familiar dan ramah berubah menjadi seram dan menyeramkan. Ekspresi wajah Ethan dipenuhi dengan senyuman yang mengerikan, seolah-olah dia menikmati kekuasaan dan penderitaan orang lain.


Sir Roland merasa terkejut dan terguncang oleh perubahan drastis pada Ethan. Dia tidak dapat mempercayai bahwa rekannya telah berubah menjadi seseorang yang begitu jahat dan tidak terkendali. Namun, dia juga merasa terjebak dalam situasi yang sulit. Ethan memaksa semua pasukan Veridion, termasuk Sir Roland, untuk maju ke medan pertempuran selanjutnya. Dia mengancam akan membunuh mereka jika ada yang menentangnya.


Sir Roland merasa dilematis. Di satu sisi, dia tahu bahwa dia harus melawan sisi gelap Ethan dan menghentikan kegilaan ini. Di sisi lain, dia sadar bahwa dia dan pasukannya tidak mampu menghadapi kekuatan gelap yang begitu kuat.Namun, dengan keberanian dan tekad yang tersisa, Sir Roland memilih untuk melawan dan melindungi pasukannya.


"Demi kehormatan dan keadilan, aku tidak akan membiarkan diriku dan pasukanku tunduk pada kekuatan kegelapanmu. Kami akan melawanmu, Ethan, sekuat tenaga kami!" ucap Sir Roland dengan suara lantang.


Meskipun terguncang oleh keberanian Sir Roland, Ethan masih tersenyum dengan keangkuhan yang menakutkan. Dia merasakan kekuatannya yang semakin bertambah dan menyadari bahwa tidak ada yang mampu menghadapinya.


"Dalam keputusanmu itu, Sir Roland, kau telah menandatangani kehancuranmu sendiri. Aku akan menikmati saat-saat terakhirmu!" kata Ethan dengan sambil tertawa.


Dalam keadaan yang tegang, pasukan Veridion bersiap-siap untuk melawan sisi gelap Ethan, meskipun mereka tahu bahwa mereka menghadapi musuh yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Keputusan mereka untuk melawan adalah bukti keberanian dan tekad mereka dalam menghadapi kejahatan yang ada di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2