
Ethan menatap Morana dan Darius dengan pandangan penuh penyesalan dan tekad yang baru. Dia merasakan beban penderitaan yang ia timbulkan, dan hatinya dipenuhi dengan keinginan untuk memperbaiki kesalahan yang telah dia lakukan.
"Morana, Darius, aku telah terjebak dalam ambisi dan kebencian. Tapi aku menyadari bahwa kekuatanku sejatinya harus digunakan untuk melindungi, bukan menghancurkan," ucap Ethan dengan suara yang penuh penyesalan.
Morana menatap Ethan dengan sinis. "Terlambat bagimu untuk menyadari kesalahanmu, Ethan. Tindakanmu telah mengakibatkan penderitaan dan kehancuran yang tak terperi."
Darius tersenyum dengan pandangan mengejek. "Kau telah menjadi alat bagi kegelapan, dan sekarang kau menyadari betapa sia-sianya usahamu. Kematian dan penderitaan akan terus mengikuti jejakmu."
Ethan menggenggam tinjunya dengan erat, namun tidak dengan amarah atau kebencian. "Aku telah menyaksikan kegelapan dan merasakan penderitaannya. Tapi aku juga tahu bahwa masih ada cahaya yang tersisa di dalamku. Dan sekarang, aku akan menggunakannya untuk mengatasi kegelapan yang pernah menguasai diriku."
Morana meludah tawa. "Cahaya? Apa yang bisa kau lakukan dengan cahaya yang rapuh itu? Kekuatanku yang gelap akan menghancurkanmu."
Ethan tersenyum dengan penuh keyakinan. "Cahaya mungkin rapuh, tapi ia memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan memberikan harapan. Aku akan membuktikan padamu dan pada diriku sendiri bahwa cahaya bisa mengalahkan kegelapan."
Dalam cahaya yang semakin memancar, Ethan meluncurkan serangan terakhirnya dengan kebijaksanaan dan keberanian yang baru. Dia menggunakan kekuatannya untuk melindungi, untuk memulihkan, dan untuk menyelesaikan pertempuran dengan cara yang lebih baik.
"Kekuatanmu tidak bisa menaklukkan aku!" seru Ethan dengan penuh keyakinan. "Aku akan menunjukkan bahwa kebaikan bisa mengatasi kejahatan."
Morana dan Darius terpukul oleh serangan-serangan Ethan yang dipenuhi dengan cahaya dan kekuatan penyembuhan. Mereka merasakan kekuatan kegelapan mereka memudar saat cahaya memenuhi tempat itu.
"Aku... aku tidak bisa kalah..." desis Morana dengan napas yang sesak.
__ADS_1
Darius jatuh ke tanah, tak berdaya. "Kekuatanmu... lebih besar dari yang kubayangkan."
Ethan menatap mereka dengan perasaan campuran antara belas kasihan dan kelegaan. "Pertempuran ini berakhir. Tapi harapanku adalah bahwa kalian bisa memperbaiki jalan kalian dan menemukan cahaya di dalam hati yang gelap."
Kedua musuh itu tersenyum dengan penuh kebencian dan keput
usasaan. "Kau mungkin telah menang, tapi dunia ini tidak akan pernah menerimamu," ujar Morana dengan napas terakhirnya.
Darius menambahkan dengan suara yang melemah. "Kau adalah pembawa malapetaka. Kekuatanmu akan membuatmu menjadi terasing."
Ethan menundukkan kepala dengan sedih, menyadari bahwa jasanya mungkin tidak akan pernah dihargai oleh dunia yang dia coba selamatkan. Tetapi dia tahu bahwa harapannya bukanlah untuk mendapatkan pujian, melainkan untuk menemukan kedamaian dan memperbaiki dirinya sendiri.
Dunia mungkin membencinya, tapi Ethan tidak akan menyerah pada keputusasaan. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik, untuk menggunakan kekuatannya dengan bijaksana, dan untuk menemukan kedamaian yang telah lama hilang.
Dan dengan langkah tegar, Ethan melangkah ke masa depan yang tak terduga, siap menghadapi segala penderitaan dan menemukan cahaya dalam kegelapan.
Setelah pertarungan yang menghancurkan, Ethan berjalan dengan langkah berat menuju tempat yang sunyi di tengah hutan yang gelap. Di sana, di bawah bayangan pohon-pohon yang tua, ia membangun makam untuk rekan-rekan yang telah kehilangan nyawa mereka dalam perjalanan gelapnya.
Dalam diam, dengan tangan yang gemetar tetapi penuh dengan ketulusan, Ethan menanamkan tiap tiang kayu ke dalam tanah yang dingin. Di setiap tiang itu, ia menuliskan nama-nama yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Ia menangis dalam kesedihan dan kehilangan yang mendalam, merasakan beban penderitaan yang ia bawa dalam hatinya.
"Aria... Lila... Teman-teman... Maafkan aku atas kegagalan dan penderitaan yang kalian alami. Kalian telah menjadi korban dari kekuatanku yang tak terkendali," bisik Ethan dengan suara yang penuh penuh penyesalan.
__ADS_1
Namun, ketika ia menatap ke makam yang baru dibangun, ada kegelapan yang menyelimuti hatinya. Suara-suara dari dalam dirinya mulai terdengar, suara yang mewakili sisi negatifnya yang mengerikan.
"Kematian mereka adalah akibat dari kelemahanmu, Ethan. Kekuatanku akan menghancurkanmu dan semua yang kau cintai. Kau tidak pantas mendapatkan kedamaian," bisik suara gelap dalam dirinya.
Ethan bergumam dalam keputusasaan, tetapi juga dengan keberanian yang tersisa. "Aku tahu bahwa aku telah menghancurkan banyaknya kerajaan, dan aku membawa penderitaan yang tak terperi. Tapi aku tidak akan membiarkan sisi negatif ini menguasai diriku sepenuhnya. Aku akan menemukan jalan untuk memperbaiki diri, untuk mencari keseimbangan antara kekuatan dan kebaikan."
Suara gelap merintih dengan penolakan, mencoba menghasutnya untuk menyerah pada kegelapan. "Kekuatanku adalah kehancuran dan kebencian. Bersamaku, kau bisa menghancurkan dunia yang kau tinggalkan."
Ethan mengatupkan giginya dengan kuat, menolak godaan itu dengan tekad yang keras. "Tidak! Aku tidak akan membiarkan kegelapan ini mempengaruhi diriku sepenuhnya. Aku akan berjuang untuk menemukan cahaya dan mengalahkan sisi gelap dalam diriku."
Dalam perang batin yang tak terlihat, Ethan merasakan dua kepribadian yang bertarung dalam jiwanya. Cahaya dan kegelapan, harapan dan keputusasaan, saling berlawanan dalam perjuangan yang abadi.
Namun, di tengah kekacauan itu, Ethan menemukan titik pijak. Dia menyadari bahwa hanya dengan menerima dan memahami kedua sisi dirinya, dia bisa menemukan jalan untuk memperbaiki diri dan menjalani hidup dengan kedamaian yang sejati.
"Dunia mungkin membenci dan mengutukku, tetapi aku tidak akan menyerah pada kegelapan. Aku akan terus mencari jalan menuju cahaya," ujar Ethan dengan suara yang penuh tekad.
Dengan langkah tegar, Ethan meninggalkan makam dan memasuki masa depan yang tak terduga. Dia tahu bahwa penderitaan dan pertempuran masih menanti di hadapannya, tetapi ia siap menghadapinya dengan keberanian dan tekad yang baru ditemukan.
Dan sambil menjalani perjalanan yang kelam dan penuh penderitaan, Ethan menyimpan harapan dalam dirinya bahwa suatu hari nanti, ia akan menemukan kesembuhan untuk traumanya dan menemukan keseimbangan antara kekuatan yang dimilikinya.
Akhir yang baru dimulai.
__ADS_1