Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku

Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku
Chapter 11


__ADS_3

Pasukan Veridion yang baru saja melangkah di dalam benteng, terkejut dengan serangan mendadak dari sekumpulan monster yang menyerang dengan ganas. Mereka berusaha membela diri dengan penuh semangat, tetapi keadaan berubah drastis ketika salah satu pasukan terkena serangan langsung dari monster tersebut.


"Sialan, hati-hati!" teriak Sir Roland dengan cemas, tetapi sayangnya, teriakannya terlambat. Pasukan yang terkena serangan monster tiba-tiba merasakan rasa sakit yang tak tertahankan. Dia berguling di tanah, mencoba meredakan rasa terbakar yang menyiksa seluruh tubuhnya. Pasukan lainnya menyaksikan dengan ngeri, tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu.


"Jangan panik, kita bisa mengalahkan semua monster ini!" seru Sir Roland, mengerahkan kekuatan pedangnya untuk melindungi pasukannya.


Saat itu, keheningan menyelimuti aula yang berlantai berlumut dan beraroma busuk. Pasukan Veridion yang masih berusaha memahami kejadian mengerikan yang terjadi di depan mereka, menatap dengan ngeri tubuh rekan mereka yang meleleh menjadi sebuah tumpukan cairan yang hitam pekat.

__ADS_1


Ketakutan melanda hati para prajurit Veridion. Mereka menyadari bahwa monster-monster yang ada di hadapan mereka bukanlah monster biasa. Kejadian ini mengingatkan mereka pada reputasi wilayah ini yang kejam dan penuh dengan kekuatan misterius.


Roderick merasa guncangan emosi yang mendalam. Dia melihat peristiwa mengerikan itu sebagai peringatan akan kekuatan gelap yang mengintai dalam dirinya. Kekhawatiran dan ketakutan bercampur aduk di dalam hatinya, namun dia tidak boleh membiarkan dirinya terhanyut oleh sisi gelapnya.


Pasukan Veridion melanjutkan serangannya dengan keberanian yang teruji. Mereka menghadapi monster-monster dengan tekad yang kuat, berusaha membebaskan kerajaan mereka dari ancaman ini. Roderick berusaha memusatkan pikirannya pada pertarungan, mencoba mengendalikan kekuatan anginnya dengan lebih baik.


"Tampaknya Veridion telah mengirimkan serdadu pengecut! Namun, kalian tidak akan mampu melawan kami! Kekuatan kami jauh melebihi apa yang bisa kalian bayangkan!" terdengar suara Ignis yang bergema di seluruh aula. "

__ADS_1


Ignis, pemimpin wilayah yang melihat kejadian tersebut dari kejauhan, merasa bingung. Bagaimana bisa Tenebris, yang selama ini menjadi pemimpin yang tak terkalahkan, bisa kalah melawan pasukan ini? Kejadian ini memunculkan keraguan dalam dirinya, dan dia berusaha mencari jawaban atas pertanyaan yang menghantuinya.


"Apakah ada kekuatan lain yang terlibat dalam pertempuran ini?" gumam Ignis dengan perasaan yang tidak menentu. Dia merasa ada yang tidak beres dan dia harus segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara itu, Roderick terus melawan monster-monster dengan kekuatan anginnya yang kuat. Namun, di tengah pertempuran yang semakin sengit, kegelapan dalam dirinya mulai terasa semakin kuat. Setiap serangan yang dia lakukan memberikan kepuasan yang mengerikan, dan dia merasakan rasa kekuasaan yang membangkitkan rasa ketakutan pada dirinya sendiri.


Roderick menyadari bahwa kekuatannya sedang menguasainya. Sisi gelap dalam dirinya semakin berkobar, dan rasa sakit yang terus-menerus menyerang hatinya. Dia bergumam dengan suara gemetar, "Apa yang terjadi padaku? Mengapa kekuatanku menjadi begitu ganas dan kejam?"

__ADS_1


Namun, Roderick tidak punya waktu untuk mencari jawaban. Pertempuran terus berkecamuk di sekelilingnya. Dia harus mengendalikan dirinya sendiri dan mencari cara untuk menaklukkan kekuatan gelap yang semakin merajalela.


__ADS_2