Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku

Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku
Chapter 12


__ADS_3

Dalam keadaan yang semakin kacau, pasukan Veridion terus maju ke arah pemimpin-pemimpin wilayah yang masih bertahan di dalam benteng. Mereka berjuang dengan gigih, tetapi mereka tahu bahwa perjuangan ini belum berakhir. Tantangan yang menghadang mereka semakin besar, dan mereka harus menemukan kekuatan dalam diri mereka untuk menghadapinya.


Di tengah keganasan pertempuran, Roderick merasakan adrenalin yang membara di dalam dirinya. Dia menyadari bahwa dia harus menemukan cara untuk menguasai kekuatan dalam dirinya.


Dalam keadaan yang tertekan dan pasukan yang terpukul, pasukan Veridion yang tersisa terus berjuang dengan tekad yang kuat. Sir Roland, pemimpin mereka yang luka parah, merasa tanggung jawab yang berat atas kematian rekan-rekan seperjuangannya. Hatinya dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam.


Dari kejauhan, Ignis menyaksikan kehancuran yang ia sebabkan. Dia tidak menunjukkan penyesalan atau belas kasihan, melainkan senyum puas di wajahnya yang jahat. Ignis adalah pemimpin yang kejam dan kuat, dengan kekuatan yang melebihi jangkauan imajinasi siapapun.


Sir Roland, meskipun terluka parah, merasa amarah membakar dalam dirinya. Tidak dapat menerima kenyataan bahwa rekannya telah gugur karena serangan Ignis, dia mengajak Ignis untuk sebuah duel. Ignis dengan santai menerima tantangan tersebut, tahu bahwa perbedaan kekuatan mereka sangatlah besar.


Dalam pertarungan yang tak seimbang, Ignis dengan mudah menghindari setiap serangan Sir Roland. Setiap gerakan Ignis membawa kekuatan yang mematikan, dan serangannya langsung mengenai sasaran dengan presisi yang menakjubkan, membuat tangan kiri Sir Roland buntung.


Rasa sakit dan keputusasaan memenuhi hati Sir Roland saat dia jatuh ke tanah. Dia menatap langit dengan mata yang semakin redup, mengingat perjuangan yang telah mereka lakukan bersama. Sir Roland merasakan penyesalan yang dalam, tetapi juga kebanggaan akan keberanian pasukannya yang tak tergoyahkan.

__ADS_1


Ignis menatap pemandangan itu dengan dingin, menikmati kemenangan yang ia raih dengan mudah. Dia menyadari bahwa kekuatannya tidak terbendung dan tidak ada yang bisa menghalanginya. Dia berjalan meninggalkan Sir Roland, meninggalkan pasukan Veridion yang terkapar dalam penderitaan.


Sementara itu, Roderick, menyaksikan pertempuran itu dari kejauhan. Dia merasakan kekuatan gelap yang semakin menguasai dirinya dan kehadiran yang misterius yang mengikuti setiap langkahnya.


Roderick merenungkan rasa takut yang semakin tumbuh di dalam dirinya. Dia tahu bahwa dia harus mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantuinya. Hanya dengan mengungkap kebenaran di balik kekuatan gelapnya, dia akan bisa membebaskan dirinya dan pasukan Veridion dari ancaman yang ada.


Roderick merasa gelap dalam dirinya semakin kuat, dan kenangan masa lalunya yang menyakitkan kembali menghantuinya. Dia teringat akan momen kematian rekan-rekan nya. Rasa bersalah dan penyesalan yang terpendam selama bertahun-tahun mulai merasuki setiap serat tubuhnya.


Dengan topeng yang hancur, benda amulet yang melindungi identitasnya juga ikut hancur. Setiap orang di sekitarnya termasuk Sir Roland terkejut melihat wajah Roderick yang identik dengan poster yang menggambarkan pahlawan yang mereka benci.


"Siapa... siapa sebenarnya kau?" tanya Sir Roland dengan ekspresi campur aduk.


Roderick mencoba menjawab, tetapi kata-kata tercekat di tenggorokannya. Dalam kebingungannya, dia akhirnya mengungkapkan kebenaran tentang identitasnya, tentang bagaimana dia sebenarnya adalah Ethan, seorang pendatang yang mereka benci dan cari untuk dihancurkan.

__ADS_1


"Sudah sejak awal, aku berusaha membantu kalian dengan menggunakan nama samaran dan topeng untuk menyembunyikan diri. Aku tidak pernah bermaksud menyakiti siapa pun, tapi keadaan membuatku terlibat dalam pertempuran ini," ujar Roderick, alias Ethan, dengan suara gemetar.


Para pasukan Veridion bingung dan terbagi. Beberapa merasa kekhawatiran atas identitasnya yang terbuka, sementara yang lain merasa dikhianati karena dia menyembunyikan diri. Sir Roland yang terkejut berusaha mencerna semua informasi yang dia dapatkan.


"Tapi... kenapa kau melakukan ini semua? Apa alasan sebenarnya?" tanya Sir Roland dengan penuh penasaran.


Ethan menghela nafas dan menjawab dengan jujur, "Aku datang ke kerajaan ini untuk mencari ilmu sihir segel yang bisa mengendalikan kekuatan gelap dalam diriku. Aku berharap bisa menguasainya sehingga tidak lagi membahayakan siapa pun."


Sementara itu, Ignis yang masih menyaksikan dari kejauhan mengetahui alasan mengapa Tenebris bisa kalah. Setelah mengetahui alasan Tenebris kalah, Ignis langsung merasa senang melihat kekacauan di antara pasukan Veridion.


"Rekan kalian ternyata hanyalah seorang pendatang dengan kekuatan gelap. Kalian semua bodoh!" seru Ignis dengan tawa sinis.


Identitas Ethan yang terungkap menimbulkan keraguan dan kebingungan di antara pasukan Veridion, sementara Ignis si pemimpin yang kejam dengan senang hati memanfaatkan situasi ini untuk keuntungannya sendiri. Apakah Ethan bisa membuktikan niat baiknya dan menemukan cara untuk mengendalikan kekuatan gelapnya? Atau apakah kebenaran yang terungkap akan menjadi bencana bagi pasukan Veridion? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2