Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku

Aku Harus Mengontrol Kekuatan Ku
Chapter 6


__ADS_3

Di dalam ruang gelap dan sunyi, Ethan duduk sendirian di sudut ruangan yang terlupakan. Pada malam itu, kenangan masa lalu yang menyakitkan kembali menghantui pikirannya. Bayangan sahabat kecilnya, Evan, muncul di hadapannya seperti hantu yang tak pernah lepas.


Flashback membawa Ethan kembali ke masa lalu, ke saat ketika mereka berdua masih remaja dan bermain dengan riang di hutan belakang rumah mereka. Mereka adalah teman sejati, tak terpisahkan. Namun, kekuatan yang dimiliki oleh Ethan, yang belum ia pahami sepenuhnya, merusak semua yang mereka miliki.


Dalam kilatan gelap, kekuatan yang meledak dengan kekerasan yang tak terduga. Ethan, yang tak dapat mengendalikan kekuatannya, tanpa sengaja melukai Evan dengan cengkeraman kegelapan. Darah segar membasahi tangan Ethan ketika ia menyadari apa yang telah ia lakukan.


Evan terjatuh ke tanah, matanya penuh ketakutan dan kebingungan. "E-Ethan, apa yang kau lakukan?" desisnya dengan nafas yang tersengal-sengal.


Ethan, gemetar dan penuh penyesalan, berlutut di samping sahabatnya yang terluka. "Maafkan aku, Evan. Aku tidak bermaksud melukaimu. Aku tidak mengerti kekuatanku sendiri."


Dalam suara hancur, Evan berusaha tersenyum. "Jangan khawatir, Ethan. Kau tidak bersalah. Tetapi... janjikan padaku bahwa kau akan menggunakan kekuatanmu untuk kebaikan. Janjikan padaku bahwa kau akan melindungi mereka yang kau cintai."


Ethan menangis dalam kesedihan dan penyesalan yang tak terperi. "Aku berjanji, Evan. Aku akan menjadikan kekuatanku sebagai perlindungan, bukan ancaman. Aku akan membawa keadilan dan kebaikan ke dunia ini."

__ADS_1


Flashback berakhir, tapi rasa bersalah dan penyesalan yang dalam tetap melekat di hati Ethan. Dia selalu merasakan beban berat atas kematian Evan, sahabat kecilnya yang menjadi korban dari kekuatannya yang belum terkendali.


"Sungguh, aku berjanji padamu, Evan. Aku akan menghormati janjiku dan menggunakan kekuatanku dengan bijaksana," ucap Ethan dengan suara serak, seolah berbicara kepada roh sahabatnya.


Dalam keheningan ruang gelap, ia memegang kalung kecil yang dulu diberikan Evan kepadanya. Kalung itu menjadi pengingat bahwa dia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kekuatannya dan mencegah tragedi lain terjadi.


"Sekarang, aku akan melanjutkan perjalanan ini dengan tekad yang lebih kuat,Aku akan menemukan kedamaian sejati dan melawan kegelapan yang ada dalam diriku. Untukmu, Evan, aku akan menjadi yang terbaik."bisik Ethan.


Dengan hati yang terbebani dan tekad yang menggelora, Ethan memutuskan untuk bergerak maju. Dia akan mencari jalan untuk menyembuhkan luka masa lalunya dan menemukan kedamaian yang dia idamkan. Namun, dia tahu bahwa tantangan-tantangan yang lebih besar dan musuh yang lebih licik menantinya di hadapan.


setelah berhari-hari perjalanan,Ethan menemukan kerajaan Veridion. Ethan memasuki gerbang megah dari Kerajaan Veridion, kerajaan yang legendaris dengan tingkat kekuatan yang tak tertandingi. Namun, di sana ia menyadari betapa besar bahayanya. Poster-poster yang memajang wajahnya menghiasi setiap sudut kerajaan, menandakan bahwa kehadirannya tidak diinginkan.


Dengan hati-hati, Ethan menjaga identitasnya tersembunyi di balik topeng yang selalu ia kenakan. Dia tahu betapa besar risikonya jika wajahnya terbongkar, karena kerajaan ini telah memutuskan untuk membunuh siapa pun yang memiliki kemiripan dengannya. Mereka takut bahwa kerajaan mereka akan mengalami nasib yang sama dengan kerajaan-kerajaan sebelumnya yang hancur di hadapannya.

__ADS_1


"Mereka mewaspadai keberadaanku, tetapi aku tidak akan mundur,Aku harus mempelajari sihir segel ini. Aku harus menemukan cara untuk mengendalikan kekuatanku dan mencegah lebih banyak kerajaan hancur."gumam Ethan dengan suara rendah, seolah berbicara kepada dirinya sendiri.


Di dalam kerajaan yang megah ini, ia merasa dirinya kecil dan rentan. Ia harus berhati-hati dan berpikir dengan bijaksana dalam setiap langkahnya. Setiap mata yang menatapnya penuh kecurigaan, mengintai apakah dia adalah pembawa malapetaka atau penyelamat.


Saat tiba di gerbang masuk, para penjaga kerajaan menuntutnya untuk membuka topengnya. Ethan merasa jantungnya berdebar kencang, namun dia telah mempelajari sihir yang mampu merubah penampilan wajahnya untuk sementara. Dalam kegelapan yang tersembunyi di balik topeng, dia meluncurkan mantra kecil yang membuat wajahnya berubah menjadi sosok yang asing.


Tidak ada yang mengenalinya. Tidak ada yang dapat mengaitkan identitasnya dengan poster yang menghiasi dinding-dinding kerajaan. Ia berhasil melewati gerbang masuk dengan rahasia tersembunyi di dalam dirinya.


"Berhati-hatilah, Ethan, di sini, di dalam kerajaan ini, aku akan menemukan jawaban yang aku cari. Aku akan menguasai sihir segel dan menemukan cara untuk menyelamatkan dunia dari kekuatanku yang merusak." Desisnya kepada dirinya sendiri.


Dengan langkah, Ethan melangkah lebih jauh ke dalam kerajaan Veridion, mengejar takdirnya yang tersembunyi dalam bayangan dan kesulitan. Dia tahu bahwa ini adalah pertarungan terbesar yang akan dia hadapi, tetapi tekadnya tidak pernah goyah.


"Siapkan dirimu, Veridion. Aku datang untuk menguasai kegelapan yang ada dalam diriku, dan aku tidak akan mundur,Aku akan membuktikan bahwa aku bukan malapetaka, tetapi penyelamat yang ditakdirkan." Ucap Ethan dengan suara yang dipenuhi tekad.

__ADS_1


Dengan kata-kata yang menggelora, Ethan melanjutkan perjalanannya di dalam Kerajaan Veridion, menuju pertempuran yang akan membentuk nasibnya dan nasib kerajaan yang mereka cintai.


__ADS_2