
Dalam keadaan yang tegang, pasukan Veridion bersiap untuk melawan sisi gelap Ethan, termasuk Sir Roland yang penuh dengan tekad dan keberanian. Mereka tahu bahwa pertempuran ini adalah pertempuran terakhir yang akan menentukan nasib Veridion dan kehidupan mereka sendiri.
Namun, Ethan dengan sisi gelapnya hanya menganggap situasi ini sebagai lelucon semata. Dia tertawa dengan sinis, merendahkan upaya dan keberanian pasukan Veridion.
"Tidakkah kalian mengerti? Tidak ada yang mampu melawan kekuatanku!" seru Ethan dengan suara penuh keangkuhan.
Di tengah-tengah ketegangan, seorang pemanah misterius muncul di atas bukit, memegang busur yang berkilauan. Pasukan Veridion dan Sir Roland terkejut melihat sosok itu, tetapi juga merasa lega karena bantuan yang tak terduga.
"Sudah cukup, Ethan! Kau telah mempermainkan kekuatan gelapmu terlalu jauh. Aku, yang dikenal sebagai Artemis, Dewi Kehutanan dan Pemburu, akan menghentikanmu!" seru pemanah itu dengan suara yang berwibawa.
Ethan menatap Artemis dengan pandangan penuh kebencian.
"Siapa kau yang berani menghalangi jalanku?" bentaknya dengan suara penuh amarah.
__ADS_1
"Kuasailah dirimu, Ethan! Kekuatan yang kau miliki bisa membawa kehancuran jika tidak diarahkan dengan bijak. Aku datang untuk menyelamatkanmu dan mengembalikanmu ke jalan yang benar." tegas Artemis.
Ethan tertawa sinis. "Aku tidak membutuhkan penyelamatan dari siapa pun! Aku adalah kegelapan itu sendiri!"
Namun, Artemis tidak mundur. Dia mengarahkan busurnya ke Ethan dan melepaskan anak panah yang cepat dan mematikan. Anak panah itu melesat dengan kecepatan tinggi, mengarah ke arah Ethan.
Ethan dengan gesit menghindarinya, tetapi segera menatap tajam ke arah Artemis, penuh niat membunuh. Namun, sebelum ia bisa bereaksi, Sir Roland dengan cepat melompat ke depan dan menghalangi serangan Ethan.
"Jangan biarkan kegelapan menguasaimu sepenuhnya, Ethan! Masih ada harapan untukmu. Biarkan kami membantumu menemukan jalanmu yang hilang." seru Sir Roland dengan suara tegas.
Serangan tombak es yang datang tak terduga membuat Ethan terkejut. Dia dengan cepat menghindarinya, mengerti bahwa musuh baru telah muncul di medan pertempuran. Dia menoleh ke arah asal serangan tersebut, mencari tahu siapa yang berada di baliknya.
Ethan langsung menyadari siapa yang melemparkan tombak es, dia melihat ada seseorang yang penuh dengan amarah, dia adalah GLACIUS, salah satu pemimpin wilayah tersebut.
__ADS_1
Glacius dengan amarah yang membara di matanya, telah memutuskan untuk membunuh Ethan sebagai balasan atas kematian Ignis, sahabatnya.
"Jika kau ingin menghadapiku, maka bersiaplah menerima akibatnya." Ethan menatap Glacius dengan tatapan yang penuh tantangan.
"Kau akan membayar atas nyawa Ignis, Ethan! Aku akan menghancurkanmu dan membalaskan dendam sahabatku!" seru Glacius dengan suara bergema
Ethan menyadari bahwa tidak hanya pasukan Veridion dan Artemis yang menentangnya, tetapi sekarang dia juga harus menghadapi kekuatan dahsyat Glacius. Di hadapannya berdiri pemimpin wilayah es yang memiliki kendali atas elemen es, dan niat membunuhnya membara dalam matanya.
Sir Roland, Artemis, dan pasukan Veridion menyaksikan dengan penuh perhatian pertarungan yang akan datang. Mereka tahu bahwa konsekuensi dari pertarungan ini akan menentukan takdir mereka dan masa depan Medan ini.
Glacius mengayunkan tombak esnya dengan kecepatan yang mengejutkan. Serangan es yang tajam menghujani Ethan, tetapi dengan refleks yang cepat, dia berhasil menghindari sebagian besar serangan itu. Tubuh Ethan terbungkus oleh aura gelap yang melindunginya.
Glacius menghentakkan tongkatnya ke tanah, memanggil es dari sekitarnya untuk membentuk perisai pelindung di sekelilingnya. Dia menghunus pedang esnya dan meluncur maju dengan kecepatan yang menakjubkan. Serangan-serangan es yang mematikan terus dilontarkan ke arah Ethan, tetapi Ethan dengan keahlian bertarungnya yang telah terlatih, menghindar dan membalas serangan dengan kekuatan gelap yang mematikan.
__ADS_1
Pertempuran antara Ethan dan Glacius berlangsung sengit. Kekuatan mereka saling beradu, menghasilkan ledakan energi yang memecah hutan di sekitarnya. Pasukan Veridion, Artemis dan Sir Roland, meskipun terkejut dengan kedatangan Glacius, tetap berdiri teguh, memperhatikan pertarungan yang menentukan ini.