
Han Suqi lalu pergi begitu saja, meninggalkan mereka semua.
ini sudah hampir pagi, mereka mereka semua tidak ada yg bisa tidur. keenam orang itu tidak ada yg ingin beranjak dari tempatnya sebelum mendapatkan kabar hasil operasi Jungkook.
namun ponsel J-Hope tiba-tiba berdering, ia sedikit menjauh ke tempat yg sepi.
ia sudah menduga bahwa itu Hanbi. wanita itu pasti sudah mendengar apa yg terjadi. berita itu memang menyebar dengan sangat cepat.
satu jam setelah kecelakaan itu terjadi, semua sudah tersiar di berita utama.
Hanbi sebenarnya sudah menelpon J-Hope dari tadi untuk menanyakan keadaan Jungkook.
Hanbi menangis hiteris bahkan sampai matanya sudah bengkak.
J-Hope bahkan tak perlu mendengar pertanyaan Hanbi, cukup dengan mendengar suara tangisan Hanbi, J-Hope sudah paham apa yg ingin di dengar Hanbi.
"belum keluar, masih dalam ruang operasi"
ucap J-Hope saat menempelkan ponsel itu ke telinga nya.
Lagi, ia hanya mendengar suara tangis Hanbi yg tengah menangis. J-Hope tahu, Hanbi sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
"Tenangkan diri mu, jika kau di sini dan menangis seperti itu, aku akan menarik perhatian" ia menasehati Hanbi, yg sebenarnya mustahil untuk bisa di suruh diam.
"ak-ak..., aku cuma—"
"diluar banyak sekali wartawan. sepertinya ini akan sulit untukmu bisa sampai ke sini, karna kami pun di larang untuk keluar." J-Hope menyampaikan kekhawatiran nya.
"tapi aku akan membantu mu. katakan saja jika kau sudah sampai."
"Go-gomawo, oppa"
J-Hope bernafas lega. Sesaat kemudian perhatiannya teralih pada sebuah suara keributan.
Diluar hujan.
para wartawan yg awalnya memenuhi area depan rumah sakit pada akhirnya berlari untuk mencari tempat teduh.
mereka sudah menyerah untuk memohon kepada penjaga agar di biarkan masuk ke teras depan rumah sakit saja. setidaknya, para wartawan itu ingin meminta klarifikasi satu atau dua kalimat saja dari pihak agensi.
Namun ternyata agensi belum mau buka keterangan apa pun.
Hanbi mendapat pesan bahwa operasi Jungkook sudah selesai.
__ADS_1
itu kabar yg seharusnya melegakan, tetapi menjadi tidak melegakan karna kondisi pria itu masih kritis. Jungkook mengalami koma.
pendarahan di kepala yg luar biasa membuat Jungkook nyaris tidak tertolong. bahkan dokter yg mengoperasi nya juga sudah meminta keluarga bersiap dengan kemungkinan buruk.
Sebab, keadaan Jungkook memang sangat parah, dan kemungkinan buruk bisa terjadi kapan saja.
Hanbi berusaha masuk lewat pintu belakang atas intruksi J-Hope. pria itu memberitahu Hanbi jalan untuk menuju area ruang operasi Jungkook, area yg sangat di jaga ketat.
wanita itu sudah berhasil masuk ke dalam rumah sakit, tapi tidak berhasil untuk menuju ke area ruang operasi.
karna pintunya benar-benar dijaga ketat oleh bodyguard. Hanbi sudah memohon untuk masuk, tetapi tidak di izinkan.
"kumohon, aku teman dekatnya" pinta Hanbi di sela tangis nya
"maaf nona, tapi intruksi mengatakan bawah sekarang kami tidak boleh memasukkan siapa pun selain keluarga dan rekan seprofesi nya"
Hanbi semakin mengais "kumohon, aku hanya ingin melihat–"
"maaf nona, tidak bisa"
***
__ADS_1