
Jungkook terus menyetir sambil menatap wajah Hanbi
"kenapa kau belum tidur? sekarang sudah larut malam"
"YA! seharusnya aku yg bertanya kenapa kau tidak tidur? apa yg kau lakukan menyetir di tengah malam begini?"
"aku baru saja mengunjungi rumah teman untuk mengambil barang ku"
Jungkook membelokkan setir mobilnya pada perempatan jalan, membuat otot tangan Jungkook makin jelas dan mengeluarkan uratnya juga.
Hanbi menelan ludahnya sendiri kala melihat pemandangan seperti itu.
Jungkook benar-benar membentuk otot-otot nya dengan sempurna.
"mengapa harus mengambilnya malam-malam begini? kan besok bisa"
Jungkook terkekeh sambil mengusap belakang kepalanya
"karna ini penting. jadi aku harus mengambilnya sendiri. temanku juga sibuk dia jarang ada di rumah, jadi ini satu-satunya kesempatan"
"penting? memangnya menggambil apa?" Hanbi penasaran
Jungkook mendadak salah tingkah
"hmm...ah tidak, ini bukan apa-apa. ini urusan pria"
Hanbi makin penasaran "apa itu?"
__ADS_1
Jungkook meniup poninya
"kau tidak perlu tau. sudah ya, besok kita lanjutkan lagi. aku mau fokus menyetir dan sebaiknya kau tidur sekarang" Jungkook menaikan satu tangan nya untuk melambai.
Sebenarnya Hanbi ingin protes. tapi setelah melihat Jungkook melambaikan tangannya. Hanbi langsung tersenyum.
bagaimana tidak, Hanbi bisa melihat jelas gelang pemberian nya masih terpasang di sana.
itu memberikan sensasi kehangatan tersendiri bagi Hanbi.
Pada akhirnya Hanbi menarik senyum lebar dan melambai, memperlihatkan gelang miliknya juga.
Jungkook pun tersenyum. sebelum pria itu memutuskan sambungannya, ia sempat berkata "neomu saranghae, Hanbi-ya"
Panggilan mereka pun terputus.
satu tangan nya bergerak menyentuh tombol radio.
Kebetulan sekali lagu yg terputar adalah lagu magic shop.
Jungkook tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bernyanyi. sepanjang jalan, ia membayangkan sebuah khayalan yg indah tentang hidupnya nanti, tentang harapan masa depannya, tentang harapannya dengan Hanbi.
Sambil bernyanyi, Jungkook merogoh saku jaketnya, sementara satu tangannya lagi memegang setir.
ia mengeluarkan sebuah benda dari saku tersebut. sebuah kotak beledu warna merah marun yg membuat Jungkook tidak bisa berganti Manahan senyum. terlebih saat Jungkook membuka benda itu dan melihat isinya.
Sebuah cincin emas putus yg cantik.
__ADS_1
Untuk Hanbi.
Ini akan sangat pas di jari Hanbi. Jungkook yakin dengan hal itu.
ia hanya perlu menunggu waktu yg tepat saja untuk memberikan ini dan memasangkannya ke jari Hanbi.
Setidaknya ini adalah bukti bahwa ia sangat serius dengan wanita itu.
Jungkook menghela nafas, mendengarkan lagu magic shop yg masih terputar. pikiran pria itu seketika melayang.
tiba-tiba saja ia membayangkan Hanbi yg sedang mengenakan gaun pengantin putih, lalu wanita itu berjalan ke arahnya.
Jungkook membayangkan betapa cantiknya wajah Hanbi saat ia membuka tudung putih indah yg menutupi wajah Hanbi.
Jantungnya ikut berdebar saat membayangkan dirinya dan Hanbi tengah bertukar cincin.
Bukankah itu indah?
"So show me,l'll show you. So show me..."
Jungkook berhenti bernyanyi saat merasa ada yg salah dengan mobilnya. ada bunyi aneh yg berasal dari bannya. Jungkook langsung berpikir bahwa ia mungkin telah melindas sesuatu dan menyangkut di banya.
Sayangnya, saat ini Jungkook tengah berada di jalan yg cukup luas dan melaju dangan kecepatan tinggi.
pria itu berusaha menginjak rem sekuat tenaga saat melihat para pekerja perbaikan jalan yg berada beberapa meter di depan mobilnya.
Jungkook pun memutar mobilnya kesamping agar tidak menabrak para pekerja tersebut.
__ADS_1