
Jungkook sedikit menundukkan kepalanya agar wanita itu bisa membukanya dengan mudah. Wanita itu mulai membuka topi Jungkook.
setelah membuka topi, ia mulai mumbuka masker Jungkook.
Tangannya bergerak menuju belakang telinga Jungkook untuk mencari tali pengait masker tersebut.
Baru di buka setengah, tanpa di duga Jungkook menahan tangan wanita itu.
pria itu lalu menatapnya dengan tatapan serius.
"Hanbi-ya aku minta maaf atas kejadian itu. apakah kau masih mau memaaf kan ku?" ucap jungkook dengan tatapan penuh penyesalan.
Sebenarnya, Jungkook tahu Hanbi tidak akan bisa marah padanya.
Buktinya saat ini Hanbi masih gugup ketika berhadapan dengannya.
Ini juga salah satu alasan Jungkook tidak terlalu mengekspos kapan ia kembali, tanggal berapa, hari apa dan jam berapa.
Sebab jika Hanbi tahu, bisa di pastikan wanita itu tidak mesuk kerja hari ini.
Hanbi menarik tangannya dari genggaman tangan Jungkook.
"aku sedang bekerja. Tolong jangan menyulitkan ku"
"aku hanya ingin mendengar bahwa kau sudah memaafkan ku" Jungkook bersikeras
"aku sudah bilang bahwa aku sudah memaaf kan mu. jangan di ungkit-ungkit lagi"
Hanbi lalu mengarahkan alat pendeteksi wajah ke arah Jungkook dengan segera.
Ia kembali ke mesin pengecekan paspor, dan mengerjakan semuanya dengan cepat. Sampai akhirnya Hanbi menyodorkan kembali paspor Jungkook
"ini sudah selesai"
__ADS_1
Jungkook mengambil paspor itu dengan kecewa.
Ia tau Hanbi belum memaafkannya dengan tulus, jadi Jungkook belum beranjak sama sekali dari tempatnya.
"jadi bisakah kita bertemu lagi setelah ini" tanya Jungkook
"aku lembur sampai malam hari ini" jawab Hanbi tanpa menatap Jungkook
"aku akan menunggumu sampai selesai"
Hanbi menarik nafas panjang, lalu menatap Jungkook lagi.
Sepertinya sudah waktunya memperbaiki masalah yg ada dalam hubungan mereka belakangan
"baiklah password nya masih sama" ucap Hanbi akhirnya.
Itu adalah pertanda baik. Artinya, wanita itu memberi Jungkook izin untuk menunggunya di apartemen sederhana milik Hanbi.
Barulah kini Jungkook bisa menarik senyum yg lebih lega.
Jam 5 sore
Sebenarnya Hanbi tidak benar-benar lembur.
Jam kerja bandaranya sudah selesai saat sore hari.
Namun ia sangat malas pulang dan juga sudah berjanji kepada temannya untuk menggantikannya bekerja di caffe.
Hanbi sudah terlanjur berjanji jadi tidak bisa di batalkan.
Semenjak lulus kuliah lalu terjun ke dunia kerja, Hanbi selalu hidup mandiri.
Ia tidak tinggal bersama bibinya lagi dan hanya sesekali berkunjung ke kediaman sang bibi.
__ADS_1
Pada tahun pertama Hanbi lulus kulia, ia sempat mengalami masa sulit dalam mencari pekerjaan.
Hanbi sempat mendapat penawaran untuk terjun kembali ke dunia hiburan.
Tapi ia merasa tidak begitu nyaman disana.
Ia ingin hidup biasa-biasa saja dan tidak ingin terlalu manjadi sorotan kamera seperti beberapa tahun lalu.
"permisi, aku mau pesan vanilla latte satu"
tiba-tiba Hanbi menghentikan aktivitas nya yg sedang mengelap gelas.
Ia segera melayani pembeli tersebut.
Ia langsung mengambil vanilla latte pesanan wanita tersebut dengan sopan.
setelah pembeli itu selesai membayar, Hanbi langsung menarik nafas lega.
Tak lama sesudah itu, ponsel Hanbi berdering.
Ia langsung menggigit bibir bawahnya karena yg menelpon adalah Jungkook.
Lebih dari 3 ponsel Hanbi berdering tapi ia tidak mengangkatnya.
alasannya adalah ia tak ingin mendengar suara Jungkook.
Tak lama setelah ponsel itu berdering, muncul lah sebuah pesan
đź’ŚCookie
"kita bertemu di bandara pagi ini. itu artinya kau masuk pagi hari ini. jika masuk pagi aturannya sore kau sudah pulang.
tapi sekarang sudah jam 9 malam.
__ADS_1
apakah kau beneran lembur?"