
Hanbi meremas-remas tangannya.
Sakin gugupnya ia bahkan sampai berkeringat dingin.
"me-menurutku..., waktunya tidak tepat. keluargaku lebih tertutup jika ada acar seperti ini. jadi, kurasa lain kali saja."
Jungkook mengerutkan keningnya, bohong jika ia tidak curiga dengan Hanbi.
namun, alih-alih bertanya ia malah mengambilkan tisu untuk mengelap keringat Hanbi.
"iya, tenang saja. aku hanya bercanda" ucap Jungkook dengan tersenyum sambil mengusap keringat Hanbi.
Pipi Hanbi tiba-tiba memerah sendiri. ia jadi malu dan gugup.
Jungkook jadi merasa gemas dengan tingkah Hanbi yg tengah malu dan gugup tersebut.
pria itu melirik jam tangannya.
"ayo, aku akan mengantar mu pulang, sekalian mengambil semua barangmu, lalu ku antar ke stasiun."
Jungkook mulai memakai masker dan jaketnya, karna mereka akan keluar dari caffe.
Hanbi juga langsung memakai jaketnya
"kenapa repot-repot mengantarku"
"apa tidak boleh mengantar pacarku sendiri"
mendengar itu, Hanbi menjadi salah tingkah.
"ak-aku hanya..., aku hanya menghawatirkan jadwalmu. besok bukannya cukup padat?"
Jungkook mendekati Hanbi dan menaikkan tudung jaketnya, supaya pacarnya tersebut merasa hangat.
Ia tersenyum puas melihat Hanbi yg lebih pendek darinya.
Tampak seperti seorang anak kecil yg mengemaskan.
__ADS_1
"memang apa hubungannya?"
satu jari Jungkook beralih menekan hidung Hanbi.
"kau itu energi ku Hanbi-ya, jadi aku harus bersamamu selagi bisa"
Hanbi benar-benar kehabisan kata-kata.
JAM 21:30 MALAM
Hanbi sudah siap masuk ke stasiun sambil membawa tas ransel nya.
Ia dan Jungkook pun sengaja berhenti di tempat yg agak jauh dari pusat keramaian stasiun, tentu saja karna mereka tidak ingin ketahuan dan menjadi pusat perhatian.
Jika bisa, Jungkook sangat ingin masuk kedalam dan mengantar Hanbi.
setidaknya sampai Hanbi mendapatkan kursi yg nyaman di kereta.
Tapi Hanbi melarangnya karna terlalu beresiko.
ini adalah akhir pekan dan stasiun sangat ramai.
Jadi meski Jungkook menyamar memakai topi dan maskerpun, tatap akan berpotensi untuk di kenali.
"Kabari aku jika sudah mendapat kursi yg nyaman, oke" Jungkook memegang kedua bahu Hanbi. Menatap Hanbi bagaikan seorang ayah yg tengah menasehati anak nya.
"iya." Hanbi mengangguk
"kabari aku jika sudah sampai"
"iya"
"kabari aku jika sudah bertemu saudara yg menjemputmu di sana"
"iya"
"Dan, kabari aku juga jika sudah sampai di rumah dan berkumpul bersama keluarga"
__ADS_1
"iyaaaaaaaa" ucap Hanbi memanjangkan nadanya agar Jungkook puas.
Jungkook terkekeh "nah. itu baru pacar ku"
Hanbi tidak menjawab, hanya melirik Jungkook sesekali.
Ia pun mendadak cemberut.
"Jungkook-ahh"
"hmmm, kenapa? kenapa kau cemberut?"
Hanbi bingung. Ia sendiri tak tau cara menyampaikannya. tapi, jika tidak di sampaikan, ia justru tidak tenang.
"besok, jadwal BTS itu kan bersama Blackpink, kalian ada iklan maskapai bersama kan?" Hanbi bertanya dengan hati-hati.
"benar, memangnya kenapa?"
"apa itu artinya kau akan bertemu dengan Lisa?"
Jungkook mengangguk tegas.
"Tentu saja. aku juga akan berpasangan dengannya menjadi main visual. kubaca narasinya, kami akan berakting seperti sepasang kekasih yg sedang berlibur bersama dan bingung memilih maskapai."
seketika Hanbi makin cemberut. ekspresi cemburunya tidak bisa disembunyikan lebih lama.
"Oh, begitu. yasudah" Jawab Hanbi, lalu bersiap untuk pergi.
Namum dengan cepat Jungkook menahannya
"eh, eh, eh kenapa kau buru-buru sekali?"
Hanbi melepaskan tangan jungkook, masih dengan ekspresi cemberut.
2 detik setelahnya Jungkook tertawa
"hahaha astaga, begitu saja cemberut. aku hanya bercanda."
__ADS_1
Jungkook memegang bahu Hanbi lagi, mengarahkan agar wanita itu menghadapnya
"aku hanya bercanda, Hanbi-ya"