
ketika eryk berjalan menuju britania school ia tidak sengaja melihat di gang sempit ada preman sedang mengganggu seorang wanita dengan rasa ingin menyelamatkan, eryk menghampiri preman itu dan terjadi pertengkaran diantara mereka eryk mengeluarkam kekuatan nya yang bernama wind nature yang membuat preman preman itu terlempar, karena preman itu merasa tidak dapat melawan akhir mereka nelarikan diri dan sempat berkata"kami akan balas dendam nanti"teriak mereka, setelah menghajar preman itu eryk menghampiri wanita iu dan menanyakan "apakah engkau baik baik sana", wanita itu menjawab dia baik saja dia memperkenalkan namanya adalah stevani dan dia juga adalah murid baru dibritania school
Eryk menatap Stevani dengan penuh kekhawatiran
setelah pertengkaran dengan para preman tadi. Dia senang mengetahui bahwa wanita itu tidak terluka.
"Terima kasih Tuhan, kamu baik-baik saja," ucap Eryk lega. "Aku khawatir melihat mereka mengganggumu. Apa mereka sering mengganggu orang seperti ini di sekitar Britania School?"
Stevani menggelengkan kepalanya. "Tidak, sebenarnya ini pertama kalinya aku menghadapi mereka. Aku baru saja pindah ke sini dan tidak terlalu mengenal daerah sekitar. Terima kasih telah membantuku tadi."
Eryk tersenyum. "Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak tahan melihat seseorang diperlakukan dengan buruk. Aku bernama Eryk, dan aku juga seorang murid baru di Britania School. Apa kamu juga akan masuk ke sana?"
__ADS_1
Stevani mengangguk. "Ya, benar. Aku sangat senang bertemu denganmu, Eryk. Rupanya nasib mempertemukan kita di sini. Apakah kamu juga memiliki kekuatan khusus?"
Eryk sedikit terkejut oleh pertanyaan Stevani. Tidak banyak orang yang mengetahui tentang kekuatannya. Namun, dia merasa bahwa dia bisa percaya pada Stevani.
"Iya, aku memiliki kekuatan yang disebut Wind Nature. Aku dapat mengendalikan dan memanipulasi angin. Ini adalah salah satu alasan mengapa aku memutuskan untuk masuk ke Britania School, tempat di mana aku dapat mengembangkan kemampuan ini," jelas Eryk.
Stevani tampak terkesan. "Wow, itu sangat menarik! Aku tidak tahu bahwa Britania School adalah tempat untuk orang-orang seperti kita. Aku juga memiliki kekuatan, tetapi aku belum sepenuhnya menguasainya. Kekuatanku berkaitan dengan tanaman dan alam."
Keduanya melanjutkan perjalanan menuju Britania School sambil berbicara dan berbagi cerita tentang kekuatan mereka. Mereka merasa semakin yakin bahwa keputusan mereka untuk masuk ke sekolah ini adalah langkah yang tepat.
Tiba di gerbang Britania School, Eryk dan Stevani melihat keramaian dan kehidupan di sekitar mereka. Ada murid-murid yang berlalu-lalang, beberapa berlatih menggunakan kekuatan mereka, dan suasana yang penuh semangat.
__ADS_1
Setelah memasuki Britania School, Eryk mulai merasa ragu-ragu tentang memamerkan kekuatan khususnya. Meskipun dia bangga dengan kemampuannya, dia juga khawatir bahwa itu akan menarik terlalu banyak perhatian atau bahkan membuatnya menjadi sasaran.
Eryk memikirkan keputusan ini secara mendalam. Dia ingin menjalani kehidupan yang normal di sekolah dan fokus pada pembelajaran. Jadi, dia memutuskan untuk menjadi murid biasa saja, tidak menonjolkan kekuatannya kepada siapapun.
Setelah beberapa waktu, Eryk memutuskan untuk berbicara dengan Stevani tentang keputusannya. Mereka duduk di bangku taman sekolah, dengan matahari terik menyinari mereka.
"Eryk, aku mengerti kekhawatiranmu," ucap Stevani dengan penuh pengertian. "Kita berdua ingin hidup normal di sini, dan aku menghormati keputusanmu. Aku tidak akan mengatakan kepada siapa pun tentang kekuatan khususmu."
Eryk tersenyum lega. "Terima kasih, Stevani. Aku tahu bahwa aku bisa mempercayaimu. Kita masih bisa saling mendukung dalam perjalanan ini, meskipun kita memilih untuk tidak menonjolkan kekuatan kita."
Setelah mengatakan itu mereka pergi ke tempat pendaftaran murid baru dan mereka mendaftar dan untuk menjadi murid resmi disini murid baru harus menghadapu ujian. Dan setelah mendaftar mulai lah mereka menghadapi ujian.
__ADS_1