
...Ruang Makan keluarga Boreas...
Dihari yang gelap sebuah keluarga makan bersama dibawah lampu remang remang, keluarga itu terdiri dari satu pasangan suami istri dan anak laki lakinya dan keluarga itu disebut dengan keluarga Boreas yang merupakan nama keluarga dari Eryk.
Eryk selesai makan dan langsung pergi menuju kamarnya dengan hati kecewa.
Sedangkan orang tuanya masih mengobrol membahas tentang rapat dibalai desa tadi.
"apa yang dibicarakan tadi dibalai desa ayah?", sean atau ibu eryk mulai bertanya ke loid atau ayah eryk.
"tadi disaat ayah ingin mencari kepala desa ayah dicegat oleh salah seorang teman ayah, dia mengatakan bahwa sanya seluruh ksatria didesa berkumpul dibalai desa, dan katanya itu darurat, jadi ayah langsung kebalai desa dan kepala desa lah yang memimpin rapat tersebut", kata loid ke sean.
"dan dirapat itu menjelaskan bahwa ada kabar yang mengatakan monster-monster mulai berkeliaran ditempat-tempat disekitar kekaisaran, memang sih didesa grifton belum ada monster yang keluar, jadi kepala desa memerintahkan untuk para ksatria didesa untuk melakukan patroli rutin mulai sekarang terutama dimalam hari".lanjut loid ke sean.
"kenapa ya monster monster mulai keluar lagi ya?, padahal kekaisaran ini jau dari tempat sarang monster. " tanya sean keloid.
"mungkin karena ada yang menggangu habitatnya, tapi sudah lama ya sejak terakhir kali kita melawan monster, sejak pindah kekaisaran ini kita tidak pernah bertemu atau membunuh monster lagi" kata loid dengan wajah seperti bernostalgia.
"iya sudah sangat lama sejak kita tidak berpetualang lagi" kata sean.
"ngomong-ngomong apa kata kepala desa tadi ketika ayah menyuruhnya datang kerumah?", lanjut sean ke loid.
"ketika ayah mengatakan masalah eryk tadi wajah kepala desa seperti agak terkejut dan dia langsung mengiyakan untuk datang kerumah", jawab loid ke sean.
"semoga tidak terjadi apa apa terhadap eryk ya" kata sean dengan nada khawatir
"semoga saja, ayah sudah selesai makannya ayah akan pergi berpatroli dengan warga desa lainnya" kata loid ke sean.
Loid berdiri dan pergi kegudang untuk mengambil perlengkapan ksatrianya seperti pedang dan pelindung badannya,dan dia pergi setelah mengucapkan salam ke istrinya.
......................
...Sudut pandang Eryk....
Cahaya matahari masuk kekamarku melalui sela-sela lubang yang ada.
Dan ketika itu terjadi aku sudah terbangun dari tidurku, aku hanya melihat matahari itu dengan wajah yang putus asa ditambah dengan pikiran-pikiran negatif yang berkecamuk.
__ADS_1
'apa gunanya aku didunia ini jika seandainya aku tak bisa sihir', itu adalah salah satu kata kata yang keluar dari pikiranku dari banyaknya kata kata negatif lainnya.
"Eryk sarapannya sudah siap" panggil ibu.
Setelah aku mendengar panggilan itu, aku menuju ruang makan dan sarapan dengan ibu tapi anehnya aku tidak melihat ayah, biasanya ayah selalu sarapan bersama kami, karena tidak melihatnya akupu bertanya keibu.
"ayah kemana ibu?" tanya ku keibu.
"ayah pergi berpatroli dengan warga desa semalam?" jawab ibu.
"berpatroli kenapa?" tanyaku lagi.
"katanya monster sudah mulai berkeliaran disekitar kekaisaran dan kepala desa menyuruh ksatria dan warga untuk berpatroli" jawab ibu.
"owh"
Aku mulai memakan makanan yang telah dihidangkan.
Makanan itu berupa roti dengan campuran sayur-sayuran dan daging kering didalamnya mirip mirip dengan burger lah.
Ayah Berjalan menuju meja makan dan ibu menyambut kedatangan ayah dengan menawarinya makanan tapi karena ayah kelelahan dia menolaknya dan ingin pergi tidur, tapi ibu bertanya ke ayah kenapa ia pulang telat.
"seharusnya ayah tadi pulangnya lebih cepat tapi disaat kami ingin membubarkan diri tiba tiba ada monster, tapi monster itu mudah diatasi dan kamipun memutuskan untuk memperpanjang waktu patroli kami, dan kamu eryk untuk sekarang jangan pergi main jauh jauh ya", jelas ayah ke ibu sembari mengingatkanku.
Dan ayah pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan lalu pergi tidur.
Aku menyelesaikan sarapanku, dan tak berselang lama terdengar suara ketukan dari pintu depan aku disuruh ibu membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang karena ibu sedang membereskan meja makan.
Aku pun pergi kepintu depan dan membukakan pintu, dan ketika aku membukakan pintu terlihat seorang pria tua berhubah yang menutupi kepalanya, dengan janggut yang sudah berwarna putih .
"jadi kamu ya, anak yang disebut loid", kata orang tua itu.
Tak berselang lama ibu menghampiri kami dan ibu menyapa orang tua itu dan ternyata orang tua itu adalah kepala desa.
"kepala desa kenapa sangat cepat datangnya?" tanya ibu.
"saya sangat penasaran dengan kasus anak anda ini jadi saya datang lebih cepat dan jiak seandainua saya menggangu saya akan datang lagi nanti" jawab kepala desa.
__ADS_1
"anda tidak mengganggu sama sekali" ibu mengatakan itu dengan sambil menyuruh kepala desa masuk.
"dimana tuan loid?", tanya kepala desa ke ibu.
"setelah pulang dia langsung istirahat, apakah perlubsaya bangunkan", jawab ibu.
"tidak usah dia berpatroli semalaman penuh pasti dia kelelahan" kata kepala desa.
Dari cara ibu memperlakukannya sepertinya ia sangat dihormati.
"oh iya, aku belum memperkenalkan diri ke kamu ya kalau tidak salah nak eryk ya", kata kepala desa kepadaku.
"perkenalkan aku horit hinaria, aku kepala desa ditempat didesa grifton" lanjut kepala desa.
Akupun balik memperkenalkan diri dengan sopan walau dia sudah tau namaku.
"jadi ayo kita lihat dimana masalahnya," Kata kepala desa.
Lalu ibu menjelaskan kekepala desa apa yang terjadi dan atas permintaan kepala desa kami pergi keruang bawah tanah lagi dan kepala desa melihat libgkaran sihir yang dibuat ibu.
"lingkaran sihir ini tidak ada yang salah, nak eryk coba kamu berdiri ketempat tengah itu lingkaran sihir itu", kata kepala desa.
Aku mengiyakan perkataannya dan pergi ketengah lingkaran dan kepala desa mulai membacakan mantra-mantra sihir dan lingkaran bereaksi seperti sebelumnya dengan batu sihir yang tak mengeluarkan sinar apapun.
Dan setelah melihatnya, kepala desa lalu membuat lingkaran sihir yang baru dan menyuruhku berdiri ditengahnya, tapi ketika lingkaran sihir diaktifkan hasilnya pun juga sama
Dan ia mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut.
"aku telah melihatnya sepertinya eryk memilik dua kemungkinan, yang pertama ditubuhnya ia tidak mempunyai sihir". Kata kepala desa.
Setelah mendengar itu aku menjadi tambah putus asa dan wajahku tambah murung mataku mulai memerah ingin menjatuhkan air mata, lalu kepala desa melanjutkan perkataannya.
"dan yang keduanya adalah dia memiliki semua elemen atau jumlah sihir yang ada ditubuh eryk sangat besar", lanjut kepala desa.
Mendengar itu kemungkinan pertama aku lupakan, secercah harapan keluar,aku mulai semangat lagi
Dan tiba tiab kepala desa mengajakku pergi kerumahnya**.
__ADS_1