
"kemungkinan elemen yang dimiliki eryk lebih dari 5 sehingga lingkaran sihir tidak bisa mengidentifikasi".ujar kepala desa kepada ibuku.
"tidak mungkin, menemukan orang yang memiliki 3 elemen saja sangat sulit didunia ini apalagi sampai lebih dari lima!" kata ibu eryk dengan ekspresi terkejut.
"ya itu emang sulit dipercaya oleh karena itu aku ingin mengajak eryk kerumahku".
ucap kepala desa ke ibuku.
"kenapa kepala desa ingin membawa eryk?"
Tanya ibu eryk
"dirumahku aku punya lingkaran sihir yang bisa mengidentifikasi lebih dari lima elemen, jadi aku ingin mengecek eryk disana".
Jawab kepala desa
Lalu akupun pergi kerumah kepala desa setelah mendapat izin dari ibu.
Ibu sendiri tidak pergi karena entah kenapa kepala desa tidak mengizinkannya.
Diperjalanan kami berbincang-bincang.
"apakah kamu suka desa ini?". Tanya kepala desa kepadaku.
"iya". Jawabku dengan spontan.
"owh bagus lah kalau begitu", dengan sedikit tersenyum kapala desa mengatakan itu.
Lalu kepala desa mulai menceritakan sejarah desa ini kepadaku.
Dari pembicaraan dan cerita dia itu membuatku penasaran kepada kepala desa kenapa dia seakan sangat tahu tentang desa ini.
Aku tidak bisa membendung rasa penasaran ini dan langsung bertanya kekepala desa.
__ADS_1
"anu...kepala desa sudah berapa lama menjadi kepala desa disini?"
Tanyaku kekepala desa.
Tiba-tiba kepala desa itu tertawa entah kenapa, dan tiba-tiba dia mulai membuka penutup kepala yang dia tidak buka dari rumahku.
Dan betapa terkejutnnya aku ketika mengetahui bahwa dia adalah mahkluk yang memiliki telinga runcing yang berarti dia adalah ras elf. Aku hanya mengetahui ras elf dari buku yang pernahku baca saja,jadi aku sangat terkejut ketika melihat bahwa aku bisa melihat Elf sungguhan.
"jika kau bertanya kenapa aku sangat mengetahui sejarah desa ini?. Ini lah jawaban ku"
Ucap kepala desa kepadaku yang masih terkejut melihat fakta ini.
"sepertinya ibumu belum memberitahumu ya, jadi wajar saja kamu sangat terkejut melihatku ya", lanjut kepala desa.
Akupun mulai sadar dari keterkejutanku dan bertanya ke kepala desa.
"kepala desa sekarang berumur berapa?". Tanya ku dengan semangat.
Mendengar jawaban itu aku menjadi tambah terkejut lagi.
Denga umur segitu sudah berapa banyak fakta dunia yang sudah dia ketahui.
"kita sudah sampai", ujar kepala desa.
Aku melihat sebuah rumah dibawah pohon besar, aku disuruh masuk oleh kepala desa ke dalam rumahnya, didalam rumah pohon itu aku bisa melihat beberapa furniture seperti rumah biasa tapi lebih mewah mungkin karena dia adalah kepala desa.
Dan rumah ini memiliki tangga untuk keatas dan kebawah, kepala desa mengatakan kepadaku bahwa tangga yang mengarah keatas adalah kamarnya.
Aku diajak ketangga bawah oleh kepala desa, tangga bawah itu seperti ruangan bawah tanah.
Disana banyak rak-rak buku yang tersusun rapi ada juga meja untuk membaca.
Aku masih berjalan mengikuti kepala desa sampai disebuah rak buku.
__ADS_1
"disini tempatnya". Ujar kepala desa.
Dia mulai berjalan dan pergi ke salah satu sudut rak buku itu dan mendorongnya. Lalu terlihat lah sebuah pintu dibelakang rak buku itu.
Kepala desa membukanya dan tampak dari luar terlihat cahaya samar samar.
Akupun masuk bersama kepala desa, dan kepala desa mulai menjelaskan.
"jadi inilah lingkaran sihir yang bapak maksud", ucap kepala desa sambil melihat dan memeriksa lingkaran sihir
"sekarang kamu berdiri ditengah lingkaran itu".
Perintah kepala desa kepadaku.
Aku pergi dam berjalan menuju tengah lingkaran dan berdiri ditengahnya.
Dan anehnya dilingkaran sihir itu terdiri dari 4 batu elemen saja, tapi batu itu berbeda dengan batu yang sebelumnya.
"sudah siap!" ucap kepala desa.
"siaap". Jawab ku.
Dan kepala desa mulai menhucapkan mantra pengaktif lingkaran sihir.
Lingkaran sihir mulai bereaksi dengan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.
Mantra pun selesai dibacakan dan cahaya nya kembali lagi seperti semula yaitu redup
Tapi berbedanya disini adalah batu elemennya sekarang bercahaya, keempatnya mengeluarkan cahaya sesuai warnanya.
"Owh jadi sperti ini", ucap kepala desa yang membuatku penasaran.
"ada apa pak kepala desa". Tanyaku dengan persaan penasaran sekaligus khwatir.
__ADS_1