Aku Terlahir Kembali Di Dunia Sihir Dan Pedang

Aku Terlahir Kembali Di Dunia Sihir Dan Pedang
Chapter 4: Fakta pahit yang harus diterima


__ADS_3

Cahaya yang menyilaukan keluar dari lingkaran sihir, cahayanya menyinari seluruh ruangan bawah.Setelah beberapa saat cahayanya mulai meredup.


Ibu dan ayahku melihat kelingkaran sihir dengan wajah bingung.


"aneh sekali apakah ada yang salah" ujar ibu dengan wajah yang bingung.


"apa yang salah ibu?". Akupun bertanya karena penasaran dengan apa yang terjadi.


"seharusnya ada salah satu batu atau lebih yang bersinar, yang menunjukan elemenmu jenis apa",perjelas ibu padaku.


"apakah kamu tidak salah membuat lingkaran sihirnya?", tanya ayah ke ibu.


"seharusnya tidak, jika seandainya salah membuat lingkaran sihir, seharusnya lingkarannya tidak bereaksi seperti itu", perjelas ibu ke ayah.


"sepertinya ibu salah membaca mantranya, ayo kita ulangi sekali lagi!".


Ibu mulai membaca ulang mantranya, dan lingkaran sihir mulai mengeluarkan reaksi yang sama dengan sebelumnya.


Tapi setelah mantranya selesai dibacakan reaksinya pun juga sama dengan sebelumnya, batu elemen tidak menunjukan adanya reaksi.

__ADS_1


" apa yang salah ya?, ayo kita coba sekali lagi" ujar ibu.


Ibu mencoba lagi, sampai beberapa kali lagi tapi tidak ada apapun yang terjadi hasilnya juga sama.


"apakah eryk tidak punya sihir?". Ujar ayah, yang langsung membuatku terkejut.


"apa yang ayah katakan tidak mungkin itu terjadi" ibu langsung menjawab perkataan ayah.


Setelah mendengarnya, Wajahku langsung murung, pikiran aneh yang tadi sudah keluar sekarang makin mengkecamuk.


'apakah aku tidak bisa menggunakan sihir, lalu apa gunanya aku belajar membaca dan menulis sihir' pertanyaan seperti itu mulai keluar dipikiranku.


"ayah coba tanya kekepala desa mungkin dia tau sesuatu tentang ini" ujar ibu sambil menyuruh ayah pergi mencari kepala desa.


"ibu apakah aku tidak bisa menggunakan sihir?" tanyaku sambil melihat kebawah.


"kamu pasti bisa menggunakan sihir", ujar ibu menyemangatiku.


Kami keluar dari ruang bawah tanah dan menuju ruang tamu, aku duduk dikursi ruang tamu dengan wajah yang putus asa dan dengan pikiran yang kosong.

__ADS_1


"tenang saja ya eryk, kamu pasti bisa menggunakan sihir kok", ujar ibu untuk menyemangatiku.


"tapi kenapa ayah belum kembali ya?" kata ibu sambil melihat kepintu dengan wajah khawatir.


Sudah lama sejak ayah pergi meninggalkan rumah sejak tadi siang bahkan sekarang hari sudah mulai gelap padahal jarak antara desa dan rumah kami tidak jauh sekitaran 15 menit berjalan kaki.


ayah belum juga kembali ibu mulai khawatir makanpun malam sudah disiapkan,dan sekarang sudah waktu kami makan malam biasanya. Tiba tiba terdengar seperti ada orang yang berjalan kearah pintu rumah dan terdengar suara orang membuka pintu dan benar saja itu adalah ayah,ibu langsung menghampiri ayah.


"kenapa sangat lama perginya?" tanya ibu dengan wajah yang khawatir.


"maaf tadi ketika aku kebalai desa untuk mencari kepala desa, dan ternyata dibalai desa juga sedang terjadi perkumpulan penjaga desa dan aku juga harus ikut, itulah yang membuatku terlambat dan aku juga sudah meminta tolong kekepala desa dan dia akan datang besok siang katanya", jelas ayqh keibu yang khawatir.


"perkumpulan tentang apa?" tanya ibu ke ayah.


"nanti ya aku jelaskan sekarang ayo kita makan dulu, soalnya aku sudah lapar sekarang" kata ayah keibu.


Mereka berjalan menuju ruang makan dan kami akhirnya makan bersama, ayah juga meminta maaf atas perkataannya tadi, mungkin dia mengatakan itu karena wajahku yang murung dari tadi.


Setelah makan akupun pergi kekamarku meninggalkan orang tuaku yang sedang membahas tentang rapat yang ada dibalai desa.

__ADS_1


Tapi aku tidak tetarik sama sekali karena hatiku yang sedang berputus asa dan ketakutan yang menghinggap di dalam tubuhku.


Aku memasuki kamar dan langsung membaringkan diriku diatas ranjang dan akupun akahirnya tertidur.


__ADS_2