Aku Yang Tak Dianggap

Aku Yang Tak Dianggap
2M


__ADS_3

suasana tampak tegang Vera tetap berusaha bisa mengendalikan diri dan Mia berdiri di belakang Vera mengawasi Vera agar tidak terbawa emosi


"dea kamu jangan ikut campur" devano melarang dea untuk ikut campur karena devano tidak mau adik yang dia sayang mendapatkan masalah


"dea bukan mau ikut campur tapi apa yang di kata kan Vera benar" dea membuka suara dengan wajah serius hingga membuat orang terkejut melihat pengakuan dea dengan serius


"perusahaan V.R di pimpin oleh seorang gadis dan itu kamu" tuan alex melirik Vera tak percaya


"iya, dia buk Vera kartika ayu pemimpin perusahaan kami dan nama V.R di perusahaan itu adalah singkatan dari nama Vera" Mia maju selangkah dan menyakinkan mereka


"jadi selama ini saya sudah bertemu dengan pimpinan perusahaan V.R" devano terkejut tak percaya kalau orang yang ingin ia temui adalah pimpinan perusahaan V.R dan ternyata dia sudah bertemu dengan nya beberapa kali


"emangnya kalau dia pimpinan dari perusahaan V.R dia bisa seenaknya menampar saya" rara yang masih kesal kembali membuka suara


"saya rasa tamparan itu hadiah yang cocok untuk anda tuan putri rara" Mia menjawab rara dengan santai


rara ingin menampar rara tapi tangan nya di tahan devano


"jangan membuat keributan semakin panjang" devano menengur rara dan rara hanya bisa mengikuti perkataan devano


"kalau gitu ayo duduk dulu, dan maaf atas perlakuan kami yang tidak sopan" nyonya alex langsung meminta maaf dan dia juga dikenal dengan wanita yang lembut


"maaf tante saya harus pulang, dan juga tidak mengambil asih masalah tadi" Vera menolak ajakan nyonya alex dengan sopan


"sekali lagi maafkan atas ketidak sopanan kami" nyonya alex kembali mengulang


"udah ngak di pikir kan tante, Vera pamit pulang dulu" Vera memeluk nyonya alex dan pamit pulang


Vera berjalan membelalangi mereka dan berlalu semakin jauh


"makasih ya" Vera berterima kasih kepada Mia yang duduk di samping nya

__ADS_1


"untuk? " tanya Mia bingung


"kalau kalau tadi ngak ikut bicara munkin masalah nya akan semakin panjang" jawab Vera yang pandangan lurus kedepan


Mia hanya menatap Vera dengan bingung dan masih kurang mengerti dengan yang Vera bicarakan


"akan sulit bagi mereka percayalah apalagi keluarga Hutomo pasti sangat sulit, tapi karena kamu ikut bicara menyakinkan mereka maka mereka akan sedikit lebih mudah percaya meskipun antara ragu ragu untuk mengakuinya" Vera menjelaskan maksudnya


setelah mendengar penjelasan Vera, Mia meanggukan kecil kepala tanda bahwa iya paham, setelah itu suasana hening hingga sampai di rumah


Vera membaringkan tubuh di kasur dan memandang langit langit kamar nya


"rasa hidup ini kek kacau aja" gumam Vera yang masih memandang langit langit kamar nya


tak lama kemudian Vera mengambil HP nya dan melihat fhoto dirinya yang masih bayi dan di gendong oleh mamanya


"ma, Vera akui hidup tanpa dirimu sangat sulit dan bahkan hidup Vera terasa sangat kacau" Vera berbicara sambil menatap fhoto di layar HP nya


"apalagi papa tidak menginginkan Vera lagi saat mama sudah pergi" Vera kembali berbicara sendiri dan meneteskan air mata mengingat papanya yang memegang seperti tak menginginkan dirinya bahkan sebuah senyuman bangga atas dirinya tak pernah ia tunjukkan sedikitpun kepada Vera


...----------------...


Mia membuka gorden kamar Vera hingga membuat sinar matahari menyilaukan kan Vera hingga membuat Vera terbangun


"Mia kamu sengaja ya" Vera berbicara dengan suara yang masih parau


"ayo bangun, jangan lupa matanya jangan sampai bengkak" Mia berbicara kepada Vera dengan orang yang penuh semangat dan setelah itu Mia keluar dari kamar Vera. saat Vera menangis di malam hari Mia tau ia tak sengaja melihat nya dari sela sela pintu


"mata bengkak" Vera langsung meraba matanya dan mencari kaca


"untung nggak parah" Vera kembali bergumam setelah melihat matanya yang tidak terlalu bengkak

__ADS_1


Vera langsung bersiap siap untuk pergi ke kantor, ia turun dengan seragam memakai blazer yang senada dan duduk di kursi meja makan dan menyantap serapan pagi yang telah di sediakan pelayan bersama mia


"hari kak Vera ada jadwal pertemuan sama putra Alexandria membahas soal rencana kerja sama" Mia mengasih tau jadwal Vera hari ini


"malamnya? " tanya Vera langsung


"acara makan malam di restoran keluarga Alexandria" Mia kembali menjawab pertanyaan Vera dengan jadwal Vera nanti malam


Vera hanya bisa menghirup dan menghela nafas setelah mendengar jadwal nya yang bersangkutan dengan perusahaan Alexandria


"kak Vera, bukannya jika keluarga Hutomo sudah tau kalau kak Vera pimpinan dari perusahaan V.R pastinya di juga sudah tau kalau 7 bulan yang lalu kak Vera yang membantu nya saat perusahaan nya hampir bangkrut" Mia bertanya tanpa basa basi Vera yang dari tadi asik menyantap serapan pagi langsung melirik Mia


disisi lain Hutomo hanya banyak diam karena ia tak menyangkal bantuan 7bulan yang lalu itu dari Vera


"kamu masih mikirin Vera" tanya sania ikut duduk di samping suaminya


"kenapa dia mau bantu aku, sedangkan aku selalu ngak menanggapi dia" tuan Hutomo bertanya kepada istri nya


"mungkin mau ambil perhatian atau kasih sayang kamu" sania menjawab dengan santai sambil menyiapkan keperluan Hutomo bkeng kantor


"nanti jika sudah cukup aku akan menganti uang 2M itu, aku tidak mau dia mengasihani aku" Hutomo yang masih tak suka kepada anak nya berniat akan mengembalikan uang yang di kasih Vera dulu


"keputusan yang bagus" sania membalas perkataan Hutomo dan memberi nya dukungan


"rayhan udah siap? " tanya Hutomo kepada sania karena Hutomo menjalankan bisnisnya dengan putra satu satunya dan juga membimbing nya agar bisa mewariskan perusahaan itu nanti


"udah, dia sedang serapan sama rara di bawah" sania menjawab dan ia sudah selesai menyiapkan peralatan kantor Hutomo


𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙖𝙛𝙠𝙖𝙣 𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨


𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙎𝙀𝙇𝘼𝙇𝙐 𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒

__ADS_1


𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍 𝙎𝙀𝘾𝙍𝙀𝙏 𝙈_𝙈


𝙒𝘼𝙎𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈


__ADS_2