Aku Yang Tak Dianggap

Aku Yang Tak Dianggap
devano marah


__ADS_3

malam ini Vera sedang duduk di sofa sambil memandang laptop, besok Mia akan cuti


"kak semua urusan untuk sebulan kedepan sudah aku serahkan ke hanif dan ku rasa untuk satu bulan ini dia bisa meng Handel nya" Mia ikut duduk di samping Vera


"ok, kamu udah kemas kemas barang? " Vera bertanya


"udah , tinggal beberapa bawaan untuk di dalam tas aja lagi kak" Mia menjawab dengan tersenyum (Mia tersenyum itu karena dia menghargai Vera)


"ya udah, istirahat sana, besok perjalanan kamu lumayan lo" Vera menyuruh Mia untuk istirahat lebih dulu


Mia hanya menurut dan tidur lebih dulu, sedangkan Vera masih stay di depan laptop


"ok finis" Vera berbicara sendiri setelah pekerjaan nya selesai


Vera langsung ke kamar dan bersiap siap tidur, setelah merebahkan badan nya di kasur vera mengambil HP dan melihat beberapa berita hits


"wah, lumayan menakjubkan acara pertunangan kak devano dan rara jadi berita no satu" Vera berdecak remeh melihat berita itu


"daripada melihat berita kek ginian mending tidur " Vera mematikan HP nya dan langsung tidur


...****************...


malam sudah berganti dengan siang, Vera sudah siap siap untuk pergi mengantarkan Mia ke bandara


"ayo, sini aku bantu" Vera juga ikut menolong Mia membawa beberapa barang dalam tas sedang yang berat berat sudah di angkat duluan oleh sopir


"makasih ya kak" mia hanya bisa berterimakasih karena perhatian Vera membuat nya merasakan mempunyai seorang kakak


mereka masuk ke mobil dan menuju bandara, hanya 45 menit saja mereka sudah sampai di bandara


"hati hati ya, titip salam buat orang tua kamu" Vera melepas Mia untuk cuti


"iya kak, Mia pamit dulu" Mia langsung masuk ke ruang tunggu dan Vera pergi dari tempat ia berdiri sebelum nya


"buk apakah benar berita yang menyebar itu benar? " wartawan langsung menghampiri Vera, tanpa ragu Vera langsung melayani wartawan itu


"seseorang yang angkuh akan sulit menerima bantuan dari seseorang apalagi seseorang orang yang ia anggap musuh nya sendiri" Vera hanya mengatakan itu sambil menatap camera dan setelah menjawab ia langsung pergi ke dalam mobil


tidak butuh waktu lama hanya 30 menit setelah wartawan menanyakan hal itu, video Vera langsung sampai ke keluarga Hutomo dan keluarga Alexandria yang sedang berkumpul membahas acara pertunangan anak mereka

__ADS_1


"Vera ini semakin lama semakin kurang ajar" sania berbicara seakan ia tau kalau Vera memang seperti itu


"sabar ya sania, mungkin Vera kepancing emosi" nyonya alex menenangkan sani yang geram melihat Vera


"kamu tenang aja, setelah pertunangan rara dan devano selesai, aku akan menyelesaikan masalah ini dengan Vera" pak Hutomo juga ikut bicara agar keluarga Alexandria menanggapi kalau Vera sengaja ingin membuat ribut dengan mereka


"bukan Vera kepancing emosi, tapi Vera cuma menyampaikan yang benar saja" dea yang terkesan cuek berbicara dengan santai nya


"dea... " terus nyonya alex, sedang kan mereka hanya melirik dea karena ucapan nya barusan


"dea juga ngak salah, yang dea katakan itu juga fakta" dea berbicara agar mama dan papa nya yakin kalau bukan Vera yang mencari ribut duluan


"dea, kamu yang sopan Dikit napa? " devano memenuhi dea


"udah udah jangan marah" rara menenangkan devano sedang dea kesal melihat devano yang nurut dengan rara kek orang bucin


dea hanya diam dan mendengarkan rangkaian acara pertunangan devano dan rara, setelah selesai dea langsung menelpon Vera di depan mereka


"ver, nongkrong yuk" dea mengajak Vera nongkrong dan sengaja membesarkan suara nya ketika memanggil nama Vera hingga semua orang melirik nya


"ok, jam berapa dan dimana de? " tanya Vera di telpon


"maaf Vera dea sibuk, sekarang aku butuh dia sebelum acara tunangan" devano berbicara dengan Vera dan membatalkan rencana mereka nongkrong


"ooo oke" Vera menjawab dengan sedikit kikuk


setelah mematikan telpon devano memarahi dea


"kamu sengaja ingin bikin rusuh apa, jelas jelas sahabat kamu itu sudah bikin rusuh, apa kamu juga ingin membantu dia bikin rusuh" devano langsung memarahi dea dan semua melihat itu


"oo, gara gara ini kak devano mau marahi aku, itu kan urusan kalian dengan Vera bukan urusan ku, hubungan aku dengan Vera itu sangat baik kenapa harus ikut ikutan kalian" dea menjawab dengan nada kesal


"sudah sudah, jangan bikin malu" tuan alex langsung meninggikan suara agar devano dan dea berhenti bertengkar


"lagian yang punya masalah dengan Vera keluarga Hutomo bukan keluarga kita" dea tak berhenti bicara


"dea, sudah hentikan" mama dea langsung menyuruh dea berhenti dan dea langsung diam


setelah selesai keluarga Hutomo pulang

__ADS_1


"seperti dea dan Vera lumayan deket" sania berbicara


"iya, kek nya kita harus bikin dea dan Vera merenggang" reyhan menjawab dan mengusulkan ide


"cara nya gimana" tanya rara


sedangkan Hutomo hanya diam entah apa yang ia pikirkan


"pa, papa harus bikin perhitungan dengan Vera, berani berani nya dia membuat keluarga kita malu" rara ingin papa nya membuat Vera sengsara


"nanti papa akan bikin perhitungan dengan dia, kamu tenang aja" pak Hutomo berusaha membuatmu rara bahagia


"makasih ya pa" rara senang mendengar jawaban papanya


disisi lain Vera masuk ke perusahaan


"buk ada kiriman buat ibuk" seorang karian memberikan sebuah kotak kepada Vera


"dari siapa? " tanya Vera bingung


"dari seorang laki-laki buk, tapi dia tidak menyebutkan namanya dan baru pertama kali juga dia datang kesini" karyawan itu menjawab sehingga membuat Vera semakin penasaran


vera membawa kotak itu ke ruangan nya dan membuka nya


kotak itu berisi coklat dan beberapa makanan kesukaan Vera dan di hiasan oleh beberapa bunga dan lampu lampu, Vera menemukan sebuah kertas dan membaca nya


happy birthday day Vera๐Ÿ˜„ isi surat itu


"siapa yang ngirim ini, kok dia tau? " Vera bingung dan ingin melihat CCTV siapa pria itu


Vera pergi ke ruang CCTV dan melihat rekaman sebelum nya tapi sayang nya wajah laki-laki itu tidak terlihat karena ia memakai masker


๐™จ๐™š๐™ ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ช๐™ก๐™ช ๐™ ๐™–๐™ก๐™–๐™ช ๐™–๐™™๐™– ๐™ฉ๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™๐™–๐™ง๐™–๐™ฅ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™–๐™ ๐™ก๐™ช๐™ข๐™ž ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™ง๐™–๐™ฅ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™–๐™–๐™›๐™ ๐™–๐™ฃ


๐™…๐˜ผ๐™‰๐™‚๐˜ผ๐™‰ ๐™‡๐™๐™‹๐˜ผ ๐™‡๐™„๐™†๐™€, ๐™†๐™Š๐™ˆ๐™€๐™‰ ๐˜ฟ๐˜ผ๐™‰ ๐™๐™Š๐™‡๐™‡๐™Š๐™’ ๐™‰๐™”๐˜ผ ๐™”๐˜ผ


๐™Ž๐˜ผ๐™‡๐˜ผ๐™ˆ ๐˜ผ๐™๐™๐™ƒ๐™Š๐™ ๐™Ž๐™€๐˜พ๐™๐™€๐™ ๐™ˆ_๐™ˆ


๐™’๐˜ผ๐™Ž๐™Ž๐˜ผ๐™‡๐˜ผ๐™ˆ

__ADS_1


__ADS_2