
hidangan di meja makan sangat banyak menu menu yang istimewa berjejeran di meja persegi panjang itu
"ayo, mari langsung kita mulai aja" tian alex langsung mempersilahkan mereka untuk mencicipi masakan di rumah mereka
semuanya mulai makan, Vera mengambil sedikit nasi dan ayam panggang yang sangat mengiurkan dan Mia juga ikut mengambil nasi dan sambal yang ia suka
"gimana enak ngak? " tanya nyonya alex setelah melihat Vera dan Mia mencicipi nya
"enak tante, luar biasa" Vera memuji masakan itu dan Mia juga mengikuti dengan anggukan
"ayo di coba sayur yang aku bikin" rara mendorong mangkok sayur yang ia bikin sendiri saat tadi sero di rumah Alexandria
devano mengambil sayur itu dan mencoba masakan rara
"mmmm, enak" devano langsung memuji masakan rara dan melihat nya dengan senyuman kagum
"kalau gitu aku harus coba juga masakan calon menantu ku ono" tuan alex langsung mengambil sayur dan juga mencicipi nya
"ternyata benar benar enak, papa sangat suka ini" tuan alex memuji masakan rara dengan kagum
"ayo Vera, Mia, dea cicipi juga masakan rara" nyonya alex menyodorkan mangkok yang berisi sayur
Vera yang penasaran juga ikut mengambil nya dan diikuti Mia dan dea
"Mmm, rasanya lumayan" dea memberi respon kepada masakan rara
sedangkan Mia hanya tersenyum seperti terpaksa setelah mencoba sayuran itu
enak apanya masih enakan sayur yang kak Vera bikin Mia berbicara di dalam hati setelah mencicipi masakan
"kami permisi pulang dulu tante, om, kak semuanya" Vera pamit kesemuanya dan pergi
didalam mobil Mia mengomel ngomel sendiri, Vera yang melihat nya merasa heran
"kenapa ngomel ngomel sendiri? " tanya Vera heran
"itu si rara bisa bangat caper, males aja aku nengok nya kak di tambah lagi sayur ngak enak menurut aku" Mia meluapkan semua nya
"tapikan masi kamu makan sayur nya" Vera melirik Mia dengan canda
__ADS_1
"terpaksa, lama lama aku kek gini bisa pingsan aku" Mia kesal
Vera malah ketawa melihat wajah Mia yang tampak kesal karena memakan sayur rara yang asin
"tuan alex sama kak devano malah memuji sayur nya enak, sedangkan aku bersusah payah menelannya" Mia kembali mengomel sambil menyetir mobil
"kenapa aku ngak liat ya, kalau aku liat kamu susah payah nelannya pasti aku videoin" Vera berusaha menghibur Mia
"emang kalau di videoin bisa buat sayur nya jadi enak" Mia kembali kesal setelah mendengar ide vera
"aku viralin, biar kamu puas" Vera menjawab sambil tertawa
"tapi mungkin karena lidah ku udah biasa sama makanan enak masakan keluarga ku dan masakan kak Vera" Mia berbicara sambil fokus menyetir
"mungkin" Vera malah menjawab singkat
"btw kamu udah kenyang atau masih bisa makan" Vera kembali berbicara dan bertanya
"boro boro kenyang" Mia menjawab kesal
"gimana kalau kita pergi makan" Vera mengajak Mia untuk pergi makan
"dimana? " tanya Mia bingung
setelah beberapa menit Vera sampai ia membawa Mia ke sebuah tempat makan outdoor di tepi danau dan bisa bersantai sambil melihat indah nya lampu di malam hari di tepi danau
"ayo duduk aku udah pesan beberapa makanan" Vera mengajak Mia duduk di kursi yang dekat dengan danau
"lumayan sejuk" Mia kagum melihat suasana yang indah di tepi danau itu
"di seberang sana, itu yang ada pohon rindang, itu adalah tempat aku bersantai sendirian" Vera menunjuk seberang danau tempat biasa ia menyendiri sambil menikmati pemandangan
"pasti seru kalo duduk di sana" Mia terlihat bahagia
"pasti dong" Vera menjawab sambil bangga
makanan mereka datang dengan aroma yang sangat wangi yang membuat Mia tak sabar ingin mencicipi nya
"mm, satenya enak banget kak" Mia langsung memuji sate di depan nya sambil tersenyum karena benar benar senang
__ADS_1
"tentu dong, kalau masalah kuliner aku tau mana yang enak" Vera kembali berbicara dengan bangga
"apa malam ini boleh kita keliling kulineran" Mia bertanya sambil sibuk memakan sate nya
Vera menjentik kening Mia hingga Mia kaget
"sakit" Mia memandang Vera kesal karena menanggungnya
"besok kerja, mana mungkin keliling Kulineran malam ini" Vera mengingat kan kalau besok kerja
"skali skali boleh la" Mia berusaha menggoda Vera
"bawa pacar kamu aja, enak nya kulineran gini kita double date" Vera memberi ide gila nya
"sadarlah wahai kak Vera kalau kita ini kaum jomblo" Mia malah mengingat kan status mereka
"iya ya, ngak papa nanti jodoh datang sendiri" Vera malah fokus ke makanannya
"tau dari mana kak Vera kalau jodoh nya datang sendiri, barang kali kak Vera dulu yang harus mencari baru ketemu" Mia malah membuat Vera membulat kan matanya
"coba kamu lihat langit, nah hilal jodoh Vera ketika ayu udah mulai tampak berarti aku tak perlu lagi yang mencari nya" Vera melihat langit dan Mia ikut melihatnya sambil bingung sedangkan Vera tersenyum
"cuma makan sate kok bikin kak Vera mabuk" Mia malah ngomel melihat Vera
Vera hanya tertawa melihat Mia yang menggeleng geleng kan kepala nya karena lelah menghadapi Vera
"udah abis ayo bayar habis itu kita pulang" Mia bersiap siap ingin pulang
"ngak duduk di sini dulu" Vera menawarkan untuk tetap bersantai dengan candaan
"besok kerja, nanti malah masuk angin" Mia kini membalas dengan mengingat kan besok kerja sambil membulat kan matanya
Mia langsung membayar makan nya tapi di tahan Vera
"yang ngajak aku, berarti aku yang bayarin" Vera langsung memberi kan uang nya kepada penjual sate dan setelah selesai membayar nya mereka pulang dengan perut yang sudah kenyang
𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙖𝙛𝙠𝙖𝙣
𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙉𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒
__ADS_1
𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍 𝙎𝙀𝘾𝙍𝙀𝙏 𝙈_𝙈
𝙒𝘼𝙎𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈