
sampai dirumah Vera langsung memasak, ia diam seperti sedang badan mood
"kak Vera marah? " tanya Mia menyusul Vera
Vera hanya menjawab dengan menggeleng kan kepala nya saja
"maaf kan Mia kak, karena kerja sama nya batal" Mia merasa bersalah
"jika aku meneruskan kerja sama itu mungkin dia akan berprilaku semena nya sama yang lain bisa bisa nya dia juga akan berprilaku semena mena nya sama aku nanti, jadi aku tidak merasa rugi membatalkan kerja sama ini dan kamu jangan merasa bersalah" Vera mencoba menenangkan Mia karena ia merasa Vera marah karena kerja sama yang batal
"terus kak Vera bad mood kenapa? " tanya Mia melirik Vera
"aku cuman keaal aja sama rara, kek nya dia sengaja membuat aku agar cemburu atau risih melihat mereka berdua, dari tadi dia sengaja pamaer kemesraan depan aku tapi aku tidak menggubris nya" Vera menjelaskan kenapa ia bad mood
"Mia tau kalau kak Vera masih suka sama kak devano" Mia berbicara santai sambil mengambil air dan meminum nya
"tentu, aku menunggu nya, tapi kurasa salah mana mungkin dia akan menunggu orang yang sudah 5 tahun menghilang" Vera menjawab perkataan Mia
"oh ya kak, tadi ada undangan dari perusahaan Alexandria nanti malam ada acara pesta ulang tahun tuan devano putra sulung keluarga Alexandria" Mia melihat undangan pesta ulang tahun itu
Vera hanya diam melihat undangan itu sedangkan Mia pergi dari dapur meninggal Vera sendirian, dan Vera bingung harus pergi atau tidak
"seperti nya mereka belum tau kalau kak Vera pemimpin perusahaan V. R" teriak Mia dari ruang tamu yang tidak berjauhan dari dapur
Vera hanya membuang nafasnya kasar
"kenapa acara nya mendadak gini" tanya Vera sambil mendekati Mia yang duduk di atas sofa sambil memijat bahu nya
"undangan nya sudah 2 hari yang lalu, tapi karyawan kita yang menerima undangan meletakkan nya di atas meja kak Vera dan kakak ngak nengok nya, untung aku tau sebelum acara itu di laksanakan" Mia menjelaskan
"ooo yaudah, aku mau kekamar dulu mending kamu istirahat aja kalau lapar makanan ada di dapur" Vera pergi ke kamar nya dan meninggal moa sendirian di ruang tamu
"jangan sampai galau berat karena cinta kak" teriak Mia sedikit kecil saat Vera pergi dan Vera membalas nya dengan sinis tapi Mia malah tertawa
__ADS_1
...****************...
hari pesta ulang tahun tuan devano tampak meriah dengan datang nya keluarga hutomo dan tamu undangan yang banyak dari kelas atas
disisi lain Vera memutuskan untuk pergi menghadiri acara itu sebagi rasa hormat nya kepada keluarga Alexandria di tambah sahabat nya dea juga dari keluarga Alexandria
gaun yang Vera pakai dengan jilbab senada dan high heels yang berwarna biru muda seperti kaca
"ayo" Vera berjalan sambil membawa paper bag yang berisi sebuah hadiah untuk tuan devano
Mia mengikuti Vera dan masuk ke mobil untuk berangkat
"btw aku cantik ngak kak" tanya Mia memecahkan keheningan
"cantik" jawab Vera serius
"mana cantikan aku dari pada kak Vera? " tanya Mia usil
saat lihat Vera Mia merasa gugup karena ia hanya bercanda tapi di lirik Vera bikin ia kikuk, Mia memilih diam sepanjang perjalanan karena ia takut gugup lagi di lirik oleh Vera
saat sampai tujuan Vera dan Mia turun dan di sambut beberapa pelayan dan di persilahkan masuk dengan syarat menunjukkan kartu undangan
setelah mereka mencek undangan Vera mereka mempersilahkan Vera masuk, saat berjalan Vera melihat keluarga hutomo yang sedang berbincang hangat dengan keluarga Alexandria, Vera memilih duduk dan memberikan hadiah nya untuk devano kepada dea
acara berlangsung dengan meriah setelah acara selesai dea berbicara dengan canda tawa bersama Vera tiba-tiba di datangi rara
"masih berani memperlihatkan wajah kamu disini setelah kehebohan yang kamu buat" rara langsung menyerang Vera, karena setelah kejadian di mall kemarin wartawan banyak mencari informasi kepada keluarga Alexandria dan keluarga hutomo atas keributan di mall itu karena mereka tertidur dengan Vera, tentu saja Vera tau berita itu
"ra, ngak bikin keributan" tegur dea
"tapi kita semua di panik oleh nya, dan sekarang dengan tak tau malu bisa hadir dengan santai nya di acara pesta ini" rara semakin kesal dan keluarga Alexandria dan keluarga hutomo datang mendekat
__ADS_1
"ada apa ini" tanya tuan alex (papanya devano) yang datang menghampiri
"ini pa, wanita yang bikin wartawan heboh kemarin yang bikin kita kewalahan dan sekarang berani datang ke acara ini" rara melihat Vera kesal
"kamu, masih sempat sempat bikin keributan yang besar sekarang malah datang kesini" hutomo membuka suara, hingga Vera emosi karena mereka semua menyudutkan Vera
"saya datang kemari hanya untuk menghargai undangan pesta dari kalian, lagian kalau saya pikir pikir ngapain saya buang buang waktu datang kesini" Vera menjawab mereka dengan kesini
"Vera, jadi kamu datang kesini hanya menghargai undangan bukan pesta dan orang nya" tuan alex kesal mendengar jawaban Vera seakan akan tak menghargai acara pesta itu dan ia tentu tau dengan Vera karena ia sahabat nya dea
"terus apakah kalian menghargai saya sebagai tamu? "Vera bertanya kembali
" tentu kami menghargai kamu, apalagi dea yang mengundang kamu secara langsung kan"nyonya alex berbicara sedikit lunak dan mereka berpikir kalau Vera di undang secara langsung oleh dea
"apa kamu yang mengundang aku secara langsung? " Vera langsung bertanya kepada dea dan dea menjawab nya dengan geleng-geleng kepala
mereka semua terkejut kalau bukan dea yang mengundang Vera
"apa kamu masuk secara diam-diam? " tanya rara curiga
plak.... Vera menampar rara dan devano langsung menghampiri rara secara dekat dengan wajah khawatir, untung tamu undangan sudah pada pulang
"sepertinya pikiran kalian semua merendahkan saya, saya datang dengan undangan ini dan sebagai pemimpin dari perusahaan V. R saya datang kesini tapi perlakuan kalian sangat mengecewakan terutama calon menantu anda yang belum apa apa ini" Vera melemparkan undangan pesta yang ia Terima ke atas meja dan mengatakan kalau ia pemimpin perusahaan V. r yang saat ini naik daun dan bersaing dengan mereka
mereka semua kaget mendengar Jawaban Vera dan tak percaya, sedangkan rara memegang pipi nya yang baru di tampar Vera
"jangan ngadi ngadi kamu jadi orang kaya dan seenaknya nampar anak saya" sania marah melihat Vera dan tak percaya kalau Vera pemimpin perusahaan V.R
"semua yang di katakan Vera benar, kalau dia pemimpin perusahaan V.R
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ πΏπΌπ πππππππΌπ πππΌ ππΌ
ππΌππΌπ πΌπππππ πππΎπππ π_π
__ADS_1
ππΌπππΌππΌπ