Aku Yang Tak Dianggap

Aku Yang Tak Dianggap
sksd


__ADS_3

di sebuah tempat yang ramai tapi Damai di samping dinding kaca, devano tampak sedang duduk sambil menunggu Vera datang


"maaf membuat Anda lama menunggu" Vera datang dan menghampiri devano


"ngak, saya juga baru sampai" devano langsung membantah karena ia juga baru sampai 15 menit yang lalu


"bisa kita langsung bahas kerja sama nya" Vera langsung ke intinya dengan wajah yang serius dan tak berlama lama dengan devano


devano meanggukan dan mempersilakan Vera duluan yang membahas nya, dan setelah selesai devano juga mulai berbicara hingga 30 menit berlalu mereka selesai membahas kerja sama tersebut


"akan kami pertimbangan dulu" devano berdiri dan menjabat tangan Vera


devano berlalu meninggal Vera yang masih berdiri melihat dirinya pergi semakin menjauh


sekarang aku akan berdiri di kaki ku sendiri dan tidak akan lemah seperti dulu lagi, dan tidak akan cengeng, karena aku hidup untuk diriku sendiri Vera berbicara dalam hatinya dan bertekad untuk mencintai dirinya sendiri, karena ia tau dia berhasil sampai di titik ini dengan jerih payah nya sendiri bukan karena orang tua, atau pun orang lain


tak lama kemudian Vera juga pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju mobil


"kerja sama dengan perusahaan Hutomo apakah akan benar kamu lanjutkan kak? " Mia yang dari tadi ikut dengan Vera bertanya saat sudah duduk di mobil


"emng ada yang salah? " Vera kembali bertanya dengan wajah datarnya


"ngak sih, tapi.... " perkataan Mia di potong Vera


"sekarang aku ingin fokus dengan karir ku, dan aku akan mengke samping kan masalah pribadi dengan pekerjaan ku" Vera menjawab dan melirik Mia dengan tatapan serius dan dalam hingga Mia paham dan ia kembali menemukan Vera dulu yang pertama kali ia jumpai dengan sifatnya yang tegas dan berwibawa


"aku suka kamu yang seperti ini, meskipun aslinya di rumah kamu begitu hangat, lembut dan penuh perhatian kak" Mia melihat tatapan Vera dan memalingkan nya dan tersenyum bahagia melihat Vera yang bangkit lagi


pembicaraan mereka berhenti sampai disitu saja Vera pulang ke rumah dan siap siap akan pergi menghadiri undangan makan malam dari keluarga Alexandria


"semua perlengkapan untuk acara nanti malam sudah aku siapkan" Mia berbicara di belakang Vera yang berjalan masuk


"oke, makasih, dan satu hal lagi laporan perusahaan bulan ini aku ingin data nya dikirim langsung ke aku secepatnya" Vera mengingat Mia untuk mengirim laporan bulanan perusahaan karena Vera selalu mencek data perusahaan setiap bulan dan dengan teliti

__ADS_1


"baik buk" Mia menjawab dengan spontan


(seketika Vera berubah ya guys, tapi itu cuman saat kerja aja kok)


beberapa jam telah berlalu hingga kini Siang sudah berganti malam


"Mia apa kamu sudah siap" tanya Vera di depan pintu kamar Mia


"sudah" bales Mia dari kamar sambil sedikit berlari membuka pintu dan ikut turun dengan Vera


"ayo berangkat, kamu yang nyetir bisa? " Vera langsung ke mobil dan menyuruh Mia untuk menyetir


"bisa" jawab Mia dan langsung mengambil kunci mobil


"jangan ngebut ngebut" Vera memperingati Mia sambil melotot kan matanya seperti seorang kaka menegur adiknya


"siap buk bos" Mia menjawab dengan tangan hormat hingga membuat Vera tertawa


"ngak duduk di belakang , kan ngak enak kalau di keluarga Alexandria nanti nya" Mia menyuruh Vera pindah ke belakang


"ngak aku depan aja, anggap aja kita pergi dinner sepasang kakak beradik" Vera tak mau pindah ke belakang


"oke let's Go" Mia langsung menancap gas dan melaju kan mobil nya dengan kecepatan rata-rata


setelah menempuh beberapa jam perjalanan mereka sampai tapi lucunya pelayan keluarga Alexandria membuka pintu belakang tapi Vera membuka pintu dari depan hingga Vera tertawa


"maaf saya tadi duduk di depan" Vera langsung meminta maaf karena ia merasa sudah menjahili pelayan tapi ia tetap tetap tertawa sembunyi sembunyi bahkan Mia pun juga ikut tertawa


setelah puas mereka masuk dan di sambut keluarga Alexandria dan juga rara yang diajak bergabung oleh keluarga Alexandria


"ayo duduk" ucap nyonya alex


"terimakasih tante" Vera langsung berterima kasih setelah di persilahkan duduk

__ADS_1


"perkenalkan ini rara calon tunangan devano" nyonya alex memperkenalkan rara dan dengan bangga nya rara tersenyum


"ooo, salam kenal rara" Vera bersalaman dengan rara dan mereka bersikap formal seperti tidak saling mengenal


"ayo di minum Vera dan Mia" dea mempersilakan Vera untuk meminum air yang ada di depan nya yang sudah di hidangkan oleh pelayan


"makasih de" Vera meminum air sedikit dan Mia juga ikut meminum air kopi itu


"kak devano dan tampak seperti pasangan yang serasi" Vera kembali melihat nyobya alaex dan bergantian menatap devano dan rara bergantian


"makasih ya ver" devano berterima kasih sedang kan dea hanya sedikit bingung melihat Vera, apakah dia benar benar sudah melupakan devano hingga dea mengambil kesimpulan kalau Vera benar benar sudah melupakan devano dan mencintai laki laki lain


"kapan ni di halalkan" Vera bertanya sambil bercanda


"bulan depan ver, jangan lupa hadir ya" devano menjawab nya dengan senyum dan melirik rara


"pasti donk" Vera menjawab sambil tertawa


"nanti kalau ngak hadir aku suruh orang untuk jemput kalian" rara juga ikut bercanda seperti orang akur akur saja padahal hanya di buat buat


"ngak perlu nyuruh orang segala, nanti aku sebagai asisten nya pasti akan ngingetin nya" Mia ikut sambil juga ikut tertawa melihat drama rara yang pura pura sok dekat


bisa juga ni orang sok kenal sok dekat (sksd) Mia bergumam dalam hati melihat rara yang pandai bersandiwara


"udah, ayo kita langsung aja ke ruang makan" nyonya alex mempersilakan mereka untuk keruangan makan karena tujuan mereka memang dinner bersama setelah membahas kerja sama


𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞


𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝘿𝙐𝙆𝙐𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙉𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒


𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍 𝙎𝙀𝘾𝙍𝙀𝙏 𝙈_𝙈


𝙒𝘼𝙎𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈

__ADS_1


__ADS_2