Aku Yang Tak Dianggap

Aku Yang Tak Dianggap
Vera melawan


__ADS_3

tiga hari sebelum Mia cuti, Vera tampak banyak diam karena kemarin rara sengaja buat masalah untuk membuat keluarga Alexandria membenci Vera


"apa kak Vera baik baik aja" tanya Mia melihat Vera duduk di kursi sofa


"iya aku baik baik aja" Vera menjawab kalau ia baik baik aja tapi wajah nya seperti orang lelah


"apa mia undur aja cuti Mia kak? " Mia memberi saran untuk mengurungkan niat nya cuti karena Mia tau Vera pasti butuh dia untuk menghadapi rencana licik rara kedepan nya


"ngak usah, kamu cuti aja nenek kamu pasti juga ingin kamu hadir, aku pasti bisa menghadapi rara kedepan nya " Vera tetap memberi Mia cuti


"padahal kan kak Vera benar benar tulus ingin membantu keluarga nya, tapi saat di wawancarai sama wartawan dia malah bilang kalau kita adalah orang yang membahayakan keluarga dia, dan sekarang kita jadi pusat sorotan wartawan dan dia pasti sengaja melakukan itu supaya keluarga Alexandria lebih bersimpati kepada nya" Mia kesal dengan tingkah rara yang membuat Vera di kejar kejar wartawan


"I think juga begitu" Vera mebuang kasar nafas nya


"tapi kalau Mia benar benar cuti kak Vera benar benar akan baik baik aja? " moa kembali memastikan


"iya, kamu tenang aja" Vera menjawab dengan tersenyum agar Mia yakin selama Mia cuti dia akan baik baik saja


"ok, Mia mau nelpon keluarga Mia dulu, mau ngasih kabar kalau nanti Mia hadir" Mia pamit pergi nelpon ke balkon sedang kan Vera hanya pusing ulah rara, karena Vera paling nggak dirinya jadi pusat sorotan wartawan karena hal seperti ini


tanpa Vera sadari ia tertidur di sofa dengan memeluk bantal sofa, Mia baru menyudahi telpon dan melihat Vera tertidur ia berniat ingin membangun kan Vera agar tidur di kamar tapi ia mengurung kan niatnya dan malah pergi kedapur untuk masak


"pasti kak Vera capek, mending aku masakin makanan aja" Mia berbicara sendiri sambil asik memasak


saat Mia menghidangkan makanan di atas meja, Vera yang bangun langsung menghampiri Mia dengan tangan yang masih memeluk bantal sofa


"wah , harum sekali" Vera datang sambil melihat masakan Mia


"ayo kita makan" Mia langsung mengajak Vera makan, Vera langsung melemparkan bantal nya ke sofa dan duduk di kursi bersiap untuk menyantap makan yang Mia buat

__ADS_1


"gimana enak nggak kak? " Mia bertanya saat Vera mencoba makanan nya, karena ini baru pertama kali Mia memasak semua masakan sendiri karena kebetulan pelayanan pergi kepasar


"enak banget, ternyata kamu jago masak" Vera memuji sambil tersenyum bahagia karena masakan Mia bisa membuat pikiran nya sedikit plong


"ngak juga kak, aku cuma bisa dikit dikit" jawab Mia sungkan karena Vera begitu memuji masakan nya


mereka menikmati makanan itu dan mereka berencana ingin pergi berbelanja beberapa keperluan


"ayo, biar aku yang nyetir" Vera ke mobil dan di ikuti mia


Vera menyetir sambil bercanda dengan Mia dan beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah mall


"kak aku pengen ke toko baju dulu, mau beliin baju buat mama dan papa" Mia mengajak Vera untuk ke toko baju, Vera mengikuti Mia dan juga ikut memilih kan baju yang bagus untuk orang tua Mia


"ini keknya bagus kalo di pakek mama kamu? " Vera menunjukkan sebuah baju sambil perpikir dengan kecocokan nya


tanpa pikir Mia membeli beberapa baju buat orang tuanya dan Vera juga ikut membeli baju


"makasih ya kak" Mia berterimakasih karena Vera juga perhatian kepada orang tua nya


setelah selesai membeli beberapa pakaian, Vera dan Mia berkeliling mall dan berterimakasih keluarga Hutomo yang juga sedang berbelanja dan di dampingi oleh devano


"apa dunia emang sesempit ini" rara mulai mengomel


"kek nya iya deh" Vera menjawab dengan cara nya sendiri


"hei, dunia ini sempit jika yang dilihat itu wajah kamu aja terus, dari dulu udah muak dengan wajah kamu sekarang juga masih sama" reyhan langsung kesal setelah melihat Vera yang sudah berani menjawab


"iya saya tau jika kamu muak dengan wajah saya, berarti mata kamu salah karena semua melihat saya dan mengatakan saya cantik dan manis dan sangat enak di pandang" Vera menjawab dengan wajah santai nya

__ADS_1


"mimpi kamu" reyhan menjawab sambil angkuh


"kamu kali yang kebanyakan mimpi, kalo saya sekarang lagi ngak mimpi lu aja yang mimpi" Vera kembali menjawab


"maksud lo apa ngomong kek gitu" reyhan terpancing emosi dengan Vera yang berani adu mulut dengan nya


"saya sekarang nyata, punya perusahaan besar, rumah mewah dan berbagai aset lainnya dengan hasil jerih payah sendiri sedang kamu hanya bisa menumpang hidup di harta papa mu dan sekarang berani adu mulut dengan seorang boss, sungguh bukan lawan" Vera berbicara sombong untuk membalas kan keangkuhan mereka dan menekankan pada kata kata terakhir nya


"kamu...." reyhan geram dan ingin menampar Vera tapi di tahan oleh Hutomo


"sorry saya nggak punya waktu untuk melayani kalian" Vera berjalan dan berhenti di samping rara


"makasih ya kamu udah buat jadi terkenal buktinya banyak wartawan yang cari aku dan juga ingin mewawancarai aku, tapi kamu lupa kalo yang kamu ajak bermain itu bukan Vera yang dulu" Vera berbicara dengan nada pelan di telinga rara sambil memegang pundak nya


"maksud kamu apa ngomong kek gitu" rara langsung ngegas


"Vera dulu dengan Vera sekarang sangat sangat jauh beda nya" Vera menormalkan suara nya dan pergi meninggalkan mereka


rara benar benar di buat kesal oleh Vera tapi di tenang kan devano


dia benar benar berbeda sangat berbeda devano berbicara dalam hatinya sambil menatap Vera yang semakin jauh


"wah keren, kak Vera benar benar keren barusan" Mia memberi kan dua jempol karena ia merasa Vera benar benar keren ketika bertemu mereka dan Vera hanya tersenyum ketika Mia memujinya


𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙈𝙖𝙖𝙛


𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙉𝙔𝘼


𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍 𝙎𝙀𝘾𝙍𝙀𝙏 𝙈_𝙈

__ADS_1


𝙒𝘼𝙎𝙎𝘼𝙇𝘼𝙈


__ADS_2