
Ah ... dimana ini kenapa begitu menyilaukan, kenapa aku sangat pusing, apa yang terjadi apakah kali ini aku benar benar mati.
Arghh ... kepalaku rasanya seperti mau meledak, ini ... ini Ingatan siapa ini.
"Ayah, jangan pergi ayah. Ibu, tolong jangan tinggalkan aku."
"Arce, ayah tidak pergi kemana mana, jadi tolong tunggulah disini sebentar."
"Seperti yang dikatakan ayahmu Arce, kami tidak pergi kemanapun, jadilah anak baik dan tunggulah kami pulang."
"Ta ... tapi kata orang orang ayah dan ibu akan pergi berperang, jika begitu aku juga mau ikut, jika aku ikut pasti aku bisa membatu kalian."
"Arce, kami tahu jika kamu khawatir, tapi tenanglah, ayah dan ibumu ini dijuluki swordmaster terbaik di kerajaan bukan tanpa alasan."
"Ah sayang jangan begitu, aku jadi malu."
"Ya jadi seperti itu, agar kamu tidak sedih bagaimana jika kita makan bersama, yap makan bersama di taman hanya bertiga."
Arcelio tak pernah menyangka jika waktu itu adalah momen terakhirnya bersama ayah dan ibunya.
"Ayah, ibu kenapa kalian berbohong kepadaku!"
"Aaaaaa ..."
Bruakk ... terdengar suara keras saat seorang mendobrak memasuki kamar itu. Orang dengan rambut pirang dan memiliki mata biru seindah langit terlihat sangat khawatir terhadap keadaan tuannya.
"Tuan muda ... Tuan Arcelio apa yang terjadi."
Ding ... Selamat anda telah berhasil bereinkarnasi silakan mengucapkan status.
...Status...
...Level: 1 Exp : 0/25...
...Skill : Appraisal...
...Pekerjaan: Belum ditentukan...
...Kekuatan : 5...
...Kecepatan : 3...
...Stamina : 4...
...Mana : 0...
...Daya tahan sihir : 0...
...Daya tahan fisik : 1...
...Combat Power 13 ( Tidak lebih kuat dari anak berumur 10 tahun )...
Dengan nafas terengah-engah Arcelio yang saat itu masih duduk di atas tempat tidurnya meremas wajahnya, keringat yang terus bercucuran membuat siapapun yang melihat nya menjadi khawatir akan keadaan nya, meskipun tak ada orang lain selain pria pirang dengan mata biru tersebut.
"Tuan Arcelio, apa yang terjadi, tidak seperti biasanya tuan bangun lebih awal. Apa ada yang sakit? apa tuan mengalami mimpi buruk lagi?"
Pria itu dengan penuh perhatian dan mata yang jelas menunjukkan rasa khawatir terus menanyakan pertanyaan yang sama.
Dia menepis tangan pria itu. "Jangan khawatir, aku baik baik saja."
Pria dengan rambut pirang itu kaget dengan sikap tuan nya yang tidak seperti biasanya. Dia merasa sedikit canggung waktu itu, tuan yang biasanya akan langsung menangis begitu mengalami mimpi buruk berubah menjadi sangat tenang.
"Oh jadi begitu, kalau begitu aku akan memanggil pelayan untuk mengantarkan makanan ke sini tuan, jadi saya pergi dulu."
"Tidak, ambilkan saja aku minuman untuk makan, aku bisa menuju ke ruang makan."
Pria dengan rambut pirang tersebut kaget mendengar ucapan tuan nya, tuan yang biasanya hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar dari kamar tiba tiba berkata seperti itu.
__ADS_1
"Jadi, aku sekarang bukan lagi Devan tapi Arcelio, pangeran pengecut dari kerajaan Lasthe, menurut ingatan tubuh ini ayah dan ibunya meninggal saat berperang. Meskipun peperangan dimenangkan oleh kerajaan Lasthe, kerajaan ini menderita kerugian yang lebih besar yaitu meninggalnya Raja dan Ratu mereka yang mana sekarang meninggalkan pangeran tunggal yaitu Arcelio."
"Lalu, bagaimana aku menghilangkan layar status ini?"
Ding ... anda bisa mengucapkan status hide, karena pada dasarnya sistem ini tidak bisa dihilangkan.
"Hmm ... ini bisa menjadi sebuah kelebihan atau sebuah kutukan bagiku"
Tok ... tok ... tok ...
"Ya masuk"
Dengan sedikit gugup pria dengan rambut pirang itu memberikan minuman kepada Arcelio.
"Menarik, saat aku memfokuskan pandanganku kepada suatu objek aku bisa melihat jendela status lain."
...Status...
...Air putih biasa...
...{bisa menghilangkan haus}...
...Status...
...Louis...
...Combat Power: 115...
...{Prajurit puncak bintang 1}...
"Louis, apa kamu akan setia kepadaku?"
Louis dengan cepat berlutut dihadapan Arcelio yang saat itu berada di samping jendela, sinar pagi yang menyinari rambut peraknya sangat indah, orang akan takjub melihat keindahan rambutnya, sorot mata emas yang tajam membuat siapa saja akan tunduk kepadanya begitulah aura Arcelio, seseorang yang layak menduduki singgasana sebagai seorang Raja.
"Ya! saya Louis, dengan berbangga hati akan mengorbankan hidup saya demi anda tuan Arcelio."
...Status...
...Louis...
...{prajurit puncak bintang 1}...
...{setia kepada Arcelio}...
"Aku akan memegang kata katamu Louis, aku harap kamu tidak mengecewakanku."
Hanya dengan sepatah kata itu dapat membakar semangat Louis dan loyalitasnya kepada tuan nya.
"Ya!"
Jawaban penuh semangat dari Louis ibarat anak yang ditawari untuk membeli sebuah permen.
"Oke, sekarang kamu bisa meninggal kan ruangan ini."
"Siap tuanku."
Jantung Louis berdegup kencang, keringat dingin sedikit membasahi tubuhnya, perasaan yang lama tak dirasakan olehnya. Untuk saat ini harapan Louis hanya ingin segera bertemu dan berada di sisi tuan nya lebih lama lagi.
"Hanya dengan sedikit pemicu status tambahan muncul di jendela status Louis, aku tak tahu apakah status itu permanen apa tidak."
"Ayolah, pikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Kenyataan jika aku sudah mati itu tidak bisa dibantah."
"Ahh ... aku jadi merindukan mereka berdua"
"Tidak, mulai sekarang aku akan melindungi apa yang harus aku lindungi."
"Aku harus lebih kuat, agar dunia tak kan bisa merampas lagi apa yang aku miliki."
__ADS_1
"Tapi, dengan combat power 13 yang bahkan tidak lebih kuat dari anak umur 10 tahun, akan susah bagiku. Jadi aku harus lebih kuat."
Arcelio mulai melepas bajunya dia mulai melakukan olahraga fisik berupa push up, sesekali dia berhenti untuk mengusap keringat.
"Aku harus cepat."
Dia melakukan olahraga sampai tangan nya mati rasa, tapi tak dihiraukannya karena dia harus menjadi kuat secepat mungkin.
"100"
"101"
"Huft ... huft ..."
Bruk!
Arcelio berbaring terlentang di atas lantai.
"Status"
...Level: 1 Exp : 0/25...
...Skill : Appraisal...
...Pekerjaan: Belum ditentukan...
...Kekuatan : 6...
...Kecepatan : 3...
...Stamina : 5...
...Mana : 0...
...Daya tahan sihir : 0...
...Daya tahan fisik : 1...
...Combat Power 15...
"Kenapa exp ku tak bertambah? hanya kekuatan dan stamina yang bertambah."
"Hahaha ... ini memang bukan sebuah game, jadi latihan kecil semacam ini tentu tak akan berpengaruh kepadaku."
Arcelio perlahan bangkit, dan pergi melihat ke arah keluar jendela dia merasa senang tapi dia juga takut, melihat dunia baru yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Arcelio segera melanjutkan latihan penguatan fisik nya, saat tangan nya sudah tidak sanggup melakukan push up maka ia akan berganti melakukan skot jump, dan saat kakinya sudah mati rasa dan bahkan tidak bisa berdiri untuk sementara, ia akan melakukan sit up, begitulah dia menghabiskan waktunya pada pagi hari kali ini.
"Status"
...Level: 1 Exp : 0/25...
...Skill : Appraisal...
...Pekerjaan: Belum ditentukan...
...Kekuatan : 9...
...Kecepatan : 3...
...Stamina : 7...
...Mana : 0...
...Daya tahan sihir : 0...
...Daya tahan fisik : 1...
__ADS_1
...Combat Power 20...