Akulah Sang Raja

Akulah Sang Raja
Chapter 2 - Sajian


__ADS_3

Di sebuah ruang makan yang sangat besar dan megah, terlihat banyak ukiran yang sangat indah dan juga lampu yang sangat besar di tengah ruangan ini dengan meja sepanjang 20 m arcelio mulai duduk tepat di sudut meja makan itu, para pelayan pun segera menyusun makanan di meja itu sedangkan Louis berdiri di sampingnya.


"Kurasa makanan ini terlalu sederhana untuk sekelas istana" ucap Arcelio


"Untuk itu, saya sedikit malu untuk mengatakannya dikarenakan kondisi kerajaan sekarang yang tidak stabil dan stok makanan yang menipis serta kegagalan panen membuat ini semua....." ucap Louis dengan sayu.


"Jadi kamu bilang jika kerajaan ini adalah kerajaan miskin padahal dulu waktu ibu dan ayahku memimpin kerajaan ini termasuk kerajaan yang makmur dengan segala sumber daya di dalamnya" sela Arcelio yang sedikit kesal mendengar penjelasan dari Louis.


Kerajaan Lasthe adalah sebuah kerajaan kecil dengan sumber daya alam yang melimpah, kerajaan ini memiliki tanah yang subur dan juga ternak yang berkualitas membuat kerajaan ini makmur waktu itu. Tempat kerajaan yang strategis membuat flora dan fauna bisa tumbuh dan berkembang dengan baik hal ini menyebabkan kerajaan Lasthe sebagai penyuplai gandum dan kulit sapi sebagai bahan pembuatan pakaian di musim dingin.


"Malu mengatakannya, setelah ayah dan ibu tuan meninggal banyak bangsawan di kerajaan ini mulai membuat fraksi-fraksi politik mereka sendiri" ucap Louis.


Hah..(Arcelio menghela nafas) ternyata masalah politik yang klasik seperti ini masih ada juga meskipun aku berada di dunia lain, di kehidupanku dulu negara bisa bangkrut karena kebodohan pemimpin-pemimpin mereka yang dibutakan oleh kekuasaan dan uang


"Louis kau boleh mengatakan sekarang juga, jangan ragu karena ini adalah perintah tuan mu" tegas Arcelio.


Louis kaget dengan ucapan tuannya, Tuan yang dulu dianggap sebagai pecundang kini sikapnya 180 derajat berubah dan itu membuat Louis sedikit bingung dan bahagia. Louis mendekat dan mulai berlutut di samping Arcelio.


"Sebelumnya saya mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada Anda tuan, untuk masalah politik di kerajaan ini saya tidak begitu memahaminya tetapi hanya satu hal yang bisa saya mengerti, kerajaan ini menjadi sangat-sangat miskin dan juga kekurangan bahan pangan karena pimpinan bangsawan yang sekarang diduga melakukan penyelewengan dan skandal skandal yang saya pun memiliki keterbatasan untuk menyelidikinya"


"Aku pikir Bangsawan memang segila para koruptor di negeriku dulu, bagaimana bisa mereka masih bisa memperebutkan kekuasaan di situasi seperti ini"


"Lemahnya hukum untuk para bangsawan dan kesan seolah mendewakan para bangsawan membuat situasi semakin runyam" ucap Arcelio dalam hati.


"Louis aku yakin kamu mengenal seseorang yang lebih tahu tentang masalah politik kerajaan ini"


"Ya saya ada seseorang yang tepat untuk masalah politik ini, tetapi..."


"tapi apa?"


"Saya yakin tuan sudah tahu kalau dia sekarang sedang dipenjara karena masalah yang seharusnya bukan tanggung jawab dia, mohon maaf tuan Arcelio tolong dengarkan permintaan pribadi saya yang sangat egois ini, saya mohon berikan dia keringanan karena saya yakin jika dia tidak bersalah"


Mendengar penjelasan dari Louis, Arcelio bertanya-tanya dalam hatinya. "orang yang sangat dipercayai oleh Louis, tetapi sekarang sedang dalam penjara"


"Louis apa sekarang kamu bisa mengantarku untuk menemui orang itu"


"Tapi bagaimana dengan makanan anda"

__ADS_1


"Jangan memasang wajah seperti itu Louis, perintahkan para pelayan untuk memindahkan semua makanan ini ke dalam ruangan ku"


"Tetapi..." ucap Louis terbata-bata.


"Louis ini ada perintah, jangan kau merasa terbebani hanya karena hal kecil seperti ini aku percaya kepadamu Louis"


"Louis untuk kedepannya aku akan lebih mengandalkan mu jadi mulai sekarang mohon bantuan dan bimbingannya"


"siap!!" ucap Louis tegas.


Hati Louis sangat kacau, seperti ada sesuatu yang tidak beres atau apapun itu bagaimana bisa seseorang berubah secepat ini, ini merupakan sebuah pertanda baik atau bisa jadi ini adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Louis pun menepis pikiran liarnya dan segera memanggil pelayan untuk memindahkan makanan di ruangan Pangeran.


**


"Hey hey apa yang membuat pangeran tampan kita berada di tempat seperti ini"


"Aku takut nanti pangeran ngompol di hadapan para penjahat"


"hahaha" terdengar suara tawa dari semua penjaga itu.


"Hentikan woi, kalian sangat tidak sopan di hadapan pangeran" teriak Louis yang saat itu sedang mengawal pangerannya.


"Louis apa hukuman bagi orang yang mabuk saat bekerja dan menghina Pangeran"


"untuk mabuk mungkin bisa didisiplinkan tapi menghina Pangeran merupakan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan"


"Jadi begitu, Louis aku pinjam pedangmu sebentar"


"Eh?" Louis pun belum sempat bereaksi waktu itu.


Arcelio dengan mudah menendang kaki salah satu penjaga itu dan seketika membuat penjaga itu jatuh tersungkur, Arcelio mengunci tangan penjaga itu, dia mengacungkan pedang Louis di leher penjaga itu terlihat jika pedangnya sedikit menggores leher penjaga itu hingga mengeluarkan darah.


Kejadian yang sangat cepat itu membuat semua yang berada di situ kaget, semua orang yang merasa menghina Pangeran waktu itu segera berlutut memohon ampunan nya.


"Cih hanya orang mabuk berani menghinaku, untung mereka lagi dalam kondisi mabuk kalau tidak, mungkin aku tidak akan bisa menjatuhkannya semudah ini" ucap Arcelio dalam hati


...Status...

__ADS_1


...(Keracunan☠️ -70 Combat Power)...


...Penjaga...


...Combat Power: 90...


...{Penjaga penjara bawah tanah kerajaan Lasthe}...


"Dengarkan aku kalian semua, aku tidak peduli kalian menyebutku apa entah itu kalian menyebutku Pangeran sampah atau apapun itu, tetapi aku tidak suka jika seseorang meninggalkan kewajiban mereka dan malah mabuk-mabukan saat sedang menjalankan tugas" sepatah kata dari pangeran membuat mereka ingin bersumpah melayani tuannya hingga mati, mereka merasa malu pada dirinya sendiri saat itu.


"Pangeran Arcelio tolong hukum kami atas ketidaksopanan kami" ucap para penjaga itu dengan kompak.


"Lupakan, aku sudah tidak peduli lagi dengan masalah kecil seperti ini, kalian sudah boleh pergi"


"Te..tetapi"


"Apa kalian tidak dengar dasar bodoh, Pangeran menyuruh kalian untuk pergi seharusnya kalian pergi sekarang juga. apa kalian mau menodai kemurahan hati an Pangeran" teriak Louis marah.


"Sudah cukup, hentikan Louis"ucap Arcelio menenangkan Louis.


"Tapi Pangeran, mereka sudah sangat lancang"


"Oya apa yang terjadi, sampai membuatmu menjadi begitu emosional Louis" ucap seorang gadis dari arah lorong yang remang itu.


"Ah Nona..." ucap serentak dari para penjaga itu.


Suara hentakan sepatu yang terdengar jelas memberikan suatu aura yang berat yang dapat dirasakan oleh orang-orang yang berada di sana, terlihat sosok seorang gadis berambut pirang mendekati Pangeran, meskipun dia mengenakan pakaian zirah besi namun dia bisa berjalan dengan sangat anggun.


Suasana menjadi lebih hening saat itu, orang-orang yang berlutut di hadapan Arcelio hanya bisa terdiam dan menggigit lidahnya.


...Status...


...(???)...


...???...


...Combat Power: 350...

__ADS_1


...{???}...


__ADS_2