
"Selamat pagi Komandan," salam dari pasukan yang dipimpin oleh Louis pagi itu.
"Selamat pagi, seperti yang kalian tahu, kita akan mulai latihan rutin pagi ini."
Louis berjalan ke sana kemari dengan tangan di belakang badan. Louis yang memimpin pasukan lebih dari lima regu itu dengan tegas memberikan instruksi dan arahan untuk pelatihan kala itu, tentu Louis juga ikut dalam pelatihan pagi itu.
"Maaf, aku terlambat Louis," Arcelio berjalan mendekati Louis yang saat itu sedang memimpin pasukan.
"Dengan segala hormat, saya tidak layak untuk permintaan maaf itu!" Jawab Louis dengan menyilang kan tangan kanannya di dada dan membungkuk di hadapan Arcelio.
"Selamat pagi, Pangeran!" Semua prajurit itu memberi salam ke Arcelio dengan membungkukkan badan.
"Selamat pagi, kerja bagus kalian semua," jawab Arcelio waktu itu.
"Siap!" teriak meraka kompak.
"Sepertinya sudah bisa dimulai untuk pelatihan pagi ini!"
Arcelio melepas kemeja nya dan memberikan kepada pelayan yang waktu itu berada tak jauh darinya. "Kamu boleh pergi," ucap Arcelio kepada pelayan itu.
Prajurit dibagi menjadi beberapa regu, satu regu berisi sepuluh orang. Kerajaan Lasthe hanya memiliki sepuluh regu aktif. Pembagian jadwal pelatihan ialah, pagi dan sore hari bergantian. Seorang prajurit hanya bisa mengambil cuti beberapa hari dalam sebulan.
"Kamu cukup semangat, Louis." Arcelio menggoda Louis yang saat itu berlari di belakang nya.
"Hah ... hah ... terimakasih tuan," sahut Louis dengan nafas terengah-engah.
Prajurit yang saat itu sedang beristirahatlah di buat heran oleh kedua orang itu. Mereka berdua telah berlari selama tiga jam, tapi masih terus berlari.
"Louis, kamu bisa beristirahat!"
"Tidak ... tidak tu ..." Louis terjatuh karena kelelahan.
Arcelio mengentikan latihannya waktu itu, dia menghampiri Louis yang saat itu tergeletak di tanah, "Dasar, kau tak harus mengikuti aku Louis!" Arcelio membatu Louis berdiri dan berjalan ke pinggir.
"Maaf ... maafkan aku pangeran," Louis berusaha menjawab Arcelio dengan sepenuh tenaga yang ia miliki.
Louis menutup wajahnya dengan sapu tangan basah, dia beristirahat di bawah pohon oak bersama prajurit lainnya yang sudah beristirahat lebih dahulu. "Ini minum, ketua!" Prajurit itu menghampiri Louis dan memberikan minuman kepadanya.
__ADS_1
Arcelio melanjutkan latihannya waktu itu. Para prajurit serta Louis pun merasa kagum terhadap pangeran, "Setiap hari, Pangeran selalu berlatih lebih keras daripada siapapun," ucap salah satu prajurit yang berada di dekat Louis.
Louis yang mendengar itu hanya bisa menggertakkan giginya, "Kenapa seperti ini?" Louis merasa jika dirinya gagal sebagai prajurit.
Alexandra yang waktu itu sedang senggang menghampiri Louis, "Yo, bocah manja," ejek Alexandra menghampiri Loius.
Louis yang mendengar itu hanya bisa terdiam, atau dia sengaja tidak memperdulikan kakaknya itu. Louis hanya menyingkap sapu tangan dari wajahnya dan melihat Alexandra tanpa berkata sepatah kata pun.
"Hahaha ... apa kamu lagi sedih?" ejek Alexandra kepada Louis masih berbaring di bawah pohon.
"Tak habis pikir, bagaimana bisa orang sepertimu menjadi komandan ksatria di kerajaan ini. Kurasa aku lebih cocok menggantikan mu Louis!"
Louis yang mendengar itu menjadi marah, "Apa kau bilang? pergi sana jika kau hanya ingin mengejekku!" Louis yang waktu itu berbaring langsung bangkit dan menarik kerah baju kakaknya.
"Hee ... mau sparing sama aku kah?"
Arcelio yang sekilas melihat Alexandra langsung menghentikan latihannya, dia berjalan ke arah Alexandra dan Alexandra pun memberikan salam kepadanya.
"Halo Alexandra, ada keperluan apa sampai membawamu datang ke sini?"
"Ah ... tidak tuan, aku hanya datang untuk memberi saran kepada si pemalas ini," ucap Alexandra kepada Pangeran.
"Ahaha ..." Tawa palsu Arcelio karena dia sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Alexandra, apa kamu mau sparing tangan kosong denganku?"
Louis yang mendengar itu kaget, Tak ada yang tak tahu jika Alexandra adalah terbaik yang dimiliki Kerajaan. Bahkan Louis pun tak pernah menang melawan Alexandra, ditambah pangeran dalam kondisi yang tidak diuntungkan. Karena telah melakukan latihan dari pagi, hingga siang menjelang sore ini.
"Aku tak akan menahan diri, Pangeran!"
"Justru itu yang aku mau!"
Para prajurit yang sedang bertugas, maupun yang sedang beristirahat menjadi sangat antusias untuk melihat duel mereka. Mereka pun bersorak untuk keduanya. Louis yang menjadi wasit pun segera memulai duelnya.
"Pertandingan ini akan dihentikan jika ada salah satu lawan yang menyerah, ataupun yang sudah tidak bisa bertarung lagi. Tidak boleh menggunakan aura! terutama kau Alexandra!"
Louis tahu jika kakaknya, Alexandra tidak bisa mengendalikan aura atau bisa dibilang selalu lepas kendali saat menggunakan aura. Hal ini juga yang membuatnya tetap berada di puncak bintang dua.
__ADS_1
"Bunyi lonceng ini akan menandakan jika duel ini telah dimulai!" Louis pun mulai menepi saat itu.
Ting!
Arcelio memulai duel dengan langsung menerjang ke arah Alexandra, dia berputar di udara 360° dengan maksud akan melakukan tendangan tornado atau Dolke Chagi.
"Berat ..." Alexandra waktu itu menangkis tendangan Arcelio menggunakan tangan kirinya hingga membuat dirinya sedikit terdorong.
Mengetahui tendangan nya di tangkis oleh Alexandra, tidak sampai satu detik Arcelio menyentuh tanah Arcelio mulai memiringkan tubuhnya 45 derajat, mencoba melakukan tendangan menyamping sekuat tenaga dan 'Bamm!!' tendangannya langsung mengarah ke perut Alexandra hingga membuat nya terpental ke belakang.
Semua orang terkejut dibuat nya. Mereka mulai berteriak untuk Arcelio, "Pangeran!" "Woo ..." "Pangeran!" Loius dengan cepat menenangkan prajurit yang mulai ricuh tersebut. Louis sendiri seakan tak percaya dengan apa yang dilihat nya.
"Alexandra, bukankah aku bilang untuk serius?" Arcelio memprovokasi Alexandra yang terbaring di tanah saat itu.
"Ya, maafkan aku tuan! karena meremehkan anda!" Alexandra terprovokasi omongan Arcelio.
Aura jingga mulai menyelimuti tubuhnya, yang mana itu merupakan bukti jika Alexandra merupakan prajurit bintang 2. "Maaf telah membuat anda menunggu, Hahaha ..." Tangan nya meremas wajahnya, dengan tawa yang kencang membuat Alexandra terlihat seperti orang yang berbeda.
Louis melongo melihat kakaknya yang menggunakan kekuatan penuh untuk melawan seseorang yang bahkan tak memiliki aura. "Cepat, hentikan dia!" Louis berlari dia mengeluarkan aura merah khas prajurit bintang 1, "Cepat!" teriak Louis tergesa gesa.
"Alexandra sialan, apa yang dipikirkannya? aura prajurit puncak bintang 2 sepertinya bisa dengan mudah menghancurkan tulang orang biasa," ucap Louis dalam hati. "Alexandra hentikan! Alexandra!" Louis menahan Alexandra, dengan beberapa prajurit yang juga membantunya.
"Hyaaaaa ..."
Louis dan beberapa prajurit yang mencoba menahan Alexandra saat itu terpental terkena pancaran aura milik Alexandra. "Tidak mungkin!" Louis jatuh terpental bebera meter dari sana, hingga membuatnya hampir pingsan. Prajurit yang lain yang ikut terpental langsung pingsan di tempat saat itu juga.
"Kenapa ... kenapa aura miliknya berubah?" Louis mencoba bangkit dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Sial ... sial ... aura itu kan?" ucap Louis tertatih tatih.
"Tuan Arcelio, lari!" teriak Louis sembari mencoba menghampiri Arcelio dengan tubuh yang hampir sekarat itu.
...Status...
...(Hilang kendali)...
...Alexandra...
__ADS_1
...Combat Power: 930...
...{Prajurit bintang ⭐⭐⭐}...