
"Aku tidak punya waktu lagi, nak, tolong jadi ahli waris dari kerajaanku!"
"Eehhh!!!!" Ucapku kaget mendengar raja yang dulunya tidak pernah mewariskannya pada sembarang orang tapi malah orang yang baru ia temui malah dapat warisan darinya.
"Kenapa aku, raja?" Ucapku penasaran
"Itu karena kamu sangat baik!" Ucapnya meskipun dengan nada yang sedikit lemah
"Tapi kan, masih banyak lagi yang lebih baik daripada saya!" Ucapku pada raja supaya raja tidak salah memilih orang
"Tidak, Aku yakin pada keputusanku. Kamu yang sudah menasehatiku begini dan menolak pemberianku karena alasan masih banyak orang yang lebih baik itu, sudah cukup untuk membuatku yakin! Dan juga, Tidak ada seorangpun yang menyentuhku karena takut dan jijik, sedangkan kamu?" Ucap raja pada albar dan tersenyum padanya
Aku yang melihat Raja tersenyum, ikut membalas senyuman raja dengan senyuman miliknya.
"Baiklah raja, aku akan menerima pemberianmu!"
Setelah itu, raja bercahaya dan berubah menjadi transparan lalu memasuki tubuhku.
"Raja..." Ucapku menatap langit langit rumah raja
"Aku minta maaf..." Aku pergi meninggalkan rumah raja dan pergi ke area latihanku
Tepat setelah aku sampai, kericuhan terjadi karena hilangnya raja mereka.
"Huh... Aku tidak bisa memimpin mereka dan Aku juga tidak mau! Bagaimana ini, raja sudah percaya padaku!" Aku berpikir keras sambil berjalan sana sini memikirkan sebuah jawaban yang tepat.
"Ahhaa!!! Aku tahu! Kenapa aku tidak memikirkannya dari tadi! Seharusnya dari tadi aku tidak usah berpikir keras!" Aku yang baru saja mendapat ide langsung mencoba ideku untuk mengetahui berhasil tidaknya ideku
Aku berjalan keluar dari area latihan dan menargetkan dewa yang terlihat baik. Aku menemukannya, dia adalah seorang laki laki yang selalu berada dalam rumahnya merawat istrinya yang merupakan seorang dewi.
"Aku coba sekarang dech!!!" Aku mengarahkan tanganku padanya tapi dalam jarak yang lumayan jauh
"Aku raja dewa, dengan ini mewariskan kekuatan raja dewa padamu!" Aku merapalkan mantra untuk mewariskan kekuatanku padanya.
Tapi tidak ada yang terjadi selain hembusan angin kosong ke arahku.
"Ughh! Gagal!" Ucapku terjatuh karena merasa malu pada diriku sendiri
"Lalu apa lagi yang bisa kulakukan!? Ohh!!! Aku tahu, Aku coba skillku!" Aku kembali mendapat ide baruku untuk mewariskan warisan raja padanya
"Skill : Give Legacy of king of god!"
Sebuah cahaya menerangi laki laki itu dan membuatnya waspada terhadap sekitar. Aku dengan sigap bersembunyi di balik tembok.
"Siapa disana!!!" Ucap laki laki dewa itu
"Tidak ada siapa siapa?" Ucap laki laki dewa itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
'Misi sukses!" Teriakku dalam hati dan meloncat senang
"Hei kamu!!!" Ucap laki laki dewa yang aku target ternyata ada di belakangku
"Hehehe..." Ucapku sambil berbalik arah ingin lari
"Apa yang kamu lakukan!!! Ucapnya sambil mengangkatku yang tak berdaya ini dihadapan seorang raja saat ini hehehe...
"Ituu... Aku..." Akupun bercerita panjang lebar membuat dia paham apa yang sudah terjadi padanya
"A-Aku M-Menjadi seorang Rajaa!!!" Ucapnya dengan suara keras
"Hiii... Maafkan aku!" Ucapku meminta maaf padanya
"Apa yang kamu bicarakan, aku dari dulu ingin menjadi seorang raja~, terimakasih karena sudah memilihku!" Ucapnya sambil membungkuk 90°
"Ehh, Jadi kamu mau yaa... Kukira kamu tadi marah.." Aku dengan wajah datar
"I-Iya, sekali lagi terimakasih sudah memilihku!" Ucapnya yang kembali tegak dan membungkuk lagi 90°
'Apa dia baik baik saja yaa' Batinku pada dewa itu
"Ya sudahlah, Sekarang kamu sebaiknya menyusun cerita supaya seperti kamu yang dipilih oleh raja, aku tidak ingin menjadi raja!"
"Baik!!!" Laki laki dewa itu berlari kearah tahta kerajaan dewa dan menyatakan dirinya sebagai raja saat ini
"Untuk sekarang masalah pertama sudah selesai! Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini!" Ucapku sambil berjalan kearah ruangan teleportation, ruangan yang aku injak pertama kali di dunia dewa ini
Tok...Tok...Tok...
"Halo!!! Apa ada orang!?" Ucapku menunggu di depan pintu
BRAAKKK!!!!!
Pintu didepanku tiba tiba hancur membuatku terpental jauh
"Ughh!!! Apa itu!!! Ughh, Hehehe kakek!" Ucapku dengan wajah sok akrab
"Hehehe matamu!!! Aku sudah capek menunggumu tau!!!" Ucapnya dengan marah
__ADS_1
"Iya iya, maaf~, Aku kali ini benar benar akan pergi!" Ucapku sambil berjalan kedalam ruangan teleportation
SIIING!!!!
Banyak kilauan cahaya yang sangat terang berwarna emas datang ke arahku.
"Apa apaan tuh!?" Ucapku penasaran sekaligus kagum
Setelah cahaya itu mendarat, terlihat banyak sekali dewa dan dewi yang sudah bersujud ke padaku.
"A-Apa yang kalian semua lakukan!!!!!" Ucapku kaget
"Terimalah berkah kami, Wahai rajaku!" Ucap mereka serempak membuatku gagal berpikir dan terdiam membeku
"Wahai rajaku! Terimalah kesetiaan kami padamu dengan kekuatan kami yang sedikit ini!" Ucap mereka serempak tapi aku masih diam membeku seperti patung didepan mereka
Setelah mereka mengucapkan mantra itu, Aura emas keluar dari tubuh mereka dan berkumpul di atas mereka seperti sebuah bola besar mirip matahari. Setelah tidak ada lagi yang bisa dikumpulkan oleh bola aura emas itu, bola besar emas itu dengan perlahan bergerak ke atas kepalaku dan mencair ke tubuhku.
Cairan aura emas itu membuat tubuhku semakin bersinar dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Lalu aku merasakan sakit di seluruh tubuhku.
"Aaaarrggh!!!!" Aku kesakitan menahan rasa sakit yang amat pedih itu
Tubuhku seperti sedang berevolusi ke tubuh yang baru. Proses itu membuat seluruh dagingku yang membalut tulangku kini hilang dan sekarang semua tulangku mulai berubah berwarna emas. Lalu, muncul daging yang mulai membalut seluruh tulangku dan membuatku kembali berwujud manusia. Tetapi, Aku merasakan adanya perbedaan di seluruh tubuhku mulai dari struktur tubuhku yang mulai membagus.
"Selamat anda sudah mendapat berkah dari kami semua para ras dewa!" Ucap mereka sambil sujud kembali padaku
Aku mulai menggunakan otakku untuk berpikir dan mulai bertanya pada mereka.
"Apa yang membuat kalian berpikir bahwa aku ini raja kalian! Bukankah raja kalian yang sebenarnya saat ini sudah ada, dan pastinya bukan aku!?"
"Etto..." Ucap seseorang dari banyaknya yang bersujud di hadapanku mulai berdiri dan berbicara. Dan ternyata, dia adalah Dewa yang ku berikan warisan raja padanya
"Lahh, Itu raja kalian! mengapa kalian malah menyebutku raja!!" Ucapku sambil menunjukkan jariku padanya
"Jadi gini, Sebenarnya aku keceplosan..." Ucap dewa yang kuberikan warisan
"Huhh... Jadi itu... Lalu, apa kamu tetap menjadi rajanya?"
"Iya soalnya, raja hanya bisa mewariskan bila dia akan mati seperti raja sebelumnya~"
"Baguslah kalau begitu~, Ya sudahlah, Aku mau pergi sekarang!" Ucapku sambil berjalan kearah ruangan teleportation
"Lempar aku sekarang, kek!" Ucapku dengan keras
"Itulah yang kuinginkan!" Ucapnya tersenyum
Lingkaran biru berada di bawahku yang membuatku tak sadarkan diri lagi.
...
Selang beberapa waktu, aku terbangun di sebuah hutan belantara yang sangat lebat. Aku berdiri sambil meregangkan tubuhku
"Hoaam... Waahh, indahnya!!!" Ucapku yang membandingkan dunia ini dengan dunia yang kutinggali sebelumnya(bumi).
"Status! Open status! Open stat! Sudah kuduga, ternyata ini tidak bisa seperti game!" Ucapku yang berusaha mencoba untuk membuka layar status seperti game dan gagal
Aku berjalan tanpa tahu arah kemana aku pergi. Aku berjalan menelusuri hutan ini yang begitu unik termasuk tumbuhannya. Tapi aku tidak mengambilnya takutnya, tanaman itu beracun. Aku melanjutkan perjalananku dan menemukan 2 Gunung yang tinggi dan membentuk sebuah lembah bersungai.
Aku menggunakan kekuatanku untuk berlari tapi aku tidak menyangka tubuhku ini terlalu kuat. Aku membentur sebuah pohon besar berdiameter 20 meter.
BRAAKK!!!
"Ouch ouch ouch... Aku tidak terlalu merasakan sakit karena tubuhku sudah berevolusi? dan sepertinya tubuh ini terlalu overpower mengingat aku yang terbentur keras membuat pohon itu tumbang tapi aku hanya merasakan seperti disentuh!" Ucapku yang sebenarnya berpura pura sakit
Aku melanjutkan menuju lembah itu dan ingin pergi ke atas gunung untuk melihat sekitar juga mencari sebuah desa atau kota.
WUSHH...
Angin kencang terjadi akibat gerakanku yang terlalu cepat dan sepertinya aku sudah terbiasa dengan tubuh ini jadi aku sudah bisa mengendalikan tubuhku dengan sangat baik.
Setelah sampai aku melihat sesosok misterius berpakaian hitam dan memegang sebuah pedang berbentuk katana.
"Huh? Apa dia juga ditransfer ke dunia ini? HEI!!!" Kataku dengan keras membuat sesosok itu melihatku.
"Huh!? Siapa disana!!!" Ucapnya dengan waspada sambil memegang katana nya
"Tenanglah, aku cuma mau bertanya, apakah kamu berasal dari bumi?" Ucapku tanpa basa basi
"Bumi? Siapa itu!? Apa yang ingin kau lakukan padaku!" Ucapnya tambah waspada
"Eh, bukannya itu katana ya?"
"Heemmm, iya memang benar! Lalu apa yang akan kau lakukan dengan pedang berhargaku ini!!!" Ucapnya makin menambah suaranya
'Waduh... dia malah tambah waspada"
"Aku cuma pingin tanya, dapat darimana pedang itu?"
__ADS_1
"Hem? Jadi kamu cuma mau bertanya tentang pedang ini ya?"
"Iya..."
"Aku mendapatkan pedang ini di ahli tempa di kota garcia" Ucapnya mulai kalem
"Seperti apa wajahnya dan Aku penasaran dengan orang itu..." Aku berjalan kearah nya dan duduk bersama
"Dia itu orang nya memiliki rambut hitam dan pupil hitam yang jarang di temui di dunia, dia juga orang suka memakai pakaian yang katanya bernama kinomo" Ucapnya dengan santai tanpa merasa bersalah karena salah mengucapkan kata kata
'Kinomo? Ahh... Sepertinya itu baju kimono, Pfftt... kinomo... Pffftt....' Ucapku dalam hati menahan tawa
"Ada apa? Apa kamu baik baik saja?" Ucapnya yang melihat aku seperti menunduk sambil memegang perut
"Tidak apa apa, aku baik baik saja! Apa yang kamu lakukan disini?"
"Oohh... Aku sedang menjalankan misi rank S untuk mencari tumbuhan obat obatan karena putra raja sedang kritis, Ohh iya, aku harus cepat!" Ucapnya lalu langsung bergegas mencari tanaman obat itu
"Hei, Tanaman obatnya seperti apa?" Aku bertanya padanya supaya bisa membantu
"Tanaman obat itu memiliki warna emas dan memilki aroma khas, Juga tanaman itu tumbuh di sekitar lembah" Ucapnya sambil mencari
"Ok kalau begitu, aku bantu ya!" Ucapku memukul pelan punggungnya
"Ok, Terimakasih banyak ya! Namaku kuro, salam kenal!"
"Namaku Albar, salam kenal juga"
Kini aku dan kuro sedang mencari tumbuhan yang kuro cari. Aku hanya perlu mengatakan...
"Search : Tanaman obat berwarna emas"
Aku sekarang menutup mataku untuk mencari tanaman emas itu.
"Ketemu!!!" Aku mengatakannya dengan keras sambil menunjukkan arahnya pada kuro
Kuro yang melihatku menunjukkan jarinya, langsung melesat ke arah yang aku tunjuk. Benar saja, tumbuhan itu memang benar benar ada dan di cabut oleh kuro dengan hati hati.
"Aku lupa mengatakannya, Albar! Setelah aku mencabut tanaman ini, Dia akan mengeluarkan bau yang membuat monster kuat dalam jarak 2 km, Jadi bersiap siaplah!" Ucap kuro memperingatkanku
"Aku siap kapan saja!" Ucapku sambil tersenyum sombong
"Baiklah, Ku cabut!" Kuro mencabutnya dan langsung berlari dengan cepat
"Ehh... Woii!!! Kenapa kamu gak bilang kalo mau lari!" Ucapku mengejar kuro dengan kecepatan yang agak lebih cepat dari kuro
"Bukannya udah ku bilang untuk bersiap!" Kuro menatapku dengan kesal
"Ku kira kita bakal perang sama monster itu!" Aku membalas perkataannya dengan kesal juga
"Bodoh! Kamu tau kenapa misi ini memilki tingkat kesulitan rank S!? itu karena kita akan berhadapan dengan monster kuat yang bisa merusak sebagian besar kota kerajaan!!!" Ucap kuro sambil memukul kepalaku
"Ouch... Iya iya..." Aku mengelus kepala yang terkena pukulan kuro
Wooaarrrgghhh!!!!
"Kamu dengar itu! itu adalah monster yang akan mengejar kita jadi ayo cepat!" Ucap kuro menambah kecepatannya ke kecepatan maksimal
"Whooaa... Aku mau balik yaa~" Ucapku sambil membalikkan arahku ke arah monster itu
"Apa yang kau... Wooiii!!! Bahaya!!! Usahlah, yang penting aku selamat!" Ucap kuro yang tidak mempedulikanku sama sekali
Aku tidak sengaja mendengar perkataan kuro dan membuatku marah.
'Sialan dia!!! Aku akan membunuhmu sekarang juga, karena kau hanya mementingkan diri sendiri!!!" Aku berteriak marah dalam batinku
"Woi!!! Kuro!!! Apa kamu tadi bilang sesuatu!" Ucapku dengan nada mengancam
"Tentu saja, karena kau bodoh!!! Aku lebih baik pergi daripada bersamamu orang goblok!" Ucap kuro dengan memandang rendah aku
"Kan kubunuh kau, Kuro sialan!!!" Ucapku dengan keras pada Kuro sialan itu
"Bodoh! padahal kamu Bentar lagi akan mati tetap banyak bicara!" Ucap Kuro mempermainkanku
Aku diam sejenak dan Aku mengucapkan sesuatu sihir tingkat tinggi.
"Skill : ......"
Yooo... Halo sobat!
Bagaimana cerita saya?
Saya harap itu tidak mengecewakan...
Mohon sarannya bila kualitas novel ku jelek
Sekian dari saya,
__ADS_1
Jaa Sayonaraa....