Albar The Strongest Man

Albar The Strongest Man
Evolution!!!


__ADS_3

Entah sudah berapa lama aku tertidur tapi aku merasa ada yang aneh saat bangun dari tidurku.


·Bangun·


"Huh? Apa yang terjadi pada tubuhku!" Aku berteriak keras hingga Redva dan Zen terbangun dan bergegas ke kamarku lalu membuka pintuku secara paksa


"Ada apa tuan!" Ucap Redva khawatir


"Apa yang terjadi pada tuan!" Ucap Zen menyusul


"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhku! Apa kamu tahu sesuatu Redva!" Tanyaku dengan nada agak keras karena masih kaget


"I-I-Ituuu!!! B-B-Bukankah itu evolution!!!" Ucap Redva dengan keras karena tidak percaya akan apa yang terjadi pada tubuhku


Aku sekarang memiliki sepasang sayap putih dan sebuah tanda berwarna emas di dahiku.


"Apaa!!!!" Ucap Zen kaget melihat ku sekaligus mendengarkan perkataan Redva membuatnya kaget kuadrat.


"Apa itu evolution, Redva?" Tanyaku sambil mencoba menutupi diriku dengan selimut karena semua bajuku hilang


"Evolution itu, Proses dimana seseorang atau seekor monster yang bisa merubah ras nya ke yang lebih tinggi tapi tidak bisa terlalu jauh dari ras awalnya! Dan tuan berevolution itu sangat mengagumkan tuan!" Ucap Redva kagum pada kehebatanku


"Seberapa hebat itu sehingga membuatmu berkata seperti itu Redva!" Tanyaku pada redva tapi zen mengambil alih


"Tentu saja sangat hebat tuan! Di dalam sejarah dunia, manusia yang dapat berevolution itu sangat langka seperti didalam pasir terdapat pasir emas! Yang berarti, Tuan itu termasuk dalam 1 dari 1,000,000,000 orang di dunia ini!" Ucap Zen bangga padaku dan dirinya sendiri karena sudah bertuan denganku


"Sebegitu besarkah? Kesampingkan itu dulu! Bagaimana caraku menyembunyikan sayap ini?" Tanyaku pada Redva dan Zen


"Tuan hanya perlu fokus pada sayap tuan, dan bayangkan sayap tuan adalah salah satu bagian dari tubuh tuan!" Jelas Redva


Aku memejamkan mataku dan mulai fokus. Perlahan lahan aku bisa memasukkan sayapku.


"Tapi, Bagaimana bisa tuan berevolution menjadi ras angel?" Tanya Redva penasaran


"Aku tidak tahu! Aku tidur tiba tiba sudah begini! Tapi, Ras angel?" Tanyaku lagi pada redva


"Ras angel adalah ras paling langka di dunia ini tuan! Mereka yang memiliki ras angel sudah dipastikan sangat kuat dan sangat dicari oleh kekuatan sebuah negara!" Jelas Redva membuatku agak panik


"Apakah ada cara supaya aku tidak terlihat seperti ras angel?" Tanyaku panik


"Ada, Tuan hanya jangan memperlihatkan sayap tuan dan tanda yang ada di dahi tuan!" Ucap Redva memberi solusi

__ADS_1


"Dahi?" Aku tidak mengetahui kalau ada sebuah tanda di dahiku dan beranjak dari kasur ke sebuah kaca kamarku


"Ternyata benar! Lalu bagaimana cara menghilangkan ini Redva?" Tanyaku lagi


"Ini... Saya tidak tahu tuan, Maafkan aku!" Redva meminta maaf dan membungkukkan badannya padaku


Setelah mendengar perkataan Redva, Aku langsung membuka mataku.


'Tidak mungkin, tidak mungkin tidak ada cara kan! Apa yang harus kulakukan! Apakah aku harus pergi dari kota ini!' Batinku panik jika para pahlawan atau pejabat tinggi menemukanku.


'Aku harus keluar dari sini! Aku tidak mau mengambil resiko karena aku masih tidak mengetahui tingkat kekuatanku yang sebenarnya! Aku ingin tinggal di hutan saja!' Batinku ingin keluar dan tinggal dalam hutan


"Redva, Zen! Kita keluar dari kota ini!" Ucapku pada mereka sambil mengepalkan tanganku


"Baik tuan," Tidak seperti biasanya yang selalu tegas, Sekarang mereka menjawabnya dengan lemas


Aku bersiap siap dan menyuruh mereka juga tuk bersiap siap untuk pergi ke hutan. Aku juga memakai cincinku untuk menyembunyikan auraku.


"Redva! Apakah ada hutan dengan tingkat bahaya yang tinggi dan sangat luas?" Tanyaku pada Redva yang sudah siap berangkat.


"Ada tuan! Tempat itu berada dekat kerajaan unity kingdom, yang memiliki tingkat toleransi dan kesejahteraan yang tinggi! Dan kerajaan itu memilki jarak dari sini sekitar 120 kilometer melewati sebuah hutan kecil kerajaan ini lalu melewati sebuah tebing!"


"Baiklah aku mengerti! Kamu yang memimpin!"


"Tuan, Saya sudah siap!" Ucap Zen yang baru saja selesai berkemas.


"Karena kita semua sudah siap ayo kita berangkat! Tapi aku punya tugas untuk Redva!" Aku menatap wajah Redva


"Apa itu tuan?" Tanya Redva


"Kamu carikan aku sebuah jubah berwarna hitam dan carikan aku sebuah pedang kualitas tinggi!" Perintahku pada Redva dan langsung pergi mencarinya


"Dan untukmu zen! Kamu belikan aku peralatan untuk bertahan hidup dan beli cincin penyimpanan sebanyak tiga!" Ucapku sambil memberi semua koin emasku pada Zen


"Baik tuan!" Ucap Zen lalu pergi dengan cepat


"Untuk sekarang aku penasaran apa kegunaan dari syimbol di dahiku ini, Apakah hanya sekedar syimbol? Tapi itu tidak mungkin mengingat syimbol emas ini seperti bagian dariku! Dan aku juga merasakan syimbol ini memiliki sebuah rahasia yang ingin diberitahukan padaku!" Aku mencoba segala cara untuk mengetahui rahasia dari syimbol ini sambil menunggu mereka


Aku mencoba menyentuhnya tapi tidak ada yang terjadi, Aku mencoba fokus pada syimbol tidak ada yang terjadi, Mengalirkan mana pada syimbol, mencoba menyentuhnya sambil mengalirkan mana, Tapi itu semua tidak berhasil.


*Hap...

__ADS_1


Seekor lalat hinggap di dahiku dan secara refleks aku menemuknya dan mengenai dahiku.


Sring!!!


Tubuhku mulai bercahaya dan pindah ke sebuah dimensi lain.


"Dimana ini? Ohh... Aku mengerti cara kerja syimbol ini! Ternyata hanya perlu menepukkan tanganku padanya!" Aku menghela nafas karena cara kerjanya semudah ini semudah menepuk kepala


"Tapi apa maksud dari semua ini?" Ucapku bingung melihat sebuah taman luas dengan banyak sekali bunga dan terdapat sebuah bangunan perpustakaan


"Apa ini kegunaan dari syimbol di dahiku?" Ucapku pada diri sendiri dan berjalan ke dalam bangunan perpustakaan


"Whooaahh.... Banyak banget!" Aku kagum dengan banyaknya buku buku di dalam bangunan berbentuk lingkaran ini


Semua buku itu tersusun rapi di setiap tembok berbentuk rak buku. Dan bangunan ini terdapat 5 tingkat yang isinya buku semua.


Aku membaca salah satu buku yang ada di rak buku itu dan mengetahui kalau buku ini sangat berguna.


"Whoaah!!! Isi buku ini membuatku tahu akan pengetahuan umum tentang dunia ini!"


Di buku ini tertulis tentang dunia titanies yang awalnya terbentuk akibat perlakuan raja karena permintaan dewa. Dunia ini sekarang memiliki 2 benua luas, yaitu benua utara dan selatan. Benua utara dan benua selatan di pisahkan oleh sebuah lautan luas bahkan terdapat samudra. Di benua utara didiami oleh ras elf, dwarf, dan dragonewt. Nama masing masing kerajaannya adalah kerajaan elf, kerajaan dwarf, dan kerajaan dragonewt. Mereka tidak mau menyatukan kerajaannya. Dan akhirnya selama ribuan tahun mereka hanya berselisih tapi tidak menimbulkan kerusakan besar. Di benua selatan inilah tempatku berada. Disini terdapat banyak kerajaan yang didirikan oleh manusia tapi juga ada sebuah kerajaan yang kuat membuat kerajaan manusia bersatu. Kerajaan itu bernama kerajaan raja iblis. Kerajaannya membuat banyak peperangan hingga puluhan ribu tahun. Tapi tetap saja raja iblis ditaklukkan oleh manusia berjulukan pahlawan dunia lain bernama bumi.


Bukan hanya daratan tapi juga lautan dan samudra memiliki kehidupan banyak monster yang tidak diketahui oleh siapapun hingga sekarang. Mereka tidak pernah muncul ke permukaan kecuali dia muncul merusak kapal yang menyeberang antar benua. Monster monster didalam laut sangat kuat karena mereka berada dalam habitatnya membuat mereka sangat sulit dikalahkan oleh pelaut yang akhirnya mati dalam perjalan. Dan seluruh ras berpendapat bahwa di lautan terdapat badai yang sangat besar hingga mereka tidak selamat. Hal ini membuat semua ras salah paham. Tentu saja ada yang selamat. Dan sebab itulah disemua benua terdapat semua ras yang ada termasuk iblis.


"Pengetahuan yang sangat berguna! Aku sebaiknya keluar dulu dari dimensi ini!" Aku menepuk dahiku lagi dan akhirnya kembali lagi ke rumahku di dunia titanies


"Ternyata mereka belum datang ya? Apakah waktu disana lambat? Yahh, Terserah!" Aku menunggu mereka dengan tiduran di kasur empuk untuk terakhir kalinya


Entah kenapa aku malah tertidur lagi dan dibangunkan oleh Redva.


*Goyang *Goyang


"Bangun tuan!" Ucap Redva membangunkanku


"Oh... Aku tertidur.. Apa sudah siap Redva?" Tanyaku


"Iya, Zen juga sudah berada di lantai satu tuan!" Jawab Redva


"Ayo!" Aku berjalan ke lantai 1 dan menyuruh zen untuk langsung berangkat tidak usah peduli dengan rumah ini


"Ayo zen kita langsung berangkat! Tinggalkan kunci rumahnya di pintunya!" Perintahku pada Zen

__ADS_1


"Baik tuan!"


Setelah Zen memasukkan kunci rumah pada pintu, Kami langsung berangkat ke arah gerbang kota. Aku memakai jubah berwarna hitam yang Redva berikan padaku, dan Aku juga menyembunyikan syimbol ku dengan perban di kepalaku. Hal itu membuat ku jadi lebih mudah keluar dari kota tapi tidak dengan Redva. Dia memilih untuk loncat melewati tembok. Hal itu sebenarnya membuatku menjadi lebih mudah tapi kenapa aku tidak berpikir seperti itu yah... Zen membayar pajak keluar masuk kota sebanyak 1 koin perak untuk dua orang. Kami dengan mudah keluar dari kerajaan itu dan memulai perjalanan.


__ADS_2