Albar The Strongest Man

Albar The Strongest Man
Diculik!!!


__ADS_3

"Ah... Mungkin karena aku Kuat?" Ucapku dengan agak sedikit bertanya


"Aku tidak percaya padamu! Ayo berduel dengan ku!!!" Petualang 4 berteriak kepadaku meminta ku untuk berduel


"Aku tidak mau" Ucapku dengan malas


"Kenapa! Apa kamu takut padaku!? Hahaha! Memang benar kamu tidak salah pilih karena aku adalah si cepat kuning, Rank B!" Ucap petualang berambut kuning dengan sombong


"Kalau begitu aku mau keluar dulu..." Aku keluar dengan tatapan menunduk dengan mata melebar


Aku sedang menahan amarahku yang sedang mulai ingin menghajar pria itu tapi aku tahan karena tidak ingin menimbulkan lebih banyak masalah di masa yang akan datang.


'Sabar... Sabar..." Aku mencoba menahan amarahku dengan mengelus dadaku


"Dimana ya tempat penginapan berada?" Ucapku untuk mengalihkan perhatianku


Aku mencoba berkeliling kota dan akhirnya menemukan sebuah penginapan lalu ingin memasukinya.


Tek...


"Hah? Kenapa tidak bisa dibuka?" Aku bertanya tanya mengapa pintunya tidak bisa dibuka dan Aku terdiam pasrah setelah membaca sebuah papan yang tertancap di sebuah tanah depan penginapan


¦ Kepada pelanggan yang terhormat, Kamu dari penginapan ingin memberi tahu bahwa penginapan kami sedang dilelang karena sebuah kejadian yang tidak diduga oleh kami. Mohon maaf pada pelanggan yang terhormat, kami undur diri dari penginapan kami ¦


"Apa aku harus tidur di luar ya..." Ucapku dengan lemas dan pasrah juga kecewa


"Tapi apa maksud dari kejadian tak terduga itu?" Aku berpikir sejenak sambil berjalan ke sebuah gang kecil untuk dijadikan tempat untuk tidur


"Sudahlah... Tidur dulu!" Ucapku yang sudah mulai lelah dan ngantuk berat karena jam kota yang besar sudah menunjukkan jam 22.00


Akupun tertidur lelap di sebuah batu yang sudah menjadi jalanan. Mengapa aku bisa tertidur lelap? Karena aku sudah terbiasa waktu aku masih di bumi.


"Whoamm..." Aku membuka mataku dan mencoba meregangkan tubuhku


Tring....


Suara rantai yang entah darimana berbunyi dan Aku melihat tanganku dirantai tapi sudah lepas karena kekuatanku yang berlebihan.


"Apa ini?" Aku mencoba untuk waspada dan melihat sekitar lalu kutemukan bahwa aku sekarang berada di sebuah ruangan berbentuk penjara


"Mengapa aku bisa disini? Siapa kalian?" Aku bingung dan mencoba bertanya pada perempuan perempuan yang sedang dirantai dengan tatapan yang sudah mati tapi masih hidup(masih punya nyawa)


...


"Sepertinya aku berada di sebuah ruangan para budak, Tapi mengapa aku juga bisa berada disini? Apa sewaktu aku tidur, Aku diculik ya?" Aku mencoba berpikir dan seseorang berpakaian bandit datang ke arah kami


"Hehehe... Apa kamu terkejut bocah! Akulah yang menculikmu semalam dan akan ku jadikan kamu seorang budak! Dengan begitu aku bisa mendapat uang lebih banyak darimu! Oh iya, Aku juga sudah mengambil uangmu yang berada di kantongmu itu! Lumayan juga kamu bisa mendapatkan 50 Koin emas bocah!" Ucap bandit itu sambil melempar lempar koin emasku


...


Aku tidak berbicara apapun dan mencoba berakting seperti orang yang masih di rantai.


"Tidak menjawab ya... Cih! Buang buang waktuku saja!" Ucapnya lalu pergi dari kami


"Sekarang waktunya, Wind cutter!" Aku menyerang bandit itu dari belakang tanpa suara dan mengenai tubuhnya tepat di jantungnya


"Ughh..." Bandit itu tergeletak lemas begitu saja setelah aku serang


"Kalian ingin kabur denganku?" Ucapku pada para perempuan yang sedang dirantai seruangan denganku


"I-Iya tolong kami tuan!" Ucap perempuan itu dengan memohon padaku


"Saya juga tuan, Tolong Saya!" Ucap perempuan lainnya memohon padaku


Setelah Aku hitung, perempuan yang berada di ruangan ini berjumlah 11 orang dan tidak ada laki laki kecuali aku. Mereka juga masih muda atau bisa dibilang mereka semua adalah gadis cantik.


"Baiklah, Ayo kita keluar!" Ucapku mengomando mereka


"Terimakasih tuan" Ucap mereka bersamaan


Oh iya, Pakaian mereka robek robek dan tipis. Jadi... mereka mengikutiku sambil menyembunyikan area sensitive mereka.

__ADS_1


Lanjut cerita!!!


Aku diam diam menyelinap lalu melihat ada 2 orang penjaga sedang mengobrol. Aku menjatuhkan sebuah benda agar mereka terpancing mendatangiku supaya mereka dapat dengan mudah di bereskan.


Tang.. Kratang... Tang....


Sebuah tongkat besi aku jatuhkan lalu mereka terpancing ke arahku. Mereka tidak berbicara apa apa langsung ke arahku.


Aku mengambil pedang yang kubawa di pinggangku untuk menebas mereka saat mereka sampai di jebakanku. Aku mengambil pedang itu dari mayat bandit yang kubunuh dengan sihir anginku.


Tak... Tak... Tak...


Suara hentakan kaki mereka semakin dekat membuatku bersiap siap untuk menebas mereka.


Setelah kepala salah satu muncul aku tanpa berpikir langsung menebas kepalanya tapi bandit satu nya tidak terkena jebakanku dan berteriak.


"Musuh!!! Ada Mus- " Sebelum Perkataannya selesai aku menebas dia tapi perempuan di belakangku mulai khawatir karena bandit tadi telah berteriak dan suara hentakan kaki semakin terdengar oleh kami


"Siapa yang berani menyerang kami!!!!" Ucap bandit bertubuh besar dan kekar juga berkulit coklat


"Ku kira siapa, Ternyata dia bocah yang temanku culik saat dia tertidur di gang kecil tapi dia juga lumayan memiliki 50 Koin emas Hahaha!!!!" Ucap salah satu bandit lain


"Apa yang akan kau lakukan pada kami!" Ucapku menatap pria kekar itu


"Tidak ada, Cuma aku ingin membunuhmu yang sudah menyerang ka- " Aku menusuk perut pria itu selagi dia berbicara


"Jika kau ingin membunuh, Kau juga harus siap untuk dibunuh!" Ucapku melesat ke arah gerombolan bandit dibelakang pria kekar itu.


Mereka berjumlah 38 Orang termasuk pria kekar itu. Aku membantai mereka semua dengan masing masing satu tebasan agar tidak terlalu mencolok karena masih ada para perempuan dibelakangku yang sedang melihat. Jika kekuatan ku bocor, Aku akan mendapatkan lebih banyak masalah. Itulah yang ada di pikiranku saat ini untuk menahan kekuatanku sebaik mungkin.


Mereka juga mengeluarkan semua pedangnya dan ada juga yang menyerangku menggunakan sihir dan sihir penguat untuk para bandit yang menggunakan pedang. Aku menebas mereka satu per satu sambil menangkis banyak serangan dari mereka.


Aku juga menggunakan tubuh teman mereka yang sudah mati sebagai perisai untuk menahan serangan pedang dan sihir.


"Cih! Kau gunakan teman kami sebagai perisai! Mati kau!!!" Ucap Bandit itu lalu melompat ke arahku bersamaan dengan pedang yang ia siapkan untuk menebasku


Aku dengan tidak terlalu mempedulikannya langsung menebas mati bandit itu dan melanjutkan pertarunganku dengan bandit lain yang tersisa 5 orang pengguna pedang dan 3 orang penyihir. Mereka mulai gemetar takut akan kematian yang akan mengancam hidupnya saat ini.


"Tolong maafkan kami, tuan!" Bandit pedang 3 yang sedang memohon maaf dan mendekat ke arahku


"Tolong maafkan kami... Kai tertipu!!!" Ucapnya yang mengunci tanganku kebelakang


"Hahaha... Matilah kau bocah!" Ucap bandit lain yang terlihat menusukkan pedang nya ke arahku


"AAARGHHH!!!!"


"Hahaha... kemana kau menyerang!" Ucapku yang membalikkan tubuhku dan menjadikannya perisai


"Sialan kau bocah bang- " Aku menebasnya hingga dia tidak bisa bicara lagi untuk selamanya


"Tinggal kalian saja!" Ucapku menatap mereka dan membuat mereka ketakutan


"Maafkan kami! Maafkan kami!" Ucap mereka ketakutan


"Kalian tidak pantas hidup! Area of death!" Ucapku mengucapkan sebuah sihir kematian


Sihir itu membuat siapapun yang berada di atas area tersebut mati dengan perlahan sampai tubuh mereka kering dan berwarna hitam. Sejujurnya, Aku tidak mengira skill ini sebegitu kejam dan memutuskan untuk tidak menggunakannya jika bukan dalam situasi khusus.


Setelah selesai membantai mereka, Terlihat banjir darah yang membasahi kaki kami. Aku mencoba menenangkan para perempuan itu yang mulai takut padaku dan akhirnya mereka lebih tenang sedikit. Aku memerintahkan mereka untuk tetap tenang dan mengikuti ku karena mungkin masih ada lagi bandit yang tersisa.


Setelah berhasil keluar, Para perempuan itu pada awalnya ingin menjadikanku seorang master mereka tapi aku menolaknya dan membebaskan mereka dari segel budak dengan menghancurkan rantai dan kalung yang ada pada mereka. Meskipun mereka semua cantik cantik, Aku memilih menahan diriku untuk tidak bergerak terlalu dalam untuk masalah itu.


...


Akhirnya aku berhasil membujuk mereka untuk tidak menjadikanku tuan atau master mereka dengan alasan...


"Kalian tidak boleh begitu, Kalian masih memilki masa depan dan juga, Kalian masih memilki keluarga bukan?" Ucapku pada saat itu untuk membujuk mereka


Mereka mengangguk dan mengucapkan terimakasih padaku. Tapi ada suatu kejadian yang tidak kuduga saat itu.


Setelah mereka berterima kasih padaku, Mereka berjalan mendekatiku dan Aku heran apa yang mereka akan lakukan. Dan tiba tiba...

__ADS_1


Kiss...


Mereka menyiumku!!! Aku tidak bisa melawan karena mereka terlalu berdekatan takutnya aku yang masih dalam keadaan tangan masih dibawah, takut mengenai dada mereka.


Aku hanya bisa pasrah pada ciuman itu Tapi Aku menikmatinya. Setelah mereka selesai menyiumku, Mereka pamit. Aku memanggil mereka untuk bertanya,


"Apa yang kalian tadi?" Tanyaku yang masih dalam keadaan linglung


"Itu adalah ciuman terimakasih dari kami," Ucap mereka sambil membungkukkan badannya


"Jadi begitu, Sudahlah kalian cepatlah pulang!" Ucapku sambil membalikkan badan karena masih malu dengan ciuman yang mereka berikan. Ciuman itu membuatku tidak bisa melihat mereka karena tidak punya keberanian untuk melihat wajahnya karena dulu sewaktu di bumi, aku tidak pernah pacaran apalagi ciuman ( Tapi hanya dipipi saja bukan antar bibir ya~ )


Mereka membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing masing. Aku kembali ke tempat bandit itu untuk mengambil harta mereka.


"Lumayan... Mereka menyimpan uang sebanyak 70 Koin emas (termasuk uang yang diambil dariku) dan juga ada pedang long sword berwarna hitam dengan kualitas yang bagus! Aku ambil saja ini!" Aku mengambil pedang long sword itu dan menyimpan koin emas itu ke dalam kantongku.


Aku keluar dari rumah bandit itu dengan membersihkan bajuku dari darah dengan skill Water Clean.


Tapi, saat aku hendak keluar terdengar suara seseorang yang meminta tolong di dalam rumah bandit itu.


"Hah? masih ada orang didalam?" Aku bergegas mencari sumber suara itu dan menemukan asal sumber suara itu berasal dari balik kain berbentuk kotak yang menghalangi.


Aku membuka kain itu dan menemukan seorang beastkin, Seorang manusia serigala perempuan yang sedang terkurung di dalam kotak besi seperti penjara mini.


Aku membuka paksa penjara mini itu dan mengulurkan tanganku padanya.


"Apa kamu akan menolongku..." Ucapnya dengan lemah karena sudah kurus seperti tidak di kasih makan selama beberapa hari


"Tentu saja aku akan menolongmu!" Ucapku yang masih mengulurkan tanganku padanya


Perempuan itu berusia sekitar 15-an dan dalam kondisi seperti telah di siksa oleh bandit itu. Banyak luka memar di tubuhnya dan dia hanya memakai kain tipis yang menutupi bawahannya saja.


Dia memegang tanganku dan berusaha untuk berdiri tapi sepertinya dia kesusahan.


"Kamu duduklah dulu disana! Aku akan menyembuhkanmu terlebih dahulu lalu aku akan membebaskanmu!" Suruhku untuk duduk di sebuah meja dan dia menurutinya


"Recovery!" Perlahan tubuh perempuan itu menjadi baik malahan sangat baik seperti tidak pernah terjadi apa apa


"A-Apa yang terjadi pada tubuhku! Tu-Tuan, Kalau boleh tau, skill apa yang tuan gunakan padaku!? Kenapa penyembuhannya cepat sekali? bahkan aku seperti tidak pernah mengalami kejadian apapun! Dan juga kamu masih seorang anak anak, Mengapa kamu bisa begitu mengagumkan!?" Ucap perempuan itu panjang lebar dan secara tidak sengaja dia berdiri karena kagum dan melupakan kainnya


"Kamu cerewet sekali ya, Dan juga kamu pakailah sesuatu!" Ucapku menghapadap kebelakang


"Kyaa!!!! Maafkan aku tuan!!!" Dia berteriak kencang membuat aku kaget padahal aku sudah siap untuk adanya teriakan. Dia juga mencoba mencari sesuatu untuk dia pakai


....


Selang beberapa waktu, Dia akhirnya selesai dan memanggilku.


"Kamu boleh melihat lagi, tuan" Ucapnya yang masih malu malu


"Okelah, *Slash..." Aku memotong rantai dan kalung budak itu sama seperti para perempuan yang kuselamatkan sebelumnya


"Eh... Kyaaa!!!"


'Waduh... Aku tidak menyangka dia berteriak lagi!'


"Dengan begini kamu bisa bebas!" Ucapku yang masih kaget


"T-Terimakasih... Etto?" Ucapnya sambil membungkukkan badannya


"Namaku Albar"


"Terimakasih Albar-San, karena sudah menyelamatkan ku dari bandit itu! Kalau begitu aku permisi dulu" Ucapnya dengan terburu buru dan Pergi entah kemana


'Tidak kusangka dia tidak seperti perempuan yang sebelumnya, bahkan dia menanyakan namaku tapi tidak dengannya. Yahh, setidaknya dia tidak menyusahkan ku!" Batinku lalu lanjut tidur di gang kecil yang lumayan jauh jaraknya dari tempat bandit itu.


Don't forget to klik tombol Like and write something in komentar ya~


Terimakasih,


Sayonaraa...

__ADS_1


__ADS_2