
Setelah beberapa waktu berlalu yang entah berapa aku pingsan terbangun dengan perut yang sudah penuh.
"Dimana ini! Ergh... Lahh! bukannya aku tadi kelaparan ya!?" Ucapku dengan keras sambil mengingat ingat kelaparan yang kualami
"Kamu akhirnya sudah bangun..." Ucap seorang perempuan misterius dengan nada seperti sedang lega
"Siapa kamu?" Tanyaku
"Aku Sena! Aku yang telah menyelamatkanmu" Ucapnya sambil meminum teh
"Jadi... Terimakasih!" Aku berterima kasih padanya yang sudah menyelamatkanku dari kelaparan
"Ya, Kamu sekarang berada dirumahku!" Ucapnya menghilangkan rasa raguku padanya
"Jadi begitu... Kenapa kamu menyelamatkanku?" Tanyaku yang masih waspada karena baru saja aku mengalami penculikan
"Kamu tidak usah begitu waspada, Kamu juga bisa langsung pulang!" Ucapnya sambil menghela nafas
"Apa benar?" Tanyaku dengan menatap matanya
"Iya..." Jawabnya singkat
"Baiklah kalau begitu, Daa~" Aku pergi dari rumah itu
"Heh..." Sena menghela nafas panjang dan berjalan ke sebuah jendela lalu memandang lama langit langit
' Aku cuma ingin mengetesnya, Tapi sepertinya dia jujur! Aku kembali dulu dan berterima kasih dengan benar!'
"Sena!!!" Teriakku memanggil namanya yang masih menatap langit
"Mengapa kamu tidak pulang?" Tanya sana padaku
"Aku... Bukan apa apa! Aku hanya ingin berterima kasih padamu telah menyelamatkanku!" Aku memberikan kantung berisi 25 koin emas
"I-Ini... Terlalu banyak!!" Ucapnya kaget dan menyerahkan kantungku kembali
Aku tidak menerimanya dan langsung pergi begitu saja.
"Moo~ Aku tidak menyangka akan seperti ini~, Bagaimana caraku untuk membalasnya? Aku bahkan tidak terlalu mengingat wajahnya!" Gumamnya yang terdengar olehku dengan indera god ku
'Hehehe... Syukurlah dia menerimanya' Ucapku dalam hati dengan senang karena bisa menyenangkan hati penyelamatku
'Aku baru sadar kalau dia itu seorang Elf dan juga sangat mengagumkan! Mulai dari lekuk tubuhnya dan uhh... Aku tidak mau menceritakannya! Pokoknya dia sangat cantik dan sexy!'
"Untuk sekarang, Aku harus pergi ke guild dan menyerahkan questku!"
Setelah lama aku berlari, Aku memasuki guild dan mengumpulkan questku yang sudah berumur 2 Hari.
"Kamu menyelesaikannya dalam 2 hari ya? Lumayan bagus untuk pemula!" Ucapnya menyetempel questku dan memberiku imbalan sebanyak 5 koin tembaga
"Terimakasih! Anu, Apa aku bisa naik peringkat dengan cepat?" Tanyaku kepikiran
"Bisa, Kamu hanya perlu menunjukkan kualitasmu dalam petualang kepada penguji!" Ucap resepsionis memberi solusi
"Kalau begitu! Aku saja yang akan menjadi pengujinya Nano-San~" Ucap salah satu petualang yang aku kenal
Dia adalah orang yang mengajakku berduel kemarin. Dia memiliki tampang berandalan yang berambut kuning dan berpakaian hitam dengan hiasan tengkorak kecil di sakunya untuk memberi kesan mengerikan. Dan kini aku jadi tau nama dari resepsionis itu yang bernama Nano.
"Tapi kamu harus ijin dulu dengan Albar-San!" Resepsionis itu memarahinya
"Tidak apa apa! Aku menerimanya!" Ucapku pada Nano untuk mengujiku
__ADS_1
Aku dan orang bernama budi itu berada di sebuah arena guild untuk berlatih maupun menguji seseorang.
"Apa kamu siap bocah!" Ucapnya sambil mengeluarkan pedangnya
"Ya" Jawabku singkat dan mulai merubah pandangan bahwa bocah adalah kata umum disini
"Huh... Peraturan kalian adalah tidak boleh membunuh, Pengujian selesai bila salah satu di antara kalian terluka parah ataupun menyerah, dan keluarkan seluruh kemampuan kalian!" Sesaat setelah Nano selesai bicara tiba tiba budi melesat ke arahku
Ting...
"Ohh, lumayan juga kamu bocah! Bagaimana kalau..." Sebelum selesai bicara, pedangku sudah berada di lehernya membuat budi berhenti
"B-Bagaimana bisa kamu... Argh! Aku menyerah!" Ucapnya menjatuhkan pedangnya dan mengangkat tangannya tanda menyerah
"Hah!!! Semua orang yang menontonku tiba tiba berteriak kaget
"Bagaimana kamu bisa semudah itu... Mengalahkan si cepat kuning!" Ucap Nano yang baru saja berteriak kaget
Aku menatap wajah nano dan Aku mengatakan sesuatu, "Bukankah aku sudah menjawabnya waktu itu?"
"Ah... Mohon maaf atas kesalahanku tuan! Aku akan memberi tahu kepala guild untuk menaikkan rankmu!" Ucap Nano berlari ke dalam guild
"Hoy! Bagaimana kamu bisa secepat itu?" Tanya budi yang sedang mengambil pedangnya dan menyarungkannya
"Aku berlatih keras!" Aku tidak berbohong kalau aku berlatih keras, Karena sewaktu aku masih di alam dewa aku berlatih disana dengan keras
"Aku akan ingat ini! Aku pasti akan mengalahkanmu bocah!" Ucapnya dengan amarah
"Aku tunggu" Jawabku santai
"Kau jangan sombong dulu bocah! Ayo kita berduel! Jangan bilang kau akan melarikan diri lagi!" Ucapnya dengan keras dan menunjuk nunjukku
"Aku terima!" Jawabku santai
Cahaya menyelimuti kami dan kami langsung saja berduel dengan waktu 10 menit karena aku ingin meregangkan tubuhku sejenak.
Ting! Tang! Ting! Ting! Trang!
Sudah lewat sepuluh menit aku mengakhiri duel ini dengan menendang kaki budi dan mengarahkan pedangku ke arahnya.
"A-Aku menyerah! Sekarang kamu bisa meminta apa saja padaku!" Ucapnya yang sudah mengangkat tangan
"Aku hanya ingin kamu tidak menggangguku lagi!" Ucapku
"Apa hanya itu saja tuan!" Budi kaget pada jawabanku
"Iya, pergilah!" Usirku
"Baik!"
"Itu master! Dia orangnya!"
Aku mendengar suara yang familiar. Suara itu adalah suara nano yang sedang membawa masternya.
"Jadi kamu! Bukannya itu kamu yang kemarin! Tidak kusangka kamu sekuat ini! Ayo bertarung denganku!" Ucap kepala guild dengan mengarahkan pedang besar ya padaku
"Apa yang kamu lakukan master!" Ucap Nano panik melihat masternya sedang ingin bertarung
"Tenanglah... Ini hanya pertarungan bukan duel!" Ucapnya menenangkan nano
"Aku terima! Dan dengan begitu, Apa jika aku mengalahkanmu aku bisa naik tingkat dengan signifikan?" Tanyaku dengan egois ingin cepat cepat naik rank
__ADS_1
"Hahaha! Kamu terlalu percaya diri bocah! Bahkan jika kamu menang kamu akan otomatis menduduki rank S! Asal kau tau aku ini adalah seorang rank S!" Ucapnya merendahkanku
"Kalau begitu, tujuanku akan semakin mudah! Ayo mulai!"
Aku mengayunkan pedangku kearah tubuhnya tapi dia menangkisnya dengan mudah.
'Sudah ku duga! kekuatan dari 1/1000 ku tidak bisa menyerangnya dengan mudah! Kalau begitu aku akan meningkatkan kekuatanku menjadi 1%'
Tang!!!
Ledakan angin kencang terjadi akibat benturan dari pedangku dan pedang paman rudolf.
"Ugh... Kuat sekali kamu bocah! Aku tidak akan kalah semudah itu!!!" Tiba tiba otot paman rudolf membesar dan ber-urat
"Hiyaa!!!" Teriaknya sambil menyerangku dengan kekuatan sepenuhnya
Aku terus terusan menangkis dan menyerang paman rudolf. Aku menyerang bahunya tapi tidak berhasil dan mengubah secara paksa dari serangan vertikal menjadi horizontal. Itu membuat paman rudolf terluka dibagian dadanya.
Paman rudolf membalas seranganku dengan menyerang dengan skill thousand sword.
Muncul banyak bayangan pedang menyerangku tapi hanya satu yang mengenaiku yaitu goresan di pipiku.
"Huh...Huh... Lumayan juga kamu bocah!" Paman rudolf kelelahan menyerangku dengan skill thousand sword nya
"Kamu juga paman! Kamu dapat menggores pipiku!" Ucapku sambil mengusap darah pada pipiku
Pertarungan berlanjut dengan sengit meskipun aku masih mengeluarkan 1% Kekuatanku tanpa mantra dan only sword.
Luka pada tubuh paman rudolf semakin banyak tapi aku tidak terkena apapun setelah tergores pipiku oleh pedang besarnya.
"Aku menyerah! Kamu sangat kuat meskipun kamu masih bocah!" Ucap paman sambil tersenyum
"Apa aku bisa naik rank?" Tanyaku
"Mulai sekarang, Kamu akan memiliki rank SS" Ucapnya dengan keras sehingga penonton tercengang akan perkataan kepala guild
"HAH!!!!" Ucap semua orang kecuali aku, paman, dan orang yang diluar area latihan guild
"Terimakasih paman!" Aku menyarungkan pedang ku dan pergi tapi di stop oleh paman rudolf
"Tunggu dulu, Kamu melupakan lencana nya!"
"Apa langsung bisa sekarang? Kukira akan memakan waktu yang lama!" Aku menggerakkan mataku keatas untuk berpikir sejenak
"Jangan remehkan guild petualang bocah!" Ucapnya sambil memukul punggungku
"Ouch... Jangan mukul gitu dong!" Ucapku pada paman rudolf
"Ayo ikuti aku kedalam!" Ajak paman kedalam guild
Aku menunggu di depan meja resepsionis dan akhirnya paman rudolf muncul kembali sambil membawa lencana Rank SS yang sudah diberi namaku dibawah logonya.
"Yee... Akhirnya aku selangkah lebih maju!" Ucapku agak keras membuat paman bingung
"Apa yang kau maksud?" Tanya paman yang tidak mengerti kalimat yang ku ucapkan
"Itu adalah sebuah kalimat jika kamu berhasil menjadi lebih dekat dengan tujuanmu!" Jelasku pada paman rudolf
"Jadi begitu... Kamu bocah yang menarik! Mungkin kamu akan menjadi legenda berikutnya..." Ucap paman tersenyum sambil memberiku sebuah jempol
"Paman bercanda saja, Hahaha..."
__ADS_1
"Iya, Hahaha..." Kami tertawa bersama dan berbincang bincang gak jelas