
"Hh.. Whoaam... Sudah pagi ya.." Aku yang bangun karena sudah ada sinar mentari menembus mataku membuatku terbangun
"1...2...3...4..." Aku yang sedang meregangkan tubuhku dan sedikit olahraga
"Aku penasaran seberapa kuat aku sekarang ini? Apakah masih ada orang yang jauh lebih kuat dariku? Sepertinya aku harus menjadi bagian dari kerajaan jika ingin mengetahui dunia! Karena dengan koneksi mereka, Aku jadi bisa kemana mana tanpa ada yang curiga dan membuat masalah denganku! Tapi bagaimana caraku bisa mendapat perhatian dari raja ya..." Aku berpikir agak lama dan menundukkan kepalaku untuk berpikir keras
"Ohh! Aku naikkan saja Rank ku ke tingkat tertinggi!" Ucapku yang sudah mendapatkan ide untuk mendapatkan perhatian dari raja
Peringkat di guild petualang jika dimulai dari yang terendah adalah rank F, rank E, rank D, rank C, rank B, rank A, rank S, rank SS, dan ada rank yang tingkat kekuatannya sangat kuat bahkan bisa katanya orang ber-rank itu bisa membuat seorang raja takluk yaitu rank Legenda berbentuk sebuah lambang burung api berwarna latar belakang merah dan ditempa menggunakan bijih terbaik di dunia yaitu bijih admantite. Tetapi, tidak ada seorangpun didunia yang mencapai tingkatan tersebut selama ratusan tahun yang membuat dunia ini.
Aku pernah mendengarkan rumor dari dewa dan dewi yang pernah mengirimkan seseorang dari duniaku, membuat seisi Isekai kagum padanya bahkan ada yang sampai takut, histeris, menyembahnya, iri, dan lain sebagainya. Dia adalah orang ke-11 dalam sejarah yang bisa membuat guild petualang memberikannya rank Legenda. Tapi dia orang yang sangat rakus pada dirinya sendiri, Bahkan dia membuat siapapun yang dia sukai atau perempuan cantik yang dia sukai, ia rampas begitu saja membuat seluruh dunia bergabung untuk mengalahkannya termasuk para iblis. Para iblis juga? Ya, Karena dia juga pernah bahkan sering mengancam mereka dan merampas semua yang ia inginkan. Nama dia adalah Steven, Dia seorang laki laki yang duduk di bangku SMA kelas 2. Sayang sekali dia menjadi tak terkendali saat mendapatkan kekuatan yang dimilikinya.
'Jarak antara aku dan dia adalah 200 Tahun. Dan mungkin itu dicatat dalam sejarah, mungkin? Karena itu aku ingin melanjutkan perjalanan ku untuk menjadi yang terkuat dan mencapai puncak dunia!'
"Yoshh! Saatnya mengambil quest!" Ucapku yang segera menuju guild petualang
"Hey kamu! Apa kamu mau berduel denganku?" Ucap seseorang yang tidak kukenal, bahkan saat di guild petualang pun tidak ada dia disana
"Siapa kamu!" Ucapku agak serius
"Tidak usah begitu waspada! Aku hanyalah seorang pengembara biasa!" Ucapnya sambil sedikit tersenyum kecil
Senyum itu membuatku tidak nyaman dan mengira akan terjadi sesuatu yang tidak beres. Dan aku mengingat sesuatu dari guild. Siapapun yang berduel jika mereka semua setuju, tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Mereka juga bisa membunuh satu sama lain dan membuat siapapun yang kalah harus mematuhinya. Itu adalah sumpah duel yang di sumpahkan pada dewa.
Akupun berseringai, " Ayo kita lakukan duel itu!" Seketika kami sedikit bercahaya menandakan kami sudah dalam sumpah, jika melanggar maka kita akan tersiksa selama masih hidup
"Menarik! Kamu tidak takut kalah bocah!" Ucapnya langsung menyerangku dengan tangannya
"Hah? Dia bukan ras manusia?" Aku terkaget dengan serangannya yang memakai kuku tapi aku tidak terkejut dengan serangannya
"Heh! Apakah kamu takut sekarang bocah!" Ucapnya mengejekku
"Mana ada!" Ucapku padanya dan membuat dia jengkel
"Sialan kau! Aku adalah ras vampir berdarah murni tau!" Ucapnya jengkel
"Kekeke... Karena kamu telah mengetahui ras ku, Kamu akan mati!" Ucapnya yang seperti menambahkan kekuatan serangannya padaku
Sring... Ting....(28 kali) Slash... (Menebas tipis tubuhnya)
"Mengapa! Mengapa kamu bisa begitu kuat! Huh...huh.." Ucapnya kelelahan
"Karena kamu lemah!" Ucapku mengejek
"Cih! Dasar bocah bau kencur! Berapa usia mu sebenarnya!" Ucapnya yang curiga padaku karena kekuatanku yang tidak biasa
"Aku berumur 12 tahun!" Jawabku mudah
"Aku tidak percaya padamu!"
__ADS_1
"Terserah kau saja jika kamu tidak percaya!" Lalu aku menerjang ke arah vampir itu dan ingin menebasnya
"Aku menyerah!" Aku terhenti karena perkataannya sebelum aku bisa menebaskan pedangku padanya
"Aku menyerah! Aku siap melayanimu tuan!" Ucapnya dengan hormat kepadaku layaknya bangsawan
"Ehh... Apa yang kamu lakukan!" Ucapku bingung padanya dan akhirnya aku sadar bahwa siapapun yang kalah akan mematuhi semua perintahnya
"Beri saya nama tuan," Ucapnya yang sedang berlutut padaku
"Huh... baiklah, Aku memberi nama kamu Red Vampire sebagai budakku!"
Tiba tiba muncul sebuah tanda di kepalanya yang membuat dia mematuhi segala perintahku. Dan lingkaran tanda itu sekarang sudah transparan bahkan tidak bisa dilihat.
"Terimakasih sudah memberiku nama tuan!" Ucapnya menghormatiku sekali lagi
"Tapi aku heran, Mengapa kamu bisa tunduk begitu saja Redva?" Tanyaku sambil berjalan lalu duduk di sebuah tembok rumah diikuti dengan red vampire
"Kami bangsa vampire harus bertuan pada siapapun yang lebih kuat dari kami! Itulah sumpah yang kamu lakukan saat kamu masih kecil di kastil raja iblis!"
"Kastil raja iblis!?" Tanyaku dengan cepat karena Setahuku raja iblis itu ditakuti oleh dunia jika dia turun tangan dan itulah yang ingin ku tahu seberapa kuat dia untuk menjadikan patokanku menuju yang terkuat.
"Ya tuan!"
"Berarti, Ada raja iblis juga disana?"
"Ya tuan!"
"Dia bisa mengalahkanku hanya dengan sekali serang!" Ucapnya
'Lumayan juga dia, Tapi aku juga bisa mengalahkan redva dengan mudah seperti yang dilakukan raja iblis. Apakah aku juga setara dengan dia ya?'
"Untuk sementara, Kamu bisa tidak mencarikanku sebuah rumah yang lumayan besar? tapi jangan beli sebuah mansion!"
"Siap tuan! Tapi, Saya tidak punya banyak uang tuan," Ucapnya dengan tegas tapi mulai merendah saat berkata dia tidak punya uang
"Ini!" Ucapku memberikan semua uangku padanya
"Aku serahkan pengelolaan rumah padamu!" Perintahku pada redva(red vampire)
"Laksanakan!" Redva mengatakannya dengan tegas lalu menghilang dariku
"Untuk sekarang, aku akan menaikkan rank ku!" Aku berjalan menuju guild
Setelah sampai di depan guild, aku masuk dan mengambil quest membunuh 5 goblin di hutan utara. Aku dengan cepat langsung memberikan questku pada resepsionis dan menuju hutan utara.
"Apa aku harus bawa barang bukti ya? nanti kita lihat saja!" Aku mencari goblin itu
Growl...
__ADS_1
"Uh... Laparnya... Aku nanti akan mencari monster yang bisa dimakan karena aku sudah ceroboh memberikan semua uangku pada redva" Ucapku yang memegang perutku karena lapar
Kikiki...
Aku mendengar suara tawa di depanku yang ternyata adalah tawa seekor goblin. Ada 6 goblin disana yang memakai pedang kayu dan baju yang tidak karuan. Mereka juga pendek bahkan lebih pendek dariku.
Slash...
Tanpa basa basi aku langsung menebas kepala mereka semua. Tanpa aku ketahui, Lembaran quest yang aku bawa berbunyi seperti gelas kaca yang di bunyikan.
Ting... Ting... Ting... Ting... Ting...
Setelah berbunyi aku melihat questku lagi yang sudah bertuliskan,
5/5
Awalnya itu bertuliskan,
0/5
Dan aku membuat kesimpulan bahwa aku tidak perlu membawa barang bukti. Itu memudahkanku untuk menyelesaikan quest tanpa membawa salah satu anggota tubuh mereka.
Rooaar!!!
Saat aku asik asik nya berpikir, Aku mendengar suara monster. Aku dengan mata bersinar langsung menuju monster itu untuk kumakan.
Benar saja, Monster itu berwujud seekor beruang tapi bertanduk. Aku tanpa basa basi memenggal beruang itu, Tapi ada teriakan orang yang menyuruhku berhenti.
"Berhenti!" Aku yang ingin memenggal kepala beruang itu langsung berhenti dan melihat ke arah suara
"Tolong jangan bunuh dia, Dia adalah... Eh.. seorang bocah?" Dia kaget denganku yang masih seorang bocah. Tapi memang ku akui aku ini masih kecil.
"Apa yang akan kamu lakukan bocah? kamu tidak bisa membunuh beast tamerku ini dengan mudah tau... Atau kamu bisa mati loh kalau melawan monster seperti dia" Walaupun dia menjengkelkan tapi dia sedang menasihatiku jadi aku diam saja mendengarkan nasehatnya
Setelah panjang lebar dia menasihatiku, Dia terus terusan memanggilku seorang bocah. Dari itu aku menyimpulkan, bahwa itu bukan hinaan tapi memang kata kata yang berada di dunia ini untuk seorang anak kecil. Dan juga beruang itu adalah monster yang ia jinakkan. Aku akhirnya hanya disuruh untuk pulang agar selamat.
'Baik sekali dia ya... Aku jadi ingin memberikan sesuatu padanya! Oh iya, Aku tingkatkan saja monster tamernya dengan diam diam supaya dia gembira!'
"Target lock, Monster evolution!" Ucapku diam diam dan membuat beruang milik nya berevolusi. Dan tentu saja pria yang menasehatiku kaget juga bahagia sampai mengeluarkan air mata.
Aku tidak ingin mengganggu mereka dan memutuskan untuk pergi darinya yang masih bahagia dengan beruangnya.
Growl...
"Ugh... Laparnya... Brak!" Aku pingsan karena kelaparan
'Laparnya... Aku tidak boleh menyerah! Aku... Harus... ba...ngun!!!' Batinku yang berusaha bangkit tapi gagal.
Setelah Aku gagal berdiri, aku menutup mataku. Tapi sebelum aku menutup mataku ada seorang perempuan menuju ke arahku. Aku tidak bisa melihat dengan jelas, Aku hanya bisa melihat dia memiliki busur di tangannya dan memiliki telinga yang lumayan panjang dan runcing. Dan akhirnya aku pingsan. Entah apa yang akan terjadi padaku, aku pasrah akan apa yang terjadi nantinya padaku.
__ADS_1
Sekian dari saya,
Jaa Sayonaraa...