ALETA NARASA

ALETA NARASA
ALENA NARAYA


__ADS_3

ALENA NARAYA gadis berusia 22 tahun memiliki sifat dingin dan terkesan misterius, ia seorang mahasiswa di Universitas terbaik di Washington, Amerika Serikat. Banyak pria yang mendekatinya karena selain memiliki kecerdasan diatas rata-rata ia juga memiliki wajah cantik yang membuat banyak wanita yang merasa iri padanya. Netra tajamnya yang selalu menatap apapun dengan raut datar mampu menghipnotis siapapun yang menatapnya.


Suatu hari Alena berlibur bersama sahabat Satu-satunya, Mikaela Galena. Pesawat yang mereka tumpangi lepas landas dengan baik, namun saat diketinggian sekitar 35.000 kaki pesawat tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap dibagian baling-baling tepatnya disayap pesawat tersebut. Teriakan para penumpang membuat Alena menutup telinganya dengan kedua tangannya, telinga nya berdengung membuatnya tanpa sadar menutup mata. Sungguh Alena tidak menyangka ia akan mengalami hal ini bersama sahabatnya. Alena mohon tolong jangan biarkan ia dan sahabatnya mati, Alena mohon….


••••


Dengan perlahan netra berwarna biru laut itu terbuka memperlihatkan sebuah ruangan dengan dinding bercat putih. Netranya mengelilingi ruangan beraroma obat-obatan itu,hingga suara pintu yang terbuka menampilkan seorang dokter pria yang memasuki ruangan tersebut diikuti perawat wanita. Dirinya membisu dengan mata sayu yang terus menatap dokter dan perawat yang mulai mendekatinya.


"Periksa apakah kondisi pasien sudah stabil dan jangan lewatkan apapun, ingat kita harus menjaga nona muda dengan baik."ucap dokter pria tersebut dengan memandang perawat disampingnya.


"Baik,dok." balas perawat itu.


Saat akan memeriksa keadaan nona muda yang masih terbaring lemah itu, mereka terkejut saat melihat nona muda sudah membuka mata sedang menatap mereka dengan pandangan sayunya.

__ADS_1


"Nona muda sudah sadar?!"seru dokter itu.


Dengan cepat ia memeriksa keadaan nona muda yang sudah membuka mata setelah 2 bulan koma lamanya.Helaan nafas lega keluar dari mulut dokter bernama Zergan Azkano.


"Keadaan nona muda sudah membaik dan stabil seharusnya kita tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi saat ini, kita hanya perlu menunggu hingga nona mudah pulih dengan baik." jelas dokter yang biasanya dipanggil dokter Zergan tersebut.


"Baiklah, saya akan mengabari keluarga pasien terlebih dahulu saya pamit dokter."ujar sang perawat kemudian keluar berniat mengabari keluarga nona muda yang telah sadar dari komanya.


"Bagaimana keadaan nona muda? apakah nona muda bisa menggerakkan tubuh anda?" tanya dokter Zergan dengan senyum manisnya. Ia tidak bisa menolak betapa indahnya mata nona muda ini saat menatapnya meskipun pandangan seakan kosong.


Nona muda tersebut membisu lalu mencoba menggerakkan jari telunjuknya dengan sedikit kaku. Meskipun masih sulit namun melihat nona mudanya yang berusaha dokter Zergan tersenyum kemudian menyentuh telapak tangan nona muda itu lalu membantu memberi pijatan lembut dijari-jari kecil yang lentik.


"Cepatlah sembuh nona muda balaskan apa yang harus nona balas." ujar dokter Zergan dengan nada serius.

__ADS_1


Dokter Zergan dapat melihat nona muda ini seakan bertanya padanya dari cara ia menatapnya.


"Tidak ada yang peduli padamu nona muda, saat nona sedang berjuang antara hidup dan mati keluarga anda bahkan tak ada satupun yang datang selain pembantu anda." jelas dokter Zergan kemudian menghentikan pijatannya dijari nona muda lalu menatap dalam mata indah yang ternyata sedang dirinya.


" Saya harap nona bisa sembuh dengan cepat dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik anda." pinta dokter Zergan. Ia kemudian memperbaiki membenahi selimut yang menutupi tubuh mungil nona muda itu.


"Cepatlah sembuh nona." seru dokter Zergan sebelum keluar dari ruangan tersebut.


Nona muda itu menatap lamat pintu yang telah ditutup oleh dokter Zergan. Kosong, pandangannya sejak tadi hanya terlihat kekosongan ia seakan tidak hidup namun juga tidak mati.


•••


♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2