ALETA NARASA

ALETA NARASA
TEMAN BARU


__ADS_3

Aleta duduk dengan tenang dikursinya, ia menatap kedepan mengamati guru yang sedang menjelaskan pelajaran hari ini. Berbeda dengan beberapa siswa yang sejak tadi menatapnya, mereka bahkan tidak mendengarkan apa yang guru jelaskan. Dan sungguh itu mengganggunya, ia merasa tidak nyaman namun ia juga tidak mengatakan apapun selain memutar matanya.


"Hey, lo gak ngerasa Aleta tuh kayak aneh banget gitu?" tanya kevin pada Kian yang juga sejak tadi menatap kearah Aleta.


"Hm, dia kayak lebih banyak diem dari biasanya." balas Kian memangku wajahnya.


"Iya, Aleta juga kok gak jadi cupu lagi? Sekarang dia malah jadi cakep pake banget. Duh gue kayaknya suka nih ma si Aleta." nyengir Kevin dan menatap terpesona pada Aleta yang bahkan tak bergerak sama sekali ia hanya memerhatikan guru didepan sejak tadi.


"Jijik njir." decak Devon dan menatap kesal pada Kevin begitupun dengan Kian, sementara Rafka es kutub itu hanya memandang malas mereka lalu beralih pada Aleta yang kursinya berada didepan mereka , ia menatap lamat Aleta kemudian memfokuskan dirinya kedepan.



Bel istirahat berbunyi menandakan jam pelajaran pertama telah selesai, Aleta pun membereskan bukunya lalu mengambil ponsel miliknya. Huh, ia bahkan belum bisa membuka ponsel ini sejak semalam. Aleta menoleh pada seorang siswi yang tiba-tiba datang ke mejanya.


"Hai, gue Adya Anaira, lo boleh panggil gue Naira." juluran tangan siswi bernama Naira itu membuat Aleta mengernyit namun ia tidak mengatakan apapun serta membalas ucapan Naira, ia lebih fokus pada ponsel yang di genggamnya.


Naira menghelah nafas dan menarik tangan Aleta dengan cepat lalu bersikap seolah mereka sedang berkenalan. Hal itu membuat Aleta menatap kesal padanya.


"Apa mau lo?" tanya Aleta setelah melepaskan tangannya.


Naira menyentuh dagunya berpikir.


"Mm….kayaknya bagus kalo lo jadi temen gue." timpal Naira seraya mengangguk.

__ADS_1


"Terus?" malas Aleta.


"Yah mulai sekarang kita temenan dong!" seru Naira lalu menarik sebuah kursi disamping Aleta dan mendudukkan dirinya. Senyum manis andalannya ia ciptakan dibibirnya dan memandang Aleta yang dibalas tatapan datar oleh Aleta.


"Lo gak kekantin?" tanya Naira.


"Gak" jawaban Aleta membuat Naira memajukan bibirnya.


"Jangan jutek gitu dong sama anak manis kayak gue."


Aleta menaikan keningnya mendengar ucapan Naira.


"Gue mau keperpus."


Aleta beranjak melangkahkan kakinya namun terhenti saat empat orang siswa menghadang pintu membuatnya menahan geram, kenapa rasanya sejak tadi pagi jalannya selalu saja dihalangi seperti ini.


"Hay Aleta!" sapa Kevin dengan senyum manis miliknya.


"Dih, ngapain lo nyapa-nyapa Aleta? Caper lo?" sindir Naira yang berdiri disebelah Aleta.


"Heh! Suka-suka gue dong mau nyapa siapa, kenapa lo yang sewot." balas Kevin


"Ngapain juga gue sewot sama lo, kadal buntung!" geram Naira.

__ADS_1


Perkataan Naira yang mengatakan "kadal buntung" pada Kevin membuat Kian menahan tawanya.


"Lo–


Ucapan Kevin terhenti saat Devon berbicara.


" Udahlah, gak usah ribut berisik tau gak." matanya beralih pada Aleta yang sejak membatu melipat lengannya memperhatikan perdebatan tidak penting antara Naira dan Kevin.


Aleta yang merasa diperhatikan pun menoleh pada Devon, ia menatap datar Devon lalu menoleh kembali pada Naira yang masih mengejek Kevin. Sementara Rafka ia tengah memainkan ponsel ditangannya tanpa memperdulikan sekitar.


"Minggir kita mau lewat!" usir Naira pada empat siswa tampan yang berhadapan dengan mereka.


"Gak usah ngusir juga kali, ini juga kita mau pergi tanpa lo suruh. Bawel banget jadi cewek dah kayak bebek aja." ejek Kevin dan berjalan santai mengikuti Devon yang lebih dulu diikuti oleh Kian yang terkekeh melihat wajah tengil Kevin dan wajah garang Naira.


"Njir Lo yah! Awas lo kadal buntung!" Teriak Naira menunjuk Kevin yang mulai menjauh.


Aleta yang menghelah nafas mendengar ucapan Naira menolehkan wajahnya saat Rafka masih berdiri ditempatnya sedang menatapnya, Aleta menaikan keningnya seolah bertanya. Namun Rafka berlalu meninggalkan mereka dan berjalan mengikuti Devon dkk yang telah menjauh. Melihat itu Aleta hanya mengangkat bahunya.


"Huft, kevin sialan. Dasar kadal buntung." kesal Naira.


"Udah ayok kita pergi." ajaknya pada Aleta yang sedari tadi menatapnya datar.


"Hm." mereka akhirnya berjalan meninggalkan kelas menuju perpustakaan yang entah apa tujuan Aleta kesana.

__ADS_1


__ADS_2