ALETA NARASA

ALETA NARASA
PENAMPILAN BARU


__ADS_3

Aleta menatap sepasang seragam sekolah diatas ranjangnya lengkap dengan peralatan sekolah lainnya. Ia lalu beranjak memakai pakaian sekolahnya itu diruang ganti. Hari ini memang Aleta mulai kembali kesekolah setelah kesehatannya dirasa sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Aleta keluar dari ruang ganti setelah memakai pakaian sekolah miliknya, tapi rasanya ia terlihat begitu cupu menggunakan pakaian yang kedodoran ini membuatnya sangat tidak nyaman. Akhirnya ia memanggil bibi Ana datang ke kamarnya.


"Ada apa non? Apa ada sesuatu yang non Aleta perlukan?" tanya bibi Ana pada Aleta yang menghelah nafas.


"Bi, apa tidak ada pakaian sekolah milikku yang lain? Maksudku yang lebih baik dari ini" ujar Aleta dan menunjuk pakaian yang digunakannya.


"Eh? Bukannya selama ini non Aleta nyaman-nyaman aja yah waktu pakai yang itu? Tapi,baiklah biar bibi ambilkan pakaian non yang lain." Meski bingung bibi Ana tetap mengambil pakaian sekolah Aleta dilemari khusus tempat penyimpanan pakaian sekolah Aleta.


"Ini non, baju yang ini ukurannya sangat pas untuk non Aleta." kata bibi Ana sembari memberikan sepasang baju dan rok pada Aleta.


"Baiklah biar Aleta pakai ini aja bi." ujar Aleta dan berjalan keruang ganti untuk memakai pakaiannya.

__ADS_1


Sementara itu diruang makan Adam, Alka, dan Vera sudah duduk bersama dimeja makan namun belum ada satupun yang memulai sarapan karena sudah menjadi tradisi bagi mereka untuk memulai sarapan saat semua orang sudah berkumpul.


"Aku bisa terlambat jika begini, hanya karena menunggu gadis manja itu, sial." sungut Alka yang sedari tadi memerhatikan jam tangan mewah yang melingkar di lengannya.


"Kak Alka, tidak boleh berkata seperti itu. Bagaimanapun juga kak Aleta tetap adik kak Alka." ucapan Vera dengan lembut membuat Alka menghelah nafas.


"Adikmu benar Alka, tunggulah sebentar lagi Aleta pasti akan datang." bijak Adam.


"Maaf membuat kalian menunggu." ujar Aleta datar tanpa menyadari Adam, Alka, dan Vera yang tertegun saat melihat penampilan Aleta yang berbeda dari biasanya bukan hanya dari segi penampilan namun juga cara bicara dan tatapannya terasa bukan seperti Aleta yang memiliki sifat ceria dan manja. Alka berdehem dan memastikan apa yang dilihatnya.


__ADS_1


(seragam yang Aleta gunakan)


"Ada apa dengan penampilan mu? Kau tidak menggunakan seragam kedodoran milikmu lagi?" ejek Alka seraya menatap sinis pada Aleta yang sedang mengambil nasi goreng dengan santai. Namun gerakannya terhenti saat mendengar perkataan Alka, ia mengernyit dan menatap Alka yang entah kenapa sifatnya begitu mirip dengan ibu-ibu gosip diluar sana. Sementara Adam dan Vera menatap diam Aleta seakan sedang bertanya tentang perubahan dirinya.


"Apa penampilanku merusak penglihatanmu, tuan Alka? Hingga anda pun harus repot-repot mengoreksi penampilanku?" ledek Aleta.


Hal itu membuat Alka menajamkan matanya menatap Aleta, saat akan membalas ucapan Aleta ucapan Adam membuatnya menghentikan mulutnya.


"Sudahlah, kalian bukanlah anak-anak lagi jadi berhentilah berdebat. Dan Alka, bukankah penampilan Aleta sekarang terlihat lebih baik dari sebelumnya? Jadi jangan permasalahkan apapun dan lanjutkan sarapannya." bijak Adam.


Vera yang sedari tadi membatu menatap lamat Aleta ia kemudian melanjutkan sarapannya.

__ADS_1


Setelah sarapan Alka dan Vera berangkat kesekolah bersama menggunakan mobil mewah milik Alka. Sedangkan Aleta ia memilih diantar oleh pak marto, supir yang memang selalu mengantarnya dulu saat Aleta asli masih hidup. Sepanjang perjalanan Aleta merenung menatap kosong luar jendela mobil dan memikirkan apa yang harus lakukan kedepannya? dan bagaimana dengan tubuhnya? Apakah ia selamat bersama sahabatnya? Sial, semakin memikirkannya membuat Aleta sakit kepala saja.


__ADS_2