ALETA NARASA

ALETA NARASA
KEMBALI BERSEKOLAH


__ADS_3

Aleta menatap malas bangunan mewah yang tinggi didepannya, SMA ANGKASAGRA adalah nama sekolah yang menjadi tempatnya menuntut ilmu sekarang. Namun jika dipikir kenapa ia tidak berhenti sekolah saja, lagi pula dikehidupannya dulu ia adalah murid kebanggaan sekolah karena kepintarannya, jadi untuk apa ia harus bersekolah lagi?. Cih, membuang waktu berharganya saja. Tapi, entah kenapa ia selalu mengingat pemilik tubuh ini setiap ingin mundur dan menjalani kehidupannya dengan tenang meski saat ini ia hidup sebagai Aleta bukan Alena lagi. Itulah yang menjadi bebannya sekarang.


Aleta berjalan dengan santai sembari memainkan ponselnya, tidak bukan memainkannya tetapi lebih tepatnya ia sedang berusaha membuka kata kunci ponsel di genggamannya ini. Sebenarnya ia ingin bertanya kepada bibi Ana tentang ini tapi ia merasa tidak yakin bibi Ana mengetahuinya.


Bisik-bisik beberapa siswi yang berada disekitarnya membuat Aleta menatap mereka dan mengernyit, entah ini hanya perasaan saja atau bukan tapi sepertinya dirinya lah yang sedang mereka bicarakan.


"Hey bukannya itu sicupu? Kenapa penampilannya kayak ada yang berbeda yah?"


"Kok kayak gak asing yah? Tapi siapa?"


"Itu sicupu! Kok dia bisa cantik gitu sih?"


Dan yah masih banyak lagi bisik-bisik para siswa dan siswi yang membuat Aleta memutar matanya, ternyata penampilan adalah segalanya ya.


Aleta dulu memang berpenampilan cupu dan terkesan kutu buku, rambut panjangnya dulu selalu ia kepang dan kaca mata tebal yang selalu terhinggap di hidung kecil mancung miliknya membuat banyak orang menganggap dirinya sangat cupu, tidak lebih tepatnya memang sangat cupu. Dan Alena mengakuinya saat melihat foto milik Aleta dikamarnya semalam.

__ADS_1


Aleta terus berjalan hingga seorang siswa dengan sengaja menghadang jalannya, membuat Aleta menatap kesal pada siswa didepannya.


"Apa?" tanya Aleta malas.


"Lo Aleta?" bukannya menjawab siswa didepannya malah menanyakan hal yang tidak penting pada Aleta, ia kemudian memilih melanjutkan jalannya. Namun belum melangkah pergi ucapan siswa didepannya membuatnya memberhentikan jalannya dan berbalik menatap siswa itu.


"Jadi sicupu ini sekarang udah berubah jadi bidadari gitu, nih?" entah kenapa ucapan siswa didepannya ini terdengar seakan sedang mengejeknya, atau memang tujuannya begitu sejak awal? Oh Aleta tahu sekarang.


Aleta tersenyum mengejek dan melipat lengannya, ia kemudian terkekeh pelan membuat beberapa siswa yang berada disitu menatapnya termasuk beberapa siswa yang jauh dari sekitar namun masih dapat memperhatikan mereka.


"Lo lagi ngakuin gue cantik?" tanya Aleta dengan santai membuat siswa itu mengerutkan keningnya.


Aleta kembali menatap wajah siswa itu dan tersenyum.


"Gak papa. Pikir aja sendiiri, lo gak bodoh kan?"

__ADS_1


Siswa bername tag Ryan Dipta itu sontak menatap tajam Aleta saat ia mengatakan hal itu. Namun Aleta mengangkat bahunya dan berjalan dengan santai meninggalkan Ryan yang menahan amarahnya, tatapan Aleta semakin datar saat ia berbalik pergi.


Ditempat lain : parkiran


"Aleta?" bisik siswa bername tag Rafka Ergino yang masih didengar oleh sahabatnya, Kevin.


"Hah? Siapa?" tanya Kevin, Kevin Arkhava.


"Kepala sekolah" ucap Rafka datar dan berlalu meninggalkan area parkiran tanpa memperdulikan Kevin yang berdecak sebal.


"Ck, njir tu anak dingin banget lah. Udah kayak ngomong ama dinding beton aja gue." gerutu kevin menatap kesal Rafka yang telah menjauh.


"Udahlah, kayak baru kenal aja lo ama si Rafka." ujar Kian,(Kian Wirayudha) yang berada di samping Kevin seraya menepuk bahunya seolah bersabar dengan sifat es kutub Rafka. Kian pun menatap Devon (Devon Anggarta) yang menatap tempat dimana Aleta berdiri bersama Ryan.


"Dev? Lo gak papa?" tanya Kian pada Devon yang membatu, Kevin pun ikut menatap Devon yang sedari tadi diam membuatnya merasa aneh.

__ADS_1


"Gak, gak papa." setelah mengatakan hal itu Devon pun meninggalkan area parkir diikuti oleh Kian yang menghelah nafas , sabar. Jangan lupakan Kevin yang berdecak sebal, nasib emang harus punya teman es kutub, mana dua orang lagi. Hah!.


Akhirnya mereka meninggalkan area parkiran dan memasuki gedung sekolah yang tidak lama bel masuk pun berbunyi menandakan jam belajar akan dimulai.


__ADS_2