Aliansi Superhuman

Aliansi Superhuman
Perkenalan anggota OSIS


__ADS_3

[Jam istirahat pertama]


Sesuai rencana, para osis terpilih pun di kumpulkan di ruang osis, mereka semua duduk melingkar di meja besar dan panjang yang di desain menyerupai huruf U.


Tentu sebagai ketua, Indra duduk di bagian meja yang melengkung sedangkan wakil dan sekretarisnya duduk di samping kiri kanan Indra dengan meja yang lurus. Jadi tidak sama sama duduk di bagian yang melengkung, harus ada jarak antara ketua dan orang di bawahnya, begitulah aturannya.


"Meski sudah di beritahukan alasan kita berkumpul disini. Tapi aku ingin perkenalan ini di lakukan secara berurutan dari posisi jabatan. Sebutkan nama, kekuatan dan kelemahan kalian lalu jabatan kalian. Aku akan memulainya lebih dulu." Ujar sang ketua, memulai topik.


"Namaku Indra Mahisa. Kekuatan penetralan. Kelemahan bawaan tidak ada. Posisiku, sebagai ketua osis."


Seorang gadis di samping Indra berdiri dari kursi duduknya. "Raisha putri ardhias. Kekuatan psikokinesis. Kelemahan bawaan, pemakaian berlebih dapat membuat pengendaliannya merasakan sakit kepala. Posisiku wakil ketua." Ujarnya dengan muka datar dan tatapan dingin serta aura yang memancarkan kegalakan layaknya cewek yang lagi datang bulan. Memang begitu kepribadiannya.


Gadis lain di samping Indra juga berdiri setelah perkenalan sebelumnya.


"Thea asteria. Kekuatan teleportasi. Kelemahan bawaan hanya bisa di gunakan 4 kali sehari dan harus sudah pernah melihat tempat berpindahnya lebih dulu. Posisi sekretaris."


Thea meraih kursi kosong di sebelahnya.


"Lalu untuk bangku yang kosong di sebelahku ini adalah tempat milik Raditya krisan. Kekuatannya bisa menjadi transparan. Kelemahannya, terdapat limit dalam penggunaannya. Dan posisinya adalah wakil sekretaris." Ujarnya. Memperkenalkan pemilik dari kursi kosong di sebelahnya.


Indra membuka suara sebelum salah satu anggotanya mulai berbicara.


"Untuk kursi kosong yang satu lagi biar Adzkiya yang mengenalkannya. Tapi sebelum itu kau boleh perkenalkan dirimu dulu." Ujarnya.


Gadis di sana menanggapi perkataan Indra. "Baik" Ia pun berdiri untuk memperkenalkan dirinya.  "Namaku Adzkiya kamila. Kekuatan melihat dan memanipulasi ingatan. Kelemahan dapat mempengaruhi mental penggunanya. Posisiku sebagai wakil bendahara."


Adzkiya meraih kursi kosong di sebelahnya seperti yang di lakukan Thea tadi.

__ADS_1


"Untuk kursi kosong ini milik Arjuna malik. Kekuatannya penyamaran. Kelemahan terdapat limit juga dalam penggunaannya. Posisinya adalah sebagai bendahara." Ujarnya. Gadis itu kembali duduk dikursinya.


Kini giliran gadis lain yang memperkenalkan diri. "Aina putri ayu. Kekuatan beast controller. Kelemahan tidak ada. Posisi osis divisi 1 keamanan." Ujar gadis itu singkat, padat, dan jelas.


"Archie raventes. Aku seorang elementalist alam, dengan kekuatan outside berjenis pengendali tanaman. Kelemahan tak ada. Posisi osis divisi 2 kebersihan." Ujarnya tanpa berdiri dari kursi duduknya.


Yah.. dia memang tipe yang semaunya. Dan anggota di sana sudah memaklumi hal itu karna mereka juga lelah menegurnya setiap hari. Perlu kalian ketahui juga bahwa tangisan brutalnya di depan Rayan waktu itu hanyalah akting!


Kini giliran Rayan yang memperkenalkan diri. Ia berdiri dari kursi duduknya, wajahnya nampak sedikit tegang karna banyak mata yang memandanginya. Itulah mengapa ia tak ingin bergabung dalam organisasi ataupun ikut kompetisi yang membuatnya akan melangkahkan kaki ke podium hanya untuk sekedar berpidato di khalayak ramai.


"Aku Langit Arayan Sagara. Aku kurang lebih sama dengan kak Archie, yah... sejujurnya aku belum begitu tahu banyak soal kekuatanku. Tapi sudah di pastikan aku adalah pengendali angin dan sepertinya aku tidak punya kelemahan bawaan. Posisiku sebagai osis divisi 3 kedisiplinan." Ujarnya, lengkap dan detail. Ia pun kembali duduk di kursinya.


"Saera putri cahya. Kekuatan dapat menyembuhkan penyakit atau luka serta mendeteksi adanya kekuatan inside pada manusia melalui kontak fisik. Kelemahan, kekuatanku akan berubah menjadi sebaliknya jika kondisiku dalam perasaan marah atau gelisah. Posisiku sebagai osis divisi 4 humas (hubungan masyarakat)"


"Alex Sanjaya. Kekuatan shadow controller. Kelemahan akan di telan kegelapan jika mentalku melemah. Posisiku osis divisi 5 olahraga." Ujar remaja dengan perawakan mungil dan wajah yang imut manis. Sebelas duabelas dengan Rayan.


Seperti sekarang contohnya. Alex nampak menjahili Rayan dengan menunjukan wajah anehnya. Dan Rayan membalas dengan isyarat bahwa Alex akan mampus saat keluar dari ruang OSIS nanti.


Melihat pertengkaran tipis-tipis yang terjadi di meja diskusi itu membuat Indra selaku ketua mengambil tindakan. Tak butuh banyak usaha untuknya mengatasi pertengkaran dua bungsu di meja diskusi itu. Dan Indra pun mempersilahkan pihak lain untuk memperkenalkan diri setelah suasananya kembali tenang dan terkendali. Pria rupawan di sana pun berdiri dari kursi duduknya dan memperkenalkan diri.


"Halo semuanya, saya Lennon arabesque. Kekuatan dapat menghipnotis siapapun dengan keindahan dari permainan musikku. Kelemahan, tidak bisa mendengar semua suara di dunia kecuali suara musikku sendiri, kekuatanku juga tidak berlaku untuk sesama manusia istimewa. Posisiku sebagai osis divisi 6 kesenian"


Beberapa anggota di sana sedikit tertawa dan ada juga yang menahan tawa. Tapi yang lebih parah adalah Alex yang entah kenapa tertawa brutal di tempatnya.


"Hei apaan dah! Kayak kontestan yang sedang ikut audisi Indonesia idol. Santai aja kali, kami bukan dewan juri." Ujar Alex. Di benarkan juga oleh anggota yang lainnya.


Pasalnya Lennon bukanlah anggota baru di OSIS. Jadi kalau ia memperkenalkan diri secara formal seperti itu, kesannya jadi seolah-olah hubungan mereka selama ini tidaklah akrab.

__ADS_1


Lennon tersenyum canggung karna sindiran tak langsung dari teman-temannya. Ia pun duduk kembali di kursinya dan perkenalan pun di lanjutkan oleh anggota terakhir yang belum memperkenalkan diri.


"Asnia ashaliya. Kekuatan dapat memahami berbagai bahasa mahkluk hidup seperti bahasa manusia, hewan, dan tumbuhan. Kelemahan, hanya dapat berbicara lima puluh kata perhari. Posisi osis divisi 7 kebahasaan."


|aku bahkan sudah mengunakan 28 kata hanya untuk perkenalan ini dan sekarang hanya tersisa 22 kata. Maaf jika nanti bicaraku makin sulit di pahami| Transletenya.


Berujar melalui perantara ponsel. Tentu osis yang lain dapat mengerti keresahan Asnia. Tapi yah... mau gimana lagi? Tidak mungkin ia memperkenalkan diri dengan cara bicara yang tidak jelas karna mengirit kata.


"Oke! Karna sesi perkenalannya sudah selesai. Kita akan ke tahap pembahasan berikutnya. Kalian sudah mendengar infonya bukan? Kemarin orang-orang brengs*k itu kembali berulah. Setelah gagal menculik waketos saat itu, kini mereka mengincar manusia istimewa tanpa kemampuan bertarung. Tapi karna targetnya mudah, mereka jadi tak perlu menurunkan Superhuman untuk melakukan penangkapan."


"Dugaan sementara, target mereka adalah Lennon. Tapi secara tak sengaja Rayan dan Asnia ikut terlibat. Mengingat alasan pemburuan mereka yang hanya memburu manusia dengan kekuatan yang menguntungkan mereka, jadi tidak mungkin mereka menginginkan Asnia, tidak mungkin juga menginginkan Rayan karna mereka tak memiliki informasi apa pun yang berhubungan dengan Rayan." Indra membuka topik baru. Anggota yang lain nampak diam dan menyimak.


"Sebelumnya aku sudah menyuruh agar kalian berhati-hati dalam menunjukan kekuatan bukan?" pertanyaan itu tak mendapat respon karna semua anggota memilih bungkam. Mungkin mereka berpikir bahwa itu pertanyaan yang tak perlu di jawab.


"Jawab dengan jujur!" Tegas sang ketua osis. Tanda bahwa ia memerlukan respon suara dari anggotanya.


"Ya!" Aina menjawab. "Kami semua melakukan sesuai yang kau perintahkan. Memang kenapa?" Ia menatap curiga.


"Informasi tentang beberapa Superhuman kita telah bocor ke luar. Ini berdasarkan laporan Adzkiya saat mengecek dan memanipulasi ingatan orang yang hampir menculik Lennon kemarin." Raisha mengambil alih alur diskusi.


Semua anggota hanya bisa terdiam mengenai topik sensitif yang sedang di perbincangkan.


Indra kembali bersuara.


"Benar! Dugaanku. Ada mata-mata di sekolah kita. Selain itu kita tak bisa meminta bantuan dari sekutu kita di sekolah lain karna mereka mengalami insiden yang cukup parah dari kita. Beberapa ada yang anggotanya berhasil di culik dan ada juga yang gagal di culik tapi kondisi korbannya cukup parah. Jadi mereka juga dalam krisis dan ini memunculkan dugaan dalam kepalaku kalau mata-mata tak hanya ada di sekolah kita tapi di sekolah lain yang satu aliansi dengan kita."


Semua anggota kembali terkejut. Kecuali Indra dan Raisha. para anggota tak sampai berpikir bahwa situasinya akan separah ini bahkan di saat mereka hidup dengan sangat berhati-hati terhadap sekitarnya?

__ADS_1


__ADS_2