Alien Expulsion

Alien Expulsion
Pengusir Alien: Rumah para pahlawan


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Leona, Hakuin mengikuti Leona dan menaiki Pesawat para pahlawan, untuk mencapai rumah para Pahlawan tinggal.


Hakuin sudah memutuskan untuk menjadi seorang Pahlawan dan mengembalikan Peradaban Manusia kembali.



Di dalam Pesawat yang bergerak dengan tujuan ke Rumah Pahlawan. Hakuin menikmati perjalanan nya dengan memakan buah segar yang ia ambil di hutan sebelumnya.


"Krauss... Krauss..." Hakuin memakan buah segar itu dengan lahap, buah itu adalah apel merah yang masih selamat dari Zat berbahaya.


Leona menghampiri Hakuin, dan menyerahkan data berupa kertas ke Hakuin yang sedang menikmati memakan apel.


"Ah kamu ya, oh iya aku belum tahu namamu?" Ucap Hakuin sambil mengigit apel.


"Namaku Alma Leona, panggil saja dengan nama umumku Leona." Dengan sikap mengenalkan diri setengah malu, Leona mengenalkan namanya ke Hakuin.


"Alma ya?"


"Bukan Alma! Tapi Leona!!" Leona memukul wajah Hakuin, yang sedang menikmati apel di mulutnya.


Dengan memegangi pipinya yang memerah karena pukulan Leona, Hakuin berbicara. "Apa ada yang salah dengan nama Alma?"


Mendengar itu lagi, Leona mengenggam tangan Hakuin dengan keras.


"Aduh-duh sakit woi!"


Dengan menampakan wajah kesalnya, Leona tersenyum dengan mata yang tertutup, layaknya seorang tipe Yandere yang sedang mencoba tersenyum dengan menutup matanya.


"Namaku Leona ya Pahlawan ku yang tampan dan baik." Ucap Leona seperti nada yang mengancam.


"Entah kenapa ucapan tampan itu aku anggap sebagai sindiran?"


"Eh benar juga ya, muka mu belum pernah mengaca tidak seperti aku yang cantik alami-upss."


(Padahal wajahnya seperti orang yang cuek, tapi tidak kusangka sombongnya bukan main. Suatu saat jika dia ada masalah aku tidak akan membantunya!) Didalam hati, Hakuin merasa kesal bukan main, karena sikap Leona yang ditunjukan didepan Hakuin.


"Hakuin? Kenapa kau jadi lesu begitu?" Suatu hal yang luar biasa, Leona mendekatkan wajahnya ke wajah Hakuin. Tentu saja dengan cepat pipi Hakuin memerah seperti orang yang kepanasan.


(Tapi dia ini sangat cantik sekali, apa dia ini dari negara asing jauh dari Jepang?) Batin Hakuin dengan tegukan di tenggorokan.


"Aku tidak mengerti dengan orang Jepang, jika memang kau sedang sedih maafkan aku. Gimana ya aku tadi hanya bercanda saja." Ucap Leona sambil mendekatkan jari telunjuknya ke jari telunjuk lainya, seperti tipe Tsundere yang larut karena pujian semata.


"Sudahlah lupakan saja, yang terpenting apa isi dalam data ini?"


Hakuin melihat data yang berisi penuh pertanyaan aneh bahkan tidak ada kaitan nya dengan sebutan pahlawan.


Didalam hati Hakuin membaca isi data itu, dengan wajah yang datar.


Terimakasih telah bergabung PAHLAWAN. Silakan isi data berikut!


1. Apa warna favoritmu?


2. Dimana kau tinggal?


3. Apa kira-kira kau punya saudara perempuan yang cantik?


4. Apa tipe perempuan yang kamu sukai?


5. Apa kamu sudah punya pacar, ataukah masih perjaka akut?

__ADS_1


Mungkin itu saja data yang kuberikan, jangan lupa diisi ya. Salam Profesor Bijaksana, Tatsuya.


(Ini data Pahlawan, atau data pencari jodoh, lagian kenapa juga dia menanyakan ukuran badan, dan menyebutku sebagai seorang perjaka akut.) Batin Hakuin dengan menutup mata dan tersenyum paksa.


"Ada apa Hakuin?"


"Ah, ternyata hanya data yang tidak berguna." Dengan wajah datar, tanpa merasa berdosa Hakuin merobek data yang harus diisi dari Profesor.


"Ah Hakuin! Apa yang kau lakukan?!"


Hakuin menoleh ke Leona, dan dengan sikap tenang dan polos ia bercanda dengan Leona.


"Aku hanya merobek kertas dengan isi pencarian jodoh hahahaha. Aku bodoh ya hahaha, hahaha, hahahaha."


"Hakuin kau bercanda nya garing sekali."


"Aku tahu itu." Entah bagaimana bisa Hakuin depresi hanya karena perkataan Leona.


Seorang pria yang lebih tua dari Hakuin, tiba saja memukul kepala Hakuin dengan keras.


"Hmm!!"


"Waduh apa yang kau lakukan hah!!" Hakuin merasa kesal dan menoleh belakang.


Dengan mata melotot dan wajah mengerikan dari pria ini, mental Hakuin menjadi turun dan berakhir meminta maaf.


"Hah... sebenarnya ada apa denganmu ini? Lagipula seenaknya saja kau merobek data dari Profesor?!." Ucap pria yang lebih tua bernama Rtysar Vandell.


"Apa kau tahu isi data dari Profesor bijaksana itu! Isinya tidak ada kaitanya dengan Pahlawan! Lagipula untuk apa dia menanyai apa kau memiliki saudara perempuan yang cantik! Tidak--tidak punya saudara perempuan! selain adik manis tentunya." Hakuin menggila dan Rtysar Vandell hanya merespon dengan wajah datar.


(Dasar Siscon akut.) Batin Rrysar Vandell.


"Apa kau tidak mengerti Leona, nih makan dulu apel biar pintar." Hakuin melempar satu apel merah dan Leona menangkap apel merah itu dengan tatapan mengerikan.


Dan terjadilah suatu pukulan keras di adegan ini. Leona menghajar Hakuin dengan pukulan keras nan menyakitkan.


"Huwagghhh!" Hakuin dihajar Leona dan terpental sejauh dua meter.


"Jangan main-main denganku!"


(Leona itu aslinya mengerikan.) Batin Rtysar dengan wajah bodohnya.


Dengan terbaring lemas, Hakuin tidak sayang dengan nyawanya, ia mengatakan suatu hal yang dapat membuat Leona seketika mengeluarkan mode iblis merah.


"Hajaran mu seperti seekor Gorila yang sedang mengamuk karena masalah-"


"Hngggg!!!!" Leona berseru dengan keras, dan menghajar Hakuin lagi, kini Hakuin terjatuh dengan posisi menyedihkan untuk dilihat.


(Namanya Hakuin ya, apa dia itu sebenarnya sangat bodoh.) Batin Rtysar.


Profesor Tatsuya muncul dan memanggil Rtysar.


"Rtysar apa kau sudah mengenalnya!" Panggil Profesor Tatsuya, dan dengan segera menghampiri Rtysar.


"Ya, dan sekarang orang itu sedang bermimpi buruk disana." Balas Rtysar menunjuk Hakuin yang terkapar lemas dengan darah berceceran karena pukulan maut dari sang gori- eh maksudnya dari Leona.


Profesor Tatsuya hanya dapat tersenyum pasrah, dan menepuk jidatnya.


"Haduh, kenapa yang kita dapatkan adalah orang yang bodoh dan konyol." Ucap Profesor Tatsuya.

__ADS_1


Leona menghampiri Profesor Tatsuya dan membungkukan badanya dengan segera ia meminta maaf karena masalah perobekan isi data yang harus diisi oleh Pahlawan baru.


Setelah selesai bercerita, Profesor Tatsuya mengangguk dan menepuk telapak tangan nya.


"Ah begitu ya, baiklah, kau yang disana! Namamu Gleen Hakuin kan. Karena kau sudah berani merobek data yang aku berikan kepadamu kau akan kuhukum!"


Tiba saja keringat dingin keluar dari wajah Leona, tapi tidak dengan Rtysar ia malah tersenyum dengan wajah bodohnya.


"Profesor aku yang bersalah disini, jadi biarkan aku yang menanggung masalah miliknya."


"Sstt... perempuan cantik seperti Leona tidak mengerti dengan namanya hukuman, jadi tetaplah diam dengan wajah mu yang seperti memandang seorang seperti serangga, uhuk dan aku suka tipe wanita seperti kamu ini." Semula Profesor Tatsuya menyentuh bibir Leona dan menyuruh Leona diam, dan terakhir ia memegangi kedua bahu Leona dengan hidung mimisan.


(Ah aku lupa. Profesor adalah masokis akut.) Batin Leona dengan wajah penuh penderitaan.


Hakuin berdiri dan memegangi kepala nya yang pusing, dan menghampiri ketiga orang ini, dan dengan sikap polos tidak pekanya, ia mengatakan. "Profesor kau ini masokis akut ya?"


Profesor Tatsuya menoleh dengan mata menyala merah, dan dengan cepat memukul wajah Hakuin.


"Huwagghhh!"


"Sebenarnya kenapa aku serba salah sekarang ini."


"Apa kau tidak pernah belajar menghargai orang lain!!" Seru Profesor Tatsuya memarahi Hakuin yang sedang terkapar lemas.


Hakuin mencoba berdiri lagi, dengan sempoyongan seperti orang yang sedang mabuk.


"Nah Leona kau bilang akan membawaku ke rumah para Pahlawan kan? Dan sekarang kenapa pesawat yang membawa kita berdua, berdiam disini selama satu jam?!"


"Ah Hakuin kau tidak tahu ya?" Ucap Rtysar.


"Sebenarnya anu, kau itu sudah ada di rumah para Pahlawan." Jawab Leona dengan wajah malunya dan menoleh ke kiri.


"HAHHH!!!!"


Hakuin berteriak keras hingga Alien yang ada di bawah pesawat bangun dari tidurnya, dan pergi untuk kencing di sembarangan tempat. Eh tunggu emang Alien bisa kencing?


Ah lupakan, kembali lagi di dalam pesawat rumah para Pahlawan ini.


"Kau bilang ini rumah para Pahlawan!! tunggu dulu, ada yang salah disini!! Seorang profesor masokis dan sok bijaksana, pria tua yang nyentrik dan sok tampan ini, dan kau sendiri seorang perempuan Yandere bertenaga gorila. Dan kau sebut pesawat ini rumah hah!"


"Bletak! Duagghh! Ahaghh! Duarr!!"


Kira-kira adegan ini tidak diperlihatkan, dan hanya terlihat dengan sudut pandang pesawat.


"Apa kau tidak sayang nyawa hah!" Seru tiga orang ini secara bersamaan.



Dan begitulah untuk cerita ini, rumah para pahlawan itu ialah ; Pesawat ini sendiri ?!


Tunggu dulu yang benar saja, lagipula apa-apaan dengan genre tambahan comedy ini ?!


Bersambung di...


Tunggu dulu aku masih belum selesai bicara !


Bersambung di cerita selanjutnya...


Pengusir Alien: Rumahku pesawatku

__ADS_1


Gak ada judul yang lebih bagus kah ?!


__ADS_2