
Setelah mengetahui jika Rumah para pahlawan yang dimaksud Leona adalah Pesawat terbang yang membawa Hakuin didalam beserta orang-orang ini, Hakuin merasa sedikit kesal karena harapannya jauh dari kenyataan.
Dengan sedikit tersenyum terpaksa Hakuin berbicara. "Lalu dimana para pahlawan selain aku berada?"
Profesor Tatsuya dan Rtysar saling berpandangan dan menahan tawa. "Pftt... Kau menyebut dirimu itu pahlawan, sangat menggelikan." Ucap Profesor Tatsuya yang menahan tawa, diikuti Rtysar tertawa cekikikan dengan menutup mulutnya.
Hakuin merasakan ada getaran di jidatnya, tanda dia sedang kesal. Lalu dengan keberanian ia menangkal candaan dari Profesor Tatsuya. "Kenapa kalian berdua tertawa, memang ada yang lucu hah! Lagipula kau sendiri yang menyuruhku untuk menjadi pahlawan, dan apa yang kau lihat kan kepadaku saat ini?!" Seru Hakuin kesal.
Profesor Tatsuya lalu meminta maaf dengan Hakuin, dan mereka akhirnya memulai pembicaraan yang serius.
"Dengar Hakuin, walaupun ini adalah pesawat, tapi ini seperti rumah bagi kami!" Ucap Rtysar setelah selesai menahan tawanya.
"Itu benar! Dan apa kau tahu, masih ada manusia selain dirimu saja yang berada dalam pesawat ini, didalam sini ada ratusan manusia yang masih hidup!" Seru Profesor Tatsuya.
Mata Hakuin terbelalak, bahkan ia tidak percaya dengan perkataan Profesor Tatsuya, tapi dengan tenang setelah mengambil nafas ia bertanya dengan Profesor Tatsuya. "Lalu dimana ratusan manusia yang kau sebut itu?"
"Heh! Mereka semua ada di atas dan di bawah dalam pesawat ini! Dan jangan kaget dulu, kita ini sudah hidup dalam kemajuan teknologi yang sangat pesat!"
"Jadi?"
Profesor Tatsuya meneruskan katanya. "Jadi pesawat ini juga adalah rumah bagi kita! Kau tidak percaya, lihatlah ini, hanya dengan menekan tombol dari remot ini, maka semua akan berubah menjadi rumah yang kau inginkan!"
"Benarkah?" Hakuin sangat penasaran, dan benar-benar segera ingin tahu apakah omongan Profesor Tatsuya benar atau bohong.
"Kalau kau tidak percaya, coba tekan tombol di remot ini." Profesor Tatsuya memberikan remot ke Hakuin, dan Hakuin menerimanya dan setengah ragu, di dalam hatinya ia membatin. (Apakah ini beneran, atau hanyalah bualan konyol profesor sok bijaksana ini?!)
Dan dengan tenang namun pasti. Hakuin dengan mantap menekan tombol dari remot milik Profesor Tatsuya.
Terdengar suara seperti bel pintu, dan diikuti getaran seperti gempa bumi. Dan benar saja pesawat yang awalnya hanyalah pesawat berubah bentuk menjadi rumah yang sangat luas, bahkan tingginya tidak main-main mencapai ratusan meter.
Didalam pesawat yang berubah menjadi rumah yang sangat-sangat luas, furnitur rumahan yang entah dari mana muncul dengan cepat dengan waktu dua detik.
Dengan muka kaget dan jelek Hakuin, ia benar-benar kaget bukan main, ia berjalan kesana-kemari meraba furnitur rumahan yang ternyata beneran asli.
"Heh, ternyata kau memang benar-benar profesor yang hebat. Dan apa ini!" Mata Hakuin melihat barang yang sepertinya sangat ia inginkan.
__ADS_1
"Mustahil! Ruang penuh buku komik Mecha Gladiator!!! Dan ada juga Game Mesin Tempur dari Mecha Gladiator versi terbaru!!"
"Hakuin kita disini tidak senang-senang kau tahu?" Ucap Leona yang risih dengan sikap Hakuin.
"Oi Profesor Tatsuya, apakah aku boleh menyimpan semua ini!"
"Dengarkan dulu kalau orang sedang berbicara!" Seru Leona.
Tapi dibalik kebahagian Hakuin, ia merasakan kalau ada yang aneh dan sangat salah yang terjadi disini. Dengan berada di tempat yang ia sama, ia bertanya dengan Profesor Tatsuya sambil memegangi Figure Rare Mecha Gladiator.
"Anu Profesor Tatsuya, aku benar-benar tidak mengerti, rumah pesawat ini kau bilang berukuran ratusan meter?! Dan yang ingin kutanyakan bukankah itu sampai menginjak tanah yang seharusnya dapat dilihat oleh sekumpulan Alien dibawah?!"
"Pertanyaan yang sangat bagus Hakuin! Tapi apa kau tidak tahu, ini semua adalah Invisible House!"
"Invisible House?"
"Ya Invisible House! Saat kau berada didalam pesawat rumah ini kau memang dapat merasakan kalau ini semua benar-benar luas! Tapi semua itu tidak terlihat diluar pesawat. Jadi saat kau melihat Leona turun dari Pesawat sebenarnya dia keluar dari bentuk pesawat yang kau lihat itu!"
Dengan wajah bodohnya Hakuin tidak mengerti. Profesor Tatsuya melanjutkan nya. "Maksudnya adalah bahwa dibawah lantai rumah ini, banyak sekali kamar para pahlawan tinggal! Dan apa kau tahu diatas lantai sana, ada mecha yang siap untuk dikendalikan!!"
"Aku tidak percaya ini! Ternyata kau benar-benar profesor yang sangat bijaksana dan sangat diandalkan!"
"Haha, tapi Hakuin disini kita tidak boleh bebas, ratusan Alien atau bahkan ribuan Alien sudah menguasai semua hamparan di berbagai belahan dunia! Dan tugas kita adalah sebagai pahlawan yang mengembalikan peradaban manusia kembali!"
"Ya aku tahu itu!"
"Jadi Hakuin intinya profesor ingin kau menjadi Pilot yang mengendalikan Black Knight, Mecha yang dulu pernah aku kendalikan!" Ucap Rtysar.
Setelah Rtysar mengatakan itu, ia berjalan meninggalkan orang-orang ini.
(Pilot ya, apakah ini adalah waktunya aku menjadi pahlawan seperti Pilot Gladiator?) Batin Hakuin.
"Jadi bagaimana apa kau ingin menjadi Pilot?" Ucap Profesor Tatsuya.
Dengan mantap dan penuh percaya diri, Hakuin berbalik dan berseru dengan penuh semangat. "Ya aku ingin menjadi Pilot!"
__ADS_1
"Itu bagus dan-"
Tidak sempat melanjutkan katanya, Hakuin berbalik lagi menatap orang-orang ini, dan berkata dengan penuh semangat dengan mata berapi-api. "Jika itu adalah hal yang sama dari Gladiator! Aku akan terima itu, dan saat itulah aku akan menjadi pahlawan yang melampaui Gladiator!!"
"Entah kenapa aku tidak mempercayai itu." Gumam Profesor Tatsuya.
Rtysar kembali dengan membawa seragam khusus Pilot, dan melemparkan nya ke Hakuin. Hakuin menangkap seragam khusus Pilot dengan kedua tangan nya.
(Berat sekali pakaian apa ini?) Batin Hakuin.
Rtysar mengenakan seragam Pilot nya dan memberikan sebuah tantangan kepada Hakuin. "Pakailah itu, dan aku akan memberikan mu sebuah tantangan, kalahkan aku dalam satu versus satu antara Black Knight dengan Breaking Wall!!"
Hakuin hanya membuka mulutnya dan tidak mengerti maksud dari tantangan perlawanan satu versus satu yang diungkapkan Rtysar.
Mecha Black Knight yang ada di lantai teratas menunggu kedatangan Hakuin sebagai Pilotnya. Dan di lantai teratas ini lah penuh dengan Mecha-Mecha dengan ukuran puluhan sampai ratusan meter.
Benar-benar rumah yang sangat besar, lagipula apa ini bisa disebut rumah. Tidak, ini semua malah seperti gedung bertingkat dengan ukuran mencapai ratusan meteran, eh apa ini beneran ratusan meter, bahkan rumah Invisible ini mencapai awan di langit putih!!
Ah ditambah lagi masih banyak penguni yang ada di dalam pesawat rumah ini, diantara para penghuni, terdapat pahlawan yang akan bekerja sama bersama Gleen Hakuin!
Menarik bukan?
Rtysar memberikan sebuah tantangan kepada Hakuin, padahal Hakuin belum mengerti dasar untuk menjadi Pilot pengendali Mecha !
Akankah Hakuin dapat melewati tantangan dan mengalahkan Rtysar ?!
Bersambung di cerita selanjutnya...
Pengusir Alien: Sudah dipastikan akan kalah
Tunggu dulu !! kenapa judul ini malah spoiler keras woi !!!
Eh benar juga, belum tentu yang kalah itu Hakuin ? Wait ini cerita masih awal kan ? jadi tentu saja Hakuin akan kalah dari tantangan Rtysar ! Lain kali kalau mau kasih judul yang bagus sedikit napa !
Entahlah teman, ini semua adalah kehendak pencipta kita...
__ADS_1