
Rtysar tiba saja memberikan sebuah tantangan kepada Hakuin, yaitu tantangan Mecha satu versus satu dimana Black Knight akan berhadapan melawan Breaking Wall.
Tentu saja hal ini membuat Hakuin kebingungan dibuatnya, ia bahkan belum mengerti teknik dasar pengendalian Mecha.
(Ini Rtysar lagi gila atau gimana ya? Aku saja belum paham bagaimana cara Mecha-Mecha ini bekerja?!) Batin Hakuin yang sudah duduk di kursi Pilot.
Sebelumnya, Hakuin dipaksa segera memakai pakaian khusus Pilot yang beratnya disesuaikan dengan pemakainya, agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Ia diantar Leona dan Profesor Tatsuya di tempat lantai teratas di rumah pesawat ini, eh maksudnya gedung tinggi seperti pencakar langit.
Kembali lagi dengan Hakuin yang kebingungan mencari penggerak Mecha yang ia naiki.
"Oii... Oii... Ini mana satu yang dijadikan sebagai stir untuk mengendalikan Mecha aneh ini?" Gumam Hakuin sambil menggaruk kepalanya.
Dibawah Mecha yang dinaiki Hakuin, Rtysar Vandell berteriak dengan suara cukup keras.
"Oii bocah! Sudah siap belum!!"
Tentu saja Hakuin yang tadi kesal bertambah lagi kesal. Ia pun membalas suara Rtysar dengan suara bentakan yang keras. "SIAPA YANG KAU PANGGIL BOCAH HAH!!!"
"Haha hanya bercanda." Balas Rtysar.
"Cih, lagipula apaan dengan mesin aneh ini, aku sama sekali tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan Mecha?" Ucap Hakuin yang masih kebingungan.
"Jangan khawatir Hakuin, cukup kau bayangkan sedang bermain di mesin Arcade! Lagipula bukankah dirimu harus mengerti kemajuan tahun duaribu sembilanpuluh!?"
Hakuin tidak meresponya, ia hanya membatin di dalam diri. (Mesin Arcade ya? Benar juga ada yang sama seperti penggerak di mesin Arcade ini, semacam analog dengan tambahan tombol di atasnya, apa gunanya ini?) Batin Hakuin sambil memencet tombol di atas analog.
Namun tidak ada respon setelahnya, wajar saja karena mesin dari Mecha ini belum dihidupkan sama sekali oleh Hakuin.
(Apa yang dilakukan dia ya?) Batin Rtysar kebingungan tidak mendapat respon dari Hakuin.
Tapi akhirnya Hakuin kembali berteriak. "Oi Rtysar! Untuk mengendalikan Mechanya pakai analog ya!? Dan lagipula apaan tombol aneh di atas analog ini?!"
"Hah, bo-doh! Apa kau tidak mengerti itu Hakuin, bukankah kita ini semua lahir di tahun yang sudah sangat maju!" Seru Rtyar.
"Kau kira walaupun hidup kita yang maju, aku mengerti tentang Mecha? Tidak sama sekali mengerti! Lagipula cita-citaku bukan menjadi Pilot Mecha melainkan mengikuti jejak ayahku menjadi astronot luar angkasa!"
"Jangan bicara seperti seolah-olah cita-citamu tidak akan terkabulkan! Dengar HAKUIN! kau harus terus semangat menggapai cita-citamu sampai setinggi langit, itulah arti berusaha menggapai cita-cita!" Balas Rtysar dengan suara keras.
(Hah benar juga ya, keadaan dunia sekarang semua membutuhkan pertolongan para pahlawan, mau cita-cita apa yang kudapat itu tidak masalah, lagipula dunia telah kiamat! Yang harus aku lakukan sebagai salah satu manusia yang hidup, akan kembali membangun peradaban manusia kembali!) Batin Hakuin dengan mengepalkan tangan nya.
"Hei Rtysar! Aku ingin menjadi Pilot Mecha sekaligus astronot! Dan yang sekarang harus kulakukan, dimana tombol untuk menghidupkan Mecha ini!?" Seru Hakuin dengan wajah masa bodoh.
"Heh, terdengar cukup wajib untuk dijawab, yak HAKUIN! Apa kau sudah menemukan tombol warna merah!"
(Tombol warna merah?) Batin Hakuin memutar bola matanya untuk mencari tombol warna merah, lalu ia menemukan nya dan berteriak mengatakan nya. "Ya ada!"
"Bagus, tombol warna merah itu adalah Escape yang berarti mode darurat jika Mecha yang kita naiki akan hancur ataupun mengalami Mecha down!!"
(Escape mode darurat, tunggu ada yang salah disini?) Batin Hakuin.
"Woi Rtysar bodoh! Maksudku dimana tombol untuk menghidupkan Mecha ini!"
"Sabarlah ini semua edukasi untuk mempelajari Mecha! Aku akan menyebutnya satu persatu, tombol merah berarti Escape, analog seperti mesin Arcade sebagai penggerak, dan tombol diatas Analog untuk menyerang, nah jika seperti keyboard dibelakang analog itu semua adalah untuk pengeluaran kekuatan special dan alat untuk berkomunikasi sesama anggota!!"
(Begitu ya, memang seperti keyboard di komputer saja, hei masih ada yang salah disini?) Batin Hakuin.
"Kau dengar tidak tadi bodoh! Dimana tombol untuk menghidupkan Mecha ini!!"
"Hehe, ada diatasmu. Kau pasti mengira itu tadi sebagai lampu kan?" Ucap Rtysar sambil tersenyum.
"Kau benar, aku mengira ini lampu LED ternyata untuk menghidupkan Mecha." Hakuin langsung menekan tombol untuk menghidupkan Mecha yang ia naiki: Black Knight.
Didalam kokpit Pilot yang diduki Hakuin, ia sangat terkejut bukan main melihat warna keyboard yang menyala indah seperti bintang di langit malam.
__ADS_1
(He..bat...) Batin Hakuin dengan mata bercahaya.
BLACK KNIGHT
SYTEM: ON
Menganalisa Pilot....
(Apa ini, ada hologram di depan mataku?)
Analisa berhasil
Nama Pilot: Gleen Hakuin
Usia: 18 tahun
Jenis kelamin: Pria
Selamat datang Pilot Hakuin.
Hakuin sangat takjub melihat hologram yang ada didepan matanya, ia pun mencari tahu guna apa hologram ini, dan bertanya pada Rtysar.
"Rtysar! Ada hologram yang dekat dengan mataku, ini fungsinya untuk apa saja!"
Rtysar tersenyum dan membalas kata Hakuin. "Bagus Hakuin, hologram itu dapat sebagai apa saja! Untuk berkomunikasi dengan rekan, menganalisa lawan, dan lain sebagainya! Yang terpenting kau harus pintar mengendalikan Black Knightmu itu! Nah karena kau sudah berhasil mengetahui teknik dasar pengendalian Mecha, sekarang datang ke arena latihan sebagai tantangan dariku, aku tunggu!"
"Ka-kau gila-"
Tidak sempat menyelesaikan katanya, Rtysar memotong perkataan Hakuin.
"Jangan merengek, sebagai Pilot kau harus mengambil resiko dan mempelajari bahaya jika terjadi Mecha down!"
(Mecha down? Apa-apaan semua ini?) Batin Hakuin sambil mengeluarkan keringat di wajah.
Di lift yang bergerak turun, Hakuin terus memikirkan apa itu Mecha down.
(Mecha down ya, jika diartikan seperti jatuh ataupun turun, apa berarti Mecha down itu seperti mesin yang tiba-tiba mengalami kerusakan maupun menjadi panas? Ah sudahlah nanti juga aku akan mengerti.)
Setelah lift turun ke lantai dasar, Hakuin melihat banyak orang yang berada di tempat yang sama dengan nya. Ia didekati oleh seorang pria bernama Masashi.
"Hei orang baru, namaku Akihiro Masashi, panggil saja nama akrabku."
"Masashi?" Ucap Hakuin.
"Yap Masashi, kalau begitu aku pergi dulu ya teman."
"Akihiro-kun!"
"Eh Natsuki!"
(Sialan aku tidak suka ini, dia sudah memiliki perempuan sedangkan aku belum.) Batin Hakuin setengah depresi.
Leona yang melihat tingkah aneh Hakuin, berbicara dalam hati. (Ada apa dengan si bodoh itu?)
Profesor Tatsuya menghampiri Hakuin. "Nah Hakuin apa kau sudah siap memenangkan tantangan melawan Breaking Wall milik Rtysar, ah kurasa kau akan kalah sih?"
"Profesor jika mau mengejekku jangan sekarang."
"Ah iya ya, hahaha! Baiklah kalau begitu nyalakan Mechanya dan hadapi Breaking Wall milik Rtysar!"
Hakuin naik keatas dengan alat khusus seperti transporter untuk meneleport pengguna langsung ke tempatnya, Hakuin dengan singkat masuk kedalam kokpit dan duduk di kursi Pilot.
Diikuti Rtysar menaiki Breaking Wall, dan menyalakan Mechanya.
Mecha Breaking Wall milik Rtysar berukuran besar dengan mengenggam senjata besar penembak laser setengah Gatling gun, ditambah dipundak Breaking Wall terdapat dua laser penembak yang masing-masing ada di kanan dan juga kiri pundak Breaking Wall. Dibagian pundak ada penyangga yang dibawah ujungnya seperti drei untuk mengebor tanah. Tinggi Breaking Wall sekitar 100 meter.
__ADS_1
Nah, jika Black Knight milik Hakuin, berukuran agak besar, dengan senjata berupa pedang ganda yang dapat disatukan menjadi satu pedang, berwarna hitam dengan empat sayap yang dibagi di pundak kanan dan kiri, sayap ini dapat digunakan sebagai serangan mode udara. Di lutut Black Knight terdapat dua tembakan laser yang dibagi di kanan maupun kiri. Tinggi Black Knight sekitar 95 meter.
"Hebat tinggi sekali Breaking Wall milik Rtysar!"
Didalam kokpit Rtysar memanggil Hakuin melalui komunikasi hologram.
Pip...
"Nah Hakuin apa kau sudah siap menerima tantangan ini?!"
"Tentu saja aku siap!"
"Bagus, aku tunggu keahlianmu!"
Pip...
"Baiklah para pahlawan, di arena latihan ini, kita akan melihat Breaking Wall dengan Pilot Rytsar Vandell melawan Black Knight dengan Pilot Gleen Hakuin! Kira-kira siapakah yang akan menang, mengetahui jika Hakuin adalah Pilot baru!"
Pip...
Hologram Profesor Tatsuya muncul didepan mata Rtysar dan juga Hakuin.
"Baiklah kalian bersedia!?, San, Ni, Ichi, Zeroooo!!!"
"Nah Hakuin mari kita mulai!"
"Ya!!" Seru Hakuin semangat.
Begitu dimulai, Breaking Wall mencuri start.
Permulaan ini milik Breaking Wall, Mecha Breaking Wall menembak kan Gatling gun beruntun ke arah dada Black Knight.
Black Knight perlahan mundur, Hakuin bahkan belum mengerti sama sekali teknik-teknik kuat untuk menahan serangan dari Breaking Wall.
"Apa yang dilakukan Rtysar bukankah itu sangat kejam!?" Protes Leona ke Profesor Tatsuya.
"Kejam darimananya Leona?" Tanya Profesor Tatsuya.
"Ah sudahlah, aku akan berkomunikasi dengan Hakuin!"
Pip...
"Hakuin! Hakuin! Kau tidak apa-apa?!"
Didalam hologram, Leona melihat Hakuin yang ada didalam kokpit sudah tak sadarkan diri sedang duduk di kursi Pilot.
(Ia sudah pingsan.) Batin Leona dengan wajah terkejut.
"Profesor Tatsuya hentikan pertarungan ini, Hakuin sudah tak sadarkan diri!"
"Apa itu benar Leona?"
Pip...
"Oi Hakuin! Kenapa kau hanya mendiamkan Black Knight mu, bangun aku tak suka ini!" Seru Rtysar dengan hologram.
Pertarungan untuk melawan tantangan Rtysar akhirnya dihentikan, Hakuin tidak cukup kuat menahan serangan yang masuk dalam Black Knight. Jika Pilot tidak memiliki daya tahan yang dibutuhkan, maka ia akan langsung pingsan begitu terkena serangan.
Hakuin tak sadarkan diri, begitu menerima serangan gatling gun Breaking Wall dari Rtysar, Black Knight mengalami kerusakan 45% dan membutuhkan perbaikan. Hakuin untuk sekarang mendapatkan pengobatan.
Akankah Hakuin sadar kembali dan berhasil memenangkan tantangan dari Rtysar?!
Bersambung di cerita berikutnya...
Pengusir Alien: Berlatih sendiri, sedangkan bahaya datang mendekat
__ADS_1