
Cerita akan memakai POV Gleen Hakuin terimakasih.
(^^)
Aku bersama Leona pergi ke tempat lokasi saluran air, aku meminta detail lokasi saluran air ke Leona, dengan memintanya di hologram.
"Ternyata masih sekitar tiga kilometeran lagi," gumamku pelan. Leona dan aku saling berbicara sebentar.
"Hakuin, apa menurutmu regu penyelidik berjumpa dengan alien?"
"Aku juga tidak mengerti, tapi menurutku para regu penyelidik sedang dalam masalah serius," begitulah jawabanku ke Leona.
Kami terus berbincang-bincang bagaimana nasib para regu penyelidik, dengan itu kami segera dengan cepat pergi membantu rekan-rekan kami di lokasi saluran air.
Sesampainya disana, aku melihat Rtysar Vandell yang sedang berjalan maju mundur seperti orang yang kebingungan.
"Ada apa Rtysar?" Aku menanyai Rtysar yang sedang kebingungan.
"Siapa kau?" Rtysar tidak tahu jika aku sedang menaiki Mini TrainingBot.
Karena itu aku menyalakan komunikasi hologram dengan Rtysar.
"Nih aku Gleen Hakuin!"
"Hah, bagaimana cara mu datang kesini?! Tunggu kau serius menaiki Mini TrainingBot?!"
"Yap, lagipula ini yang dilakukan oleh seorang pahlawan yang relawan dalam tugasnya."
"Apa maksudmu relawan?"
Aku hanya tertawa saja, lalu menurunkan Leona yang ada di tangan Mecha yang kunaiki ini.
"Kau bersama Leona?"
"Ya, jika tidak bersama dengan nya mana aku tahu jalan menuju kesini," jawabku ke Rtysar.
"Eh apa kau itu orang yang kemarin kalah melawan Rtysar?" Ucap seorang yang kuanggap nantinya sebagai rekan sesama Pilot.
Aku tidak menjawab dan hanya membuka kokpit Mini TrainingBot dan menunjukan wajahku ke hadapan orang yang mengajakku bicara ini.
"Ternyata benar orang yang kemarin."
"Ryota ucapanmu dijaga dong." Kata Masashi orang yang aku jumpai kemarin dan meminta berkenalan denganku.
Orang yang berbicara tadi, ternyata bernama Yasushiro Ryota ia juga berjabat sebagai Pilot yang mengendarai Mecha.
"Anu, senang berkenalan denganmu Ryota." Aku berkenalan dengan nya, dan Ryota membalas dengan anggukan.
"Setidaknya ucap sesuatu lah?" Kata Rtysar.
"Oh ya Rtysar, apa regu penyelidik baik-baik saja di dalam saluran air?" Ucapku.
Rtysar menarik nafas nya pelan.
"Aku juga tidak mengerti, hanya saja ada bahaya yang terjadi kurasa?" Kata Rtysar.
"Bahaya ya?" Gumamku.
Aku menutup kokpit Mecha, dan memakai helm khusus Pilot yang sudah aku persiapkan.
"Apa yang mau kau lakukan dengan Mini TrainingBot disini?" Tanya Rtysar.
Rtysar lalu berkata lagi. "Oi jangan-jangan kau mau..."
Aku lalu mengendarai Mecha ku maju, tapi Leona menghalangiku.
"Apa yang mau kau lakukan Hakuin?!" Ucapnya kepadaku sambil menghalangi jalan, dengan kedua tangan yang ia rentangkan.
"Tentu saja aku ber-relawan untuk membantu orang di dalam sana." Ucapku dengan komunikasi hologram.
"Kau serius?" Ucap Leona.
Aku hanya mengangguk saja, lalu Leona menyingkir.
"Hakuin aku tidak paham apa kau sudah dapat mengendarai Mecha atau tidak? Tapi berhati-hatilah, jika ada bahaya hubungi aku didalam dengan komunikasi hologram!"
Aku mengacungkan jempolku ke hologram, dan Rtysar membalas dengan senyuman kecil.
__ADS_1
Entah bagaimana bisa aku sudah mendapatkan kepercayaan pada Rtysar dan lain nya, aku terus membatin itu dan membuatku tersenyum dengan sendirinya.
Didepan sana ada lubang besar, untuk masuk ke dalam saluran air. Kira-kira berukuran dengan lebar delapan meter, sangat pas untuk Mini TrainingBot masuk.
Aku lalu memasukkan Mini TrainingBot ke dalam saluran air, sesampainya disana aku berjalan dengan mengendarai Mecha lalu menyalakan cahaya untuk menerangi jalan.
Aku terus berjalan, dan mendengar suara teriakan seorang pria, yang kukira berasal dari regu penyelidik.
Dengan segera, aku menghampiri sumber teriakan itu, dan benar saja itu berasal dari regu penyelidik. Hanya saja aku sudah terlambat, orang malang itu sudah tercakar oleh alien gemuk berwarna hijau menyebalkan ini.
Aku hanya bisa menggertakan gigiku, lalu aku menggerakan Mini TrainingBot untuk menyerang alien gemuk itu.
Aku memukul perut dari alien gemuk, dan berhasil membuatnya terpukul mundur, tapi alien gemuk itu membalasku dengan ludahan berwarna hijau yang sangat menjijikan.
Dengan cepat aku menghindari ludah dari alien itu, dan membalasnya dengan pukulan lagi. Alien gemuk itu kesakitan dan meraung memanggil kawan nya.
Dengan seberapa detik, aku sudah terpojok dan mengira kalau ini adalah akhir dariku. Alien demi alien mendekatiku dengan wajah menyeramkan dan bersiap untuk mencabik-cabik diriku.
Beruntung sekali jika Mini TrainingBot agak keras, karena itu cabikan alien tadi hanya membuatnya tergores saja.
Dengan penuh semangat dan berteriak 'Yoshaa' aku lantas menerbangkan alien tadi dengan memegangi kaki alien yang mendekatiku, dan kuputarkan, untuk menjadi senjata dan menyerang alien lain nya.
Ternyata hanya itu kemampuan alien yang meresahkan ini. Batinku dengan tenang, dan tertawa kecil.
"Kau manusia sombong?"
Aku melongo begitu mendengar suara dengan bahasa manusia itu, aku terus menoleh kesana kemari mencari sumber suara itu.
"Siapa kau!?" Aku berteriak dengan keras, sambil bersiaga jika suatu saat ada alien yang bangkit dan menyerangku.
Tiba saja ada bau yang sangat menyengat menusuk hidungku, aku menutupnya dengan helm yang kuaktifkan mode penutup wajah.
Ada detakan suara kaki, seperti orang yang datang kemari. Dan benar saja, sesosok manusia dengan mata tajam datang di hadapanku dengan membawa buku yang ia elus dengan tangan kanan.
"Ada apa manusia, apa penampilanku aneh?" Ucapnya kepadaku sambil masih mengelus buku.
"Siapa kau?" Namun tidak ada respon darinya, "Apa kau itu manusia?!" Ucapku dengan Mecha yang bersiaga.
"Tepat sekali aku adalah manusia, hanya saja aku ini setengah manusia."
"Maksudmu?"
"Kenapa tidak pas?" Kataku yang semakin penasaran.
"Itu karena ada wanita yang menunggumu dibelakang, karena kehadiranya aku harus terpaksa mundur dahulu."
"Tunggu dulu! Siapa sebenarnya kau ini?!" Aku berteriak, lalu menoleh kebelakang, dan melihat Leona yang mengikuti dengan seragam Cyborg yang membuka wajahnya.
"Leona...?!"
"Kau bicara dengan siapa tadi?" Ucapnya kepadaku.
Aku menyalakan komunikasi hologram dan berbincang kepadanya.
"Tadi ada seorang yang misterius datang kemari, dia bilang jika ia setengah manusia? Apa dia itu sebenarnya alien ya...?"
"Benarkah, kok aku hanya melihatmu saja dan tidak ada apa-apa disana, aku malah mengira kau itu sedang gila?"
Hah? Leona tidak melihat alien tadi? Ah wajar saja dia tidak melihatnya karena tertutup Mecha ini. Batinku.
Aku lalu menjawab Leona, seperti apa yang kubatinkan tadi, tapi ia mengatakan hal yang sedikit menakutkan.
"Eh yang benar, lagipula aku tadi melihatmu di hologram loh, dan saat aku mengamati dengan dekat, tidak ada siapa-siapa disana. Coba lihatlah sendiri didalam saluran air ini, walaupun kau dapat menutupi dengan Mecha itu, tapi masih bisa melihat dari samping kiri kan?"
Aku terkejut, dan membatin 'benar juga ya,' dan memang jika dilogika itu masih bisa, apalagi lebar Mecha yang kunaiki ini tidaklah terlalu besar dan menutupi seluruh tempat ini.
Lalu siapa dia? Batinku.
Aku menyudahi pembicaraan ini, dan menarik tangan Leona, untuk mengikutiku membawa mayat para regu penyelidik.
Tapi Leona mengatakan sesuatu yang menakutkan lagi, ia berbicara hal yang sama ketika aku berbicara dengan manusia setengah alien tadi.
"Leona apa ini benar-benar kau?" Aku berkata dengan Leona sambil mengeluarkan keringat dingin, aku bahkan mulai merinding.
"Tentu saja aku Leona, ada apa sih Hakuin? Aku merasa kalau kau hari ini sangat aneh sekali?!"
"Kau lah yang aneh...!" Aku mengatakan itu sambil membuka kokpit Mecha ku, dan melanjutkan kataku tadi.
__ADS_1
"Oi apa kau benar-benar Leona?!"
"Ada apa sih Hakuin? Kau menakutiku deh?"
Aku mengecek dengan hologram dan berbicara dengan Rtysar.
"Rtysar apa Leona ada disana?!"
"Ah Hakuin ya...?! Bagaimana apa kau sudah berjumpa dengan regu penyelidik?!"
"Itu nanti saja! Sekarang apa Leona sedang bersamamu!"
Sedetik saat aku menanyakan nya Leona berbicara di hologram dan sedang bersama Rtysar.
Aku merinding ketakutan, jantungku berdetak dengan sangat keras. Lalu aku tutup komunikasi hologram dan menutup kokpit Mecha ku, dan dengan berani aku memukul wajah Leona palsu dengan Mini TrainingBot.
"Sakit Hakuin! Apa yang kau lakukan?!"
"Kau bukanlah Leona! Sebab Leona yang asli ada bersama Rtysar!" Aku berseru dengan dia Leona palsu.
"Apa yang kau katakan kau jadi sangat aneh hari ini!"
"Katakan apa kau sebenarnya ini alien?" Ucapku dengan jantung yang berdetak keras.
Leona palsu yang kutemui, lalu tertawa kecil dan tertawa lagi menjadi tawa gila yang sangat ekstrim.
"Hmm...hmm huahahahahaha! Tepat sekali aku adalah alien yang menyerupai Leona!"
Aku mundur sejenak, lalu melepaskan tembakan misil kecil untuk menembak alien di depanku yang menyerupai Leona.
"Kau sangat hebat! Dapat membedakan aku dengan wanita itu! Lagipula biar aku katakan kepadamu! Alien seperti kami tidak hanya berwujud monster namun dapat juga menyerupai manusia! Apa kau terkejut?!"
"Tidak aku sudah tahu itu! Lagipula aku akan menyingkirkanmu kali ini!" Aku menyiapkan tembakan misil kecil lagi, dan kulepaskan tembakan itu tepat ke jantung alien manusia ini.
Dengan sekejap alien manusia tadi lenyap dari hadapanku.
Aku mengeluarkan nafas lega, dan menggotong dua mayat para regu penyelidik dan keluar dari saluran air.
Semua orang yang ada diluar menyambutku, dan menyebutku sebagai pahlawan.
Aku berbicara dalam hati, 'kenapa bisa aku disebut pahlawan padahal aku gagal menyelamatkan para regu penyelidik?'
"Kau berhasil Hakuin!" Ucap Rtysar kepadaku sambil tersenyum lebar.
Aku membuka kokpit Mecha ku dan berbicara dengan Rtysar. "Apa maksudmu pahlawan, bukankah aku gagal menyelamatkan regu penyelidik?"
Rtysar menggelengkan kepalanya, lalu ia berkata. "Setidaknya kau berhasil menyelamatkan lima nyawa regu penyelidik, mereka semua berhasil keluar dengan selamat dan dijemput oleh medis."
"Benarkah aku senang sekali jika itu benar...?"
Rtysar mengangguk dan mengacungkan jempolnya didepanku.
"Sekali lagi kau hebat pahlawan! Sedangkan kami hanya tidak dapat melakukan apa-apa dan membahayakan dirimu!"
Aku tersenyum bahagia, dan Leona asli muncul dihadapanku.
"Nah Hakuin kenapa kau tadi mencariku?" Tanya Leona.
"Ah ceritanya panjang, nanti aku ceritakan kepadamu."
"Eh apa masalah tentang cinta?!" Ucap Masashi menggodaku.
"Masashi kau tidak boleh melakukan itu!" Ucap cewek yang kelihatanya menyayangi Masashi ini.
Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku, dan berwajah merah, padahal ini bukan masalah tentang cinta, tapi masalah aneh yang sangat mengerikan jika diceritakan.
Dan saat itulah kami pulang dan kembali ke rumah pesawat, aku lupa menceritakan itu dengan Leona.
Aku beristirahat, dan berbaring di kasur kamarku yang sudah disediakan untuk pilot khusus, dan terus kepikiran dengan alien manusia tadi.
Terus berpikir hingga akhirnya aku menutup mataku dan tertidur.
Siapakah Leona palsu tadi? Pikiran akhirku sebelum aku tertidur lelap.
~
Akankah pertanda buruk akan terjadi ?
__ADS_1
Bersambung di cerita berikutnya...
Pengusir Alien: Portal penghubung ke dimensi ini