Alien Expulsion

Alien Expulsion
Pengusir Alien: Menyusul tanpa disuruh


__ADS_3

Para Pahlawan terpilih diutus oleh Jenderal Inori, untuk menyelidiki saluran air dengan lokasi yang sudah ditandai. Mereka semua sudah berangkat sekitar 5 menit yang lalu.


Sesampainya di depan saluran air, Rtysar berbicara. "Yak teman-teman kita sampai ke lokasi!"


"Fiuhh... Nah sekarang kita mulai rencana nya, kami para pengguna Mecha akan menunggu diluar, kalian para pasukan penyelidik masuk ke dalam saluran air!"


Memang begitulah rencana awal mereka semua, sebelum memutuskan untuk pergi ke lokasi. Para penyelidik dibekali senjata khusus dan senter untuk menerangi jika tempat yang mereka lalui gelap dan minim cahaya.


"Baiklah kami masuk dulu, kalian para pengguna Mecha, lindungi kami jika ada bahaya terjadi!" Seru salah satu regu penyelidik.


"Tanpa disuruh, kami sudah tahu itu!" Balas Ryota.


Dan dimulailah rencana menyelidiki saluran air, para penyelidik menyalakan senter mereka masing-masing karena tempat agak gelap dan minim sekali cahaya.


"Gelap juga disini ya?" Ucap Kai.


"Kau benar, dan bau nya sangat menyengat." Balas Frederich.


"Kalian semua tenang, dan jangan takut, siapkan senjata kalian dahulu, isi penuh dengan peluru." Ucap Rito dengan bijak.


Para pasukan penyelidik mengisi semua senjatanya dengan peluru hingga penuh, dan bersiaga jika Alien atau bahaya lain akan menyerang.


Disaat mereka semua berjalan sekitaran 3 meter, cairan yang ada di gambar dan video hologram tadi ternyata benaran ada.


"Cairan! Lihat semua, disana ada cairan yang mirip di video tadi!" Seru Frederich yang pertama kali melihat cairan yang sama dengan video hologram tadi.


"Kau benar."


"Disana juga ada!"


"Disini juga ada!"


"A-apa yang terjadi?!" Seru Kai.


Pemandangan mengerikan yang mereka lihat adalah, saluran air yang penuh dengan cairan milik Alien.


"Sekarang pakai masker gas kalian semua, ingat Zat radiasi bahaya milik Alien!" Seru Rito mengingatkan.


Para penyelidik dengan cepat memasang masker gas, untuk menutupi wajah agar tidak terkena radiasi milik Alien.


Dan tiba saja Kai berteriak.


"Frederich!!" Teriak Kai dengan suara keras.


"Ada apa Kai?!" Seru Rito.


Kai terduduk diam, dan perlahan mundur pelan-pelan.


"Alien?!" Seru Rito dan menembaki Alien yang menyerang Frederich dengan Riffle.


"Bam! Bam! Bam!" peluru mengenai badan Alien gemuk berwarna hijau, yang menyerang Frederich.


"Groarrrr!!" Alien gemuk yang ditembaki Rito, marah dan mencakar badan Rito.


Rito terkena cakaran Alien, dan tubuhnya kesakitan dan mengeluarkan darah.


"Sial! Tembaki semua jangan sampai Alien ini menyerang kita semua!!" Seru Ao menyuruh semua regu penyelidik untuk menembaki satu Alien gemuk yang sudah menyerang rekan nya.


"Bam! Bam! Bam!"


"Tembak terus, jangan sampai Alien ini hidup!!"


"Bam! Bam! Bam!"


"Sebenarnya seberapa banyak darah Alien ini, susah sekali untuk mati!"


Dan bukanya mati, Alien gemuk ini semakin gusar dan mencakar dua penyelidik yang sedang lengah.


"Tidak ada gunanya, semua lari kita kembali!!"


Namun, usaha mereka sia-sia, mereka telah menginjak kuburan mereka semua sendiri. Cairan yang mereka lihat berkumpul dan bergabung menjadi Alien menyeramkan dan bersiap untuk mencabut nyawa para penyelidik ini.



Kita lihat perkembangan Hakuin dahulu, sebelum lanjut ke nasib para regu penyelidik.


"Hoshh... Hoshh... Sepertinya aku sudah terbiasa memegangi piston penggeraknya."


"Kau benar Hakuin, terlihat bukan perbedaan kau yang belum latihan dan sesudah latihan."


Hakuin tersenyum dan menaiki TrainingBot lagi.


"Aku akan mencoba lagi Leona, sampai aku benar-benar bisa menjadi Pilot!"

__ADS_1


"Semangat yang bagus."


Hakuin menggerakan piston penggerak, dan melatih TrainingBot nya lagi dan lagi, hingga ia merasakan adanya ikatan untuk menjadi Pilot pengendara Mecha.


(Aku semakin terbiasa dengan tombol-tombol ini, sekarang adalah percobaan Escape yang sebenarnya.) Batin Hakuin sambil memakai helm pengaman benturan.


"Baiklah mode Escape on!!" Teriaknya dan menekan tombol merah dengan kasar.


Seperti yang sudah dijelaskan, Hakuin terlontar sejauh 5 meter, kali ini ia aman dari benturan yang menyakitkan.


"Bagus, aku rasa aku dapat mengendarai Black Knight sekarang!" Ucap Hakuin dengan mantap.


"Terlalu cepat untuk itu!" Ucap Leona.


"Tidak Leona, sekarang aku merasakan ikatan seorang Pilot, dimana Black Knight nya aku akan mengendarainya sekarang?!"


"Daripada kau berkata begitu, bagaimana jika kau mencoba untuk membawa TrainingBot sampai ke daratan, disana kan ada Alien tuh, nah sekalian kau latihan penyerangan?"


"Benar juga ya! Ide yang bagus Leona, kalau begitu tunggu apa lagi aku akan membawa TrainingBot yang berukuran mini saja!"


"Eh?!"


"Kau juga Leona, daripada cuma melihat ku menghabisi Alien di bawah, kau bawa juga satu TrainingBot!"


"Tidak perlu, aku sudah memiliki Astomic Blastoid."


"Astomic Blastoid?"


"Benar, seragam Cyborg-Mecha yang hanya digunakan para perempuan untuk bertarung. Kau mau melihatnya, kalau begitu bawa TrainingBot keluar, jangan sampai ketahuan seseorang."


"Jika kita membawanya pakai lift pasti dapat dengan mudah sampai kita keluar dari pesawat aneh ini."


"Itu tidak lah semudah yang kau pikirkan Hakuin bodoh, apa kau tahu lift tidak akan sampai ke lantai terbawah, karena lantai terbawah itu adalah tempat mesin dalam pesawat, jika kita mau keluar dari pesawat ini, kita harus berhasil mencari pintu invisible."


"Hah? Kau bilang apa tadi? Invisible door?"


"Pintu Invisible bukan Invisible Door."


Hakuin merespon dengan wajah datar lalu ia berbicara dengan nada super cepat.


"Sama aja Leona bodoh! Lagipula Door dan Pintu itu artinya sama, kau tinggal dimana sampai tidak mengerti bahasa inggris!!"


"Apa maksudmu mengejekku seperti itu?!"


"Ya kau, itu karena kau bodoh!"


Situasi ini harus berakhir, saat mereka berdua mendengar suara Profesor Tatsuya.


"Aku barusan dengar, ada suara seseorang di dalam pelatihan?" Ucap Profesor Tatsuya didepan pintu latihan, yang beruntung sudah ditutup.


"Leona bagaimana ini." Bisik Hakuin.


"Aku tidak tahu." Balas Leona dengan suara pelan.


"Halo ada orang didalam?!" Profesor Tatsuya membuka pintu pelatihan, dan berjalan.


Didalam persembunyian Hakuin dan Leona, yang bagi duanya aman. Yaitu didalam lemari kosong. Mereka berdua sepertinya punya masalah sama.


Dimulai dengan bisikan Leona yang merasakan sentuhan jari Hakuin di bagian pangkal pahanya.


"Kyaa... Bodoh jangan menyentuhku disana." Bisik Leona yang merasakan jari Hakuin menyentuh pangkal pahanya.


"Disini sempit sekali, bisa kau menyingkir sedikit Leona." Bisik Hakuin sambil menyingkirkan wajah Leona secara paksa.


Dan begitulah lemari tempat persembunyian mereka berdua menimbulkan suara dan bergetar pelan.


"Oh begitu ya, Hakuin Leona jika bersembunyi jangan di lemari kosong, nanti kalian ketahuan, lagipula suara kalian terdengar jelas di telingaku jadi aku tidak akan salah."


Hakuin dan Leona saling terkejut dan membuka pintu lemari dengan cepat, tapi sial nya mereka berdua saling jatuh sama lain.


"Aduh-duh."


Profesor Tatsuya menghela nafas kuat, dan berbicara. "Kenapa kalian bersembunyi, apa kalian berdua menjalin hubungan rahasia?"


"Tidak!" Seru Leona.


"Hah apa maksudmu hubungan rahasia profesor geblek!?" Seru Hakuin yang kesal.


"Itu karena kalian berdua, kupanggil malah sembunyi. Oh ya ada yang ingin aku tanyakan kepadamu Leona, kenapa kau tidak ikut menyelidiki saluran air?"


"Ah itu karena aku mengira sudah telat, jadi aku melatih Hakuin menjadi Pilot."


"Maka dari itu profesor, dia ini beralasan seperti itu agar tidak ingin pergi ke saluran air yang bau."

__ADS_1


Jelas saja Leona tidak terima dengan omongan Hakuin. Dan menyangkal itu semua.


"Aku tidak beralasan sama sekali! Lagipula kau sudah ku bantu, jadi mana terimakasihmu!"


"Oke oke terimakasih Leona yang baik."


"Maaf bisa kita akhiri pembicaraan aneh ini, lagipula sekarang kau harus menyusul temanmu, Leona?"


"Bagaimana caraku menyusul kesana profesor?" Tanya Leona.


Tapi suara hologram nyala, dan berkomunikasi dengan Profesor Tatsuya.


Pip...


"Maaf profesor, ada hal bahaya yang terjadi, para regu penyelidik seperti nya terlalu lama ada di dalam saluran air?"


"Maksudmu apa Bob?"


"Maksudku, kami menyuruh para regu penyelidik untuk menyelidiki di dalam saluran air, tapi mereka belum keluar dari saluran dan menghampiri kami, untuk melapor."


"Jangan-jangan! Bob kau bersama Rtysar dan lain nya kan?! Pergi ke sana dengan Mecha dan selamatkan regu penyelidik!"


"Maaf menyangkal profesor, ukuran Mecha terlalu besar mana mungkin muat masuk ke dalam saluran air?"


"Benar juga, lalu bagaimana jalan keluarnya?!"


"Aku sendiri juga tidak tahu, maaf profesor komunikasinya akan kumatikan, karena Neo Energi nya mulai melemah."


Pip...


"Bagaimana ini?"


Situasi semakin panik, Hakuin mencoba untuk berpikir sebentar.


(Apakah ukuran lima meter bisa masuk ke dalam saluran air?) Batin Hakuin.


Leona berbicara. "Anu profesor apa kira-kira Mini TrainingBot bisa masuk ke dalam saluran air?"


Profesor Tatsuya mengangguk, dan membalas perkataan Leona. "Memang bisa tapi Mini TrainingBot tidak dapat digunakan bertarung terlalu lama."


Hakuin tiba saja berbicara hal yang tidak mungkin. "Biar aku saja profesor, maksudku ialah dengan Mini TrainingBot aku bisa masuk ke dalam saluran air, sebenarnya niat kami memang ingin pergi berlatih menyerang Alien."


"Apa maksudmu itu Hakuin! Kau masih pemula dalam mengendalikan Mecha! Lagipula Mini TrainingBot tidak dapat bertarung terlalu lama, karena perbedaan potensi kekuatan Mecha!"


"Aku pemula di Black Knight tapi tidak dengan TrainingBot, percayalah kepadaku, aku akan pergi kesana dengan Leona."


Profesor Tatsuya semakin cemas, lantas ia semakin berseru. "Hakuin dengar Mini TrainingBot hanya memiliki potensi kekuatan yang bahkan lebih sedikit dari TrainingBot!"


"Tidak masalah, aku hanya membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua menit saja, untuk mengecek keadaan dalam saluran air."


"Kalau begitu kau akan menyusul mereka? Tapi Jenderal Inori tidak tahu ini?"


"Tidak apa-apa, kami akan pergi tanpa suruhan dari Jenderal! Aku akan pergi sekarang, Profesor tunjukan jalan untuk keluar dari pesawat aneh ini?"


"Tunggu dulu Hakuin! Hah... sepertinya yang dikatakan oleh mu benar Leona." Ucap Profesor Tatsuya sambil melirik ke arah Leona.


Leona hanya membalas dengan senyuman. Tentu saja Hakuin sama sekali tidak mengerti, dan hanya bisa


bereaksi dengan wajah yang polos dan bingung.


"Kalian kenapa sih?" Ucap Hakuin sambil menggaruk kepalanya.


"Lupakan saja, yang penting lakukan yang kau mau Hakuin."


"Memang itu keinginanku."


Dan bergegaslah Hakuin dan Leona untuk menyusul ke saluran air, demi menyelamatkan pasukan penyelidik.


Langkah mereka tidak diketahui oleh Jenderal Inori, dan Hakuin menyusul rekan nya tanpa disuruh oleh Jenderal.


Sesampainya di depan Invisible Door, Hakuin dan Leona meminta pamit ke Profesor Tatsuya.


"Nah kami pergi dulu profesor." Ucap Hakuin sambil naik ke Mini TrainingBot.


"Ya berhati-hatilah!"


Hakuin melambaikan tanganya dan terjun dari rumah pesawat, bersama dengan Mini TrainingBot yang ia naiki, dengan tambahan jetpack di bagian punggung Mini TrainingBot menyebabkan pendaratan akan berjalan mulus.


Begitu juga dengan Leona yang menumpang di tangan Mini TrainingBot.


Penyelamatan ataukah terlibat dalam marabahaya? Jawaban nya ialah...


Hakuin dan Leona menyusul rekanya ke lokasi saluran air, akankah ia berhasil masuk ke dalam saluran air?

__ADS_1


Bersambung di cerita berikutnya...


Pengusir Alien: Pahlawan


__ADS_2