
Hakuin mengalami pengobatan, ia masih belum siuman di ruang pengobatan khusus Pilot.
Daya tahan yang dibutuhkan untuk menjadi Pilot, masih belum terpenuhi. Profesor Tatsuya mulai merasa khawatir, ia berdiri diam di depan jendela sambil sesekali membuang nafas.
"Hah sekarang apa yang akan kita lakukan Leona? Pahlawan yang kau temukan malah pingsan begitu saja?" Ucap Profesor Tatsuya.
Leona memandangi badan Hakuin yang lemas, ia sesekali meraba tubuh Hakuin.
"Tapi profesor, kurasa Hakuin sangat cocok untuk dijadikan sebagai pahlawan! Aku sangat sekali yakin, didalam dirinya ingin sekali menjadi pahlawan!" Begitulah balasan Leona, ia yakin sekali bahwa Hakuin adalah pahlawan yang cocok untuk dijadikan sebagai Pilot.
"Kalau menurutmu begitu, mungkin aku akan menunggu hingga waktu nya tiba."
Namun, pembicaraan mereka harus dihentikan karena seorang pria membutuhkan bantuan.
"Maaf menganggu pembicaraan anda! Jenderal Inori memanggil anda sekalian Nona Leona, untuk datang ke ruang pertemuan!" Ucap pria yang diutus oleh Jenderal Inori.
"Apa yang terjadi, mengapa Jenderal memanggilku bersama Leona?!"
"Aku tidak mengerti sama sekali! Tapi ini adalah hal yang serius, cepat pergi kalian berdua!"
Pria yang diutus Jenderal, menarik tangan Profesor Tatsuya begitu saja.
(Ada apa gerangan?!) Batin Profesor Tatsuya sambil berjalan mengikuti pria tadi, diikuti Leona berjalan dibelakang Profesor Tatsuya.
Profesor Tatsuya dan Leona meninggalkan ruangan pengobatan Hakuin, disini Hakuin sadar dan memegangi kepala nya yang pusing.
"Dimana ini?" Gumam Hakuin, sambil melihat sekeliling.
(Ruang pengobatan?!) Batin nya terkejut.
(Ah aku ingat, tantangan melawan Mecha Rtysar! Dan aku malah kalah telak karena pingsan, sial kenapa aku begitu lemah, padahal aku belum melawan balik Mecha milik Rtysar.) Batin nya lagi, dengan wajah kesal.
Disuatu tempat, ruang pertemuan dengan Jenderal Inori.
"Akhirnya kalian datang juga!" Seru Jenderal Inori.
Profesor Tatsuya melepas nafas nya karena kelelahan.
"Hah... Hah... Ada apa Jenderal, kenapa kau memanggilku hingga harus mengutus pelapor?"
Ternyata tidak hanya Profesor Tatsuya dan Leona yang dipanggil, nampaknya para pahlawan terpilih sudah datang dengan anggota mencapai puluhan.
Seorang pria yang berkenalan dengan Hakuin, Akihiro Masashi dengan adiknya Akhihiro Yuki juga datang ke ruang pertemuan.
"Maaf kami terlambat, kita tadi lagi sibuk memperbaiki mesin." Ucap Masashi dengan rombongan Pahlawan terpilih.
"Tidak apa-apa, karena pembicaraan penting masih belum dimulai!"
"Pembicaraan penting?"
"Ya! Pembicaraan penting! Adurf perlihatkan semua foto yang kusuruh!"
"Baik Jenderal!" Seru Adurf, sambil mengotak atik komputernya.
Nampak gambar Alien-Alien yang digambarkan di Hologram, digambar itu terlihat bekas cairan-cairan berwarna hijau.
__ADS_1
"Cairan?" Ucap Profesor Tatsuya.
"Benar cairan yang aneh, milik para Alien, Adurf sekarang perlihatkan videonya!"
"Baik!" Adurf lekas mencari video yang dimaksud oleh Jenderal Inori.
Video yang nampak di hologram, menampakan cairan tadi yang berkumpul dan menjadikan sosok-sosok Alien yang memenuhi daratan.
Alien-Alien berwajah seram, dan berbagai macam tipe terbentuk. Ada Alien tipe hewan, manusia, dan tipe monster.
"Apa-apaan ini?!" Seru Profesor Tatsuya.
"Memang begitulah cara terbentuknya mereka Profesor, dan sekarang bahaya nya akan mulai terjadi sebentar lagi, sebab ada banyak sekali cairan yang tersebar di dekat lokasi yang harus kita datangi, yaitu saluran air!"
"Saluran air?!"
"Benar, aku mencurigai jika saluran air sekarang telah tercemar Zat Berbahaya Alien, aku tahu jika disana memang kotor karena tempatnya, dan karena Alien suka sekali tempat kotor, aku yakin di dalam sana ada satu ufo milik Alien!"
(Hah?!) Batin Profesor Tatsuya sambil melongo.
"Kenapa kau melihatku begitu profesor, lupakan hayalanku tadi, yang terpenting coba pikirkan dimanakah asal muasal cairan itu terjadi?"
"Jika kita pikirkan itu, kemungkinan saluran air yang kau maksud dapat sebagai jawaban semua misteri Alien ini!" Ucap Profesor Tatsuya mantap.
"Kalau begitu tunggu apa lagi selidiki dan selesaikan semua masalah ini!" Seru Jenderal Inori memerintah dengan mantap.
"Nah kalau begitu Leona pakai pakaian Cyborg mu, dan Masashi bersama Pahlawan lain nya, silakan persiapkan diri kalian, lawan kita adalah Alien!" Seru Rtysar memimpin.
Masashi dan para Pahlawan lain nya mengenakan pakaian Pilotnya dan mengambil Mecha nya masing-masing.
"Loh dimana Black Knight kok tidak ada?"
"Benar juga ya? Tunggu aku rasa Black Knight pernah dikendarai oleh seorang yang pernah aku temui?"
Disaat mereka berdua berpikir, Leona mendengar suara Mecha di tempat pelatihan Mecha.
"Eh memang apa ini waktunya pelatihan?"
Leona menghampiri sumber suara itu, dan melihat Hakuin menaiki Mecha pelatihan yang berukuran 8 meter.
"Hah... Hah... Aku tidak boleh gagal, aku harus menjadi pahlawan!"
Hakuin berlatih sendiri dari tadi, terlihat wajahnya yang penuh keringat dan nampak kelelahan.
(Apa dia latihan sendiri dari tadi? Jika iya, kurasa itulah artinya semangat.) Batin Leona sambil tersenyum.
Mecha yang dinaiki Hakuin, bernama TrainingBot berukuran 8 meter, dan tidak membutuhkan daya tahan yang diperlukan untuk mengendarainya.
TrainingBot yang dikendalikan Hakuin, bergerak memukul udara, Hakuin berlatih memukul, melompat dan latihan dasar Mecha lain nya.
(Dia berlatih teknik dasar kan?) Batin Leona sambil berjalan mendekat.
"Hah... Hah... Sekarang aku akan mencoba tombol Escape!" Hakuin menekan tombol warna merah yang berarti Escape, Mecha yang ia naiki bergetar seperti gempa bumi, dan melontarkan Hakuin. Hakuin terpental jauh sekitar 10 meter.
"Woahh aku terbang!" Ucap Hakuin sebelum ia tersungkur di lantai.
__ADS_1
"Jduggg!!" Suara keras Hakuin yang terjatuh di lantai.
"Sial tak kusangka Escape sebahaya ini?!"
Leona tertawa kecil dan menghampiri Hakuin.
"Hihihi, jatuh mu sangat lucu dan kau konyol sekali mencoba Escape padahal kau masih sakit kan?"
"Ah kukira siapa, ada apa Leona?"
"Tidak ada apa-apa, aku tidak menyangka kalau kau berlatih sendirian dengan TrainingBot?"
"Kau tahu kan, aku masih belum bisa menjadi Pilot, karena itu aku harus berlatih terlebih dahulu. Oh ya kenapa kau datang kesini dengan pakaian Cyborg? Apa kau punya tugas mencari pahlawan lagi?"
"Aku diutus Jenderal untuk pergi menyelidiki saluran air, tapi kurasa aku sudah terlambat pergi ke sana, karena itu biarkan aku berlatih juga bersamamu."
"Bersamaku?"
"Hmm bukan, maksudku aku akan membantumu latihan teknik dasar untuk menjadi Pilot!"
Hakuin tersenyum lebar, dan tidak sengaja memeluk Leona.
"Benarkah aku senang sekali, terima kasih Leona!"
"A-apa yang kau lakukan!"
"Eh?" Hakuin melepaskan pelukan nya, dan wajahnya memerah karena malu.
Begitu juga dengan Leona, yang membuka mulutnya lebar dengan wajah memerah.
"Bo-bo-bodoh!" Leona menampar pipi Hakuin.
Baiklah waktunya melihat para penyelidik saluran air, yang akan bersiap untuk melaksanakan tugasnya.
"Dimana Leona apa kau sudah menemukan nya?" Ucap pasukan pencari.
"Tidak aku tidak menemukanya!"
(Leona disaat begini, dimana kamu?) Batin Profesor Tatsuya.
"Tidak ada waktu lagi! Lebih cepat lebih baik, lakukan tanpa Leona dan pergi sekarang!!"
"Baik!" Seru semua orang.
Dan begitulah dimulai penyelidikan saluran air, untuk mencari bukti-bukti cairan Alien, dengan menggunakan Mecha sebagai perlindungan diri, jika suatu saat Alien menyerang.
Namun, seharusnya mereka semua tahu, jika saluran air tidak dapat dimasuki oleh Mecha yang berukuran puluhan meter seperti itu? Jadi akan kah ada bahaya yang mengintai mereka? Jawabanya masih belum diketahui?
Hakuin berlatih sendirian dari tadi, dan tidak mengerti jika bahaya akan mulai terjadi, dengan bantuan Leona, Hakuin akan dapat dengan cepat menguasai Mecha untuk menjadi Pilot.
Tapi akankah ada bahaya yang menyerang para Pahlawan terpilih?
Bersambung di cerita berikutnya...
Pengusir Alien: Menyusul tanpa disuruh
__ADS_1