Almahira Aku PadaMu

Almahira Aku PadaMu
Episode 2


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, sejak kejadian naas itu, aku masih belum bisa melupakan nya, memang ibu dari anak itu tidak begitu memaksaku untuk menganti kucing nya yang tertabrak oleh motor ku, tapi sepertinya bibi dari gadis kecil itu sangat tidak menyukai ku.


Sore hari nya aku kembali melewati rumah anak itu, dan tanpa sengaja bertemu dengan bibi nya, dan bibi itu memanggil ku dengan sangat kencang.


"hei,,kamu yang menabrak kucing nya Hira!"


"sini kamu" teriak nya sambil melambaikan tangan nya."


Aku yang terkejut karena dipanggil, mendadak ku rem paksa motor ku, dan berbalik menghampiri bibi itu,


"kebetulan sekali kamu lewat, jadi tidak perlu repot-repot aku mencari mu" ketus nya.


"ada apa ya tante" tanya Bagas sopan.


"pakai tanya ada apa?"


"sini aku kasih lihat hasil dari perbuatan mu" berjalan cepat menuju halaman belakang.


Bagas mengikuti bibi itu dengan perasaan cemas dan takut.


"tu lihat,,kucing kesayangan Hira mati" tunjuk nya kepada Bagas dengan sorot mata tajam.


"kamu harus ganti kucing nya Hira" tegas nya.


"i,,iya nte, saya akan mengganti nya, tapi saya minta waktu ya nte, mohon Bagas.

__ADS_1


"kamu tidak sedang berkilah kan" selidik Riska.


"tidak nte, saya tidak sedang beralasan, saya pasti akan menggantinya, tapi tidak sekarang bi."


"saya masih sekolah nte, tunggu ayah saya gajian ya nte, saya akan datang membawa kucing untuk mengganti kucing yang mati ini" jelas Bagas.


"oke,, awas aja kalau sampai kamu bohong" ancam Riska


"ga nte,,saya tidak akan berbohong."


"saya percaya sama kamu, saya tunggu"


"iya nte, saya pergi dulu " pamit Bagas pada Riska dan meninggalkan rumah itu.


Tapi saat sampai di halaman depan, Bagas bertemu dengan Hira bersama ibu nya yang baru sampai di rumah nya.


Bagas kembali tersenyum saat berpapasan dengan ibu nya Hira, tante Melani, tampak Melani juga membalas senyum Bagas, sepertinya ibu nya Hira dengan Tante nya sangat jauh berbeda, Tante nya Hira terlihat galak dan jutek, tidak seperti ibu nya Hira, tante melani orang nya ramah dan baik hati.


Dalam perjalanan pulang, Bagas tak henti-hentinya tersenyum kala teringat dengan wajah Hira yang manis.


"hei,,ada apa dengan ku?"


" mengapa aku ke sem Sem dengan seorang anak kecil" Bagas berucap dalam hati, tidak habis pikir mengapa dia bisa terpesona oleh gadis kecil, yang usianya masih balita.


Sampai nya dirumah, Bagas segera memarkir kan motornya, dan berlari mencari ibu nya.

__ADS_1


"assalamualaikum,,bunda!!" teriak Bagas ketika masuk kedalam rumah.


"wa'alaikumussalam,,berisik kamu" jawab sewot mawar yang masih rebahan sambil menonton TV.


"bunda mana kak?"


" bunda lagi keluar, kenapa?"


"ga ada, Bagas ada perlu sama bunda".


"perlu apa?"


"yeee,,kepo,,rahasia dong,,mau tau aja!".


"issh,,ni bocah, malah nyebelin" melempar bantal sofa kearah Bagas.


"ga kena week,," menangkap bantal dan balas melempar mawar.


"Bagas,!!! awas kamu ya!" kesal mawar karena bantal tepat mendarat diwajahnya, sehingga menyebabkan makanan yang mawar pegang berantakan jatuh dilantai.


"makannya jadi orang jangan kepo" teriak Bagas berlari menuju kamar dan menguncinya.


Karena hari sudah sore, Bagas memutuskan untuk segera membersihkan diri sambil menunggu bunda pulang,


Rasanya ia sudah tak sabar memberi tahu kepada bunda nya, atas masalah yang tengah menimpanya.

__ADS_1


Berharap ayah atau pun bunda mempunyai uang agar bisa segera mengganti kucing yang sudah ia tabrak waktu itu.


__ADS_2