Almahira Aku PadaMu

Almahira Aku PadaMu
Episode 7


__ADS_3

Bagas sampai dirumah saat adzan selesai di kumandangkan, sesampai nya dirumah, Bagas segera memasukkan motor nya kedalam rumah, suasana di rumah terlihat sepi, ga biasanya, mungkin ayah ataupun bunda sedang berada diluar, lalu Kemana kakaknya mawar yang super duper bawel,


"Assalamualaikum,," Bagas mengucapkan salam beberapa kali, namun tidak ada jawaban, Bagas merasa aneh,


setelah memastikan pintu terkunci, Bagas mencari kedua orang tuanya dan juga kakak nya,


"sepi sekali ini rumah" pikir Bagas yang tak juga menemukan semua orang yang di rumah,


"kemana ayah dan bunda? kak mawar juga ga kelihatan" Bagas semakin bingung.


Bagas memutuskan untuk membersihkan diri dulu, setelah itu melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Muslim, baru kembali mencari keluarga nya yang tidak tau entah kemana.


Saat Bagas selesai sholat, terdengar suara orang berbicara diruang keluarga, bergegas Bagas keluar kamar dan menuju sumber suara, dan benar saja ayah , bunda dan mawar sudah berada di rumah.


"dek, sudah pulang?" tanya bunda saat melihat putranya mendekat.


"bunda dari mana? tadi adek sampai dirumah ga ada orang, beruntung adek bawa kunci rumah jadi adek ga terkurung di luar" angguk nya sambil menjawab pertanyaan bunda.


"baru denger orang terkurung diluar, dimana-mana terkurung itu di dalam dek" kekeh mawar yang mendengar penuturan adik nya.


"iya lah terkurung di luar, karena ga bisa masuk" kesal Bagas.


"yeee,,sewot",


"ada kodok main yeye,, eh si Bagas gondok angek yeee!" mawar semakin meledek adiknya.

__ADS_1


"apa an sih kak, ga nyambung" kesal Bagas,


"sudah-sudah,, kenapa malah bertengkar," bunda melerai kedua anaknya,


"adek sudah makan?" tanya bunda pada Bagas.


"belum nda,"


"ya sudah, ayo makan, bunda bawain makanan kesukaan adek, tauco udang",


"mau bunda" jawab Bagas sumringah.


Bagas langsung menuju meja makan, dan segera membuka bungkusan yang berisikan tauco udang yang menjadi makanan favoritnya.


"pelan-pelan dek, ga ada yang minta",


"siapa juga yang mau minta, sudah kenyang kale gas,,kamu nya aja ga tau,"


"kan ga diajakin sama bunda,,KASIHANNNN,, " sengaja menekan kan kata kasihan nya. sambil terus meledek Bagas.


Bagas memutar bola mata nya jengah, jika terus di tanggapi maka kakak nya akan semakin meledek nya,


Menyebalkan sekali bukan, mempunyai kakak yang ga ada baik-baik nya,


Melihat Bagas yang tidak menanggapi ledek kan nya, mawar lalu bergegas pergi meninggalkan Bagas yang masih menikmati makanan, menuju kamarnya.

__ADS_1


Bagas menyunggingkan senyumnya, merasa menang, karena kakaknya lebih memilih pergi, dari pada harus terus meledeknya.


Setelah selesai makan, Bagas membawa piring kotornya, dan mencucinya hingga bersih, meletakkan kembali ke rak piring.


"sudah selesai makannya dek" tanya Bunda saat melihat Bagas menghampiri nya di ruang televisi.


"sudah bunda" langsung duduk disebelah bunda di karpet yang di gelar dilantai.


"bunda mau tanya, boleh?"


"tanya apa bunda" sambil tangannya memijat pelan kaki bunda yang berselonjor di karpet.


"adek mulai kerja ya?" tanya bunda hati-hati,


"iya nda" jawab jujur Bagas.


"anak bunda sudah dewasa sekarang," pujinya pada putra bungsu nya,


"bunda ga melarang adek bekerja, asal adek adil membagi waktu antara belajar dan bekerja", jelasnya bijaksana.


"iya nda, terimakasih,," memeluk bunda dengan sayang,,


"adek!!!,, tegur ayah yang mulai posesif.


"apaan sih ayah, ini bunda adek ya,,ga akan merubah itu,,titik," tegas Bagas yang tak terima dengan sikap posesif ayahnya.

__ADS_1


Slamet memutar bola matanya malas, akan sangat sulit berdebat dengan putra bungsunya, karena tak akan pernah bisa, boro-boro untuk menang, seri nya aja susah,


__ADS_2