
LIMA BELAS TAHUN KEMUDIAN
"pak ini diletakkan dimana ya?" tanya seorang laki-laki kepada pemilik perkebunan kelapa sawit yang sedang sibuk memeriksa laporan dari beberapa karyawan yang lain,
"ya letakkan saja di situ" menoleh sebentar dan kembali fokus pada kertas yang di pegang nya.
"om,,om Bagas,,ayo dong kita main, om kan Uda janji sama Yola, kalau hari ini kita jalan-jalan ke kota" rengek Sorang gadis kecil kepada pamannya,
"Yola,,Yolanda,,jangan ganggu om Bagas sayang, om Bagas masih sangat sibuk walau sudah punya banyak karyawan" sindirnya pada sang adik yang selalu menyibukkan dirinya.
"iya sayang, bentar ya,,dikit lagi kok om selesai kerjaannya" jawabnya lembut dan tak menghiraukan ocehan kakaknya.
"ck,,dibilangin ngeyel, sampai kapan coba kamu nungguin yang ga pasti"kesal mawar kakak Bagas,
"sampai dia datang dengan usia yang matang, dan siap menikah dengan ku" ceplosnya asal sambil tertawa-tawa dan menggandeng tangan Yola keponakannya berjalan meninggalkan mawar yang semakin kesal,
Mawar menghentak- hentakan kaki nya menahan kesal, pasal nya banyak para gadis yang terus-terusan memintanya untuk mendekatkan mereka dengan Bagas adik nya yang rela menjomblo menunggu yang tidak pasti.
"jadi bujang lapuk baru tau rasa kamu" umpatnya kesal melihat Bagas yang semakin jauh,
Tin,,tin,,
bunyi klakson mobil menghentikan umpatnya, saat Bagas menurunkan kaca jendela mobil, Yola melambaikan tangannya ke arah mawar dan tertawa riang,
Setelah itu, mobil yang dikemudikan Bagas melaju meninggalkan mawar yang masih berdiri mematung,
__ADS_1
"sayang, mau kemana kita sekarang?" tanya Bagas sambil mengelus rambut keponakannya yang baru berusia 5th.
"Yola mau pergi kerumah besar yang ada mainannya yang banyak" jawabnya antusias,
Bagas berfikir sejenak tempat apa yang dimaksud oleh Yolanda, sebelum menjawab oke,
"oke, kita meluncur kesana sekarang," ucapnya penuh semangat menirukan suara Yolanda.
Bagas melajukan kendaraannya menerobos lalu lintas yang selalu ramai, tak berselang lama, mereka sampai di sebuah mall di kota, segera Bagas memarkirkan mobilnya, setelah mobil terparkir, Bagas turun dari mobil menggandeng tangan Yola erat,
Banyak mata memandang kearah Bagas, karena pesona Bagas yang tampan walaupun hanya berpakaian santai dan sederhana, tak mengurangi kadar ketampanannya.
mungkin banyak yang mengira, gadis kecil yang tengah di gandengannya adalah anak nya, nyata nya adalah keponakan nya,
Bagas tidak perduli itu, bagaimana tanggapan orang tentangnya, yang penting dia tidak menyusahkan orang lain,
"om,,Yola boleh naik itu?" tunjuknya pada sebuah permainan kuda-kudaan yang bergerak berputar-putar,
"boleh" angguknya membaya Yola kepada petugas tempat penukaran koin, dan juga kartu dan mengisinya, agar Yola puas bermain,
Sedang asik mengambil gambar dan Vidio Yola, tanpa sengaja kamera nya menangkap sesosok gadis yang tidak asing lagi baginya, ya gadis itu adalah Hira, mendadak jantungnya berdegup kencang, hingga membuatnya merasakan benih cinta kembali lagi di hatinya,
Konsentrasi nya mendadak hilang saat mengambil video Yola, Hinga kamera nya beralihlah kepada sosok gadis yang begitu ia rindukan bertahun-tahun lamanya,
Kabar terakhir yang dia dengar, Hira melanjutkan pendidikan SMP nya di luar kota, karena ayahnya di pindah tugaskan oleh perusahaan tempat ayahnya bekerja,
__ADS_1
Wajah Hira tidak begitu jauh berbeda saat masih SD dahulu, masih terlihat manis dan cantik, apalagi Bagas melihat Hira sekarang memakai jilbab, sungguh semakin terlihat lebih cantik dan manis,
"ahhh,, jantung ini, kenapa?" ucapnya sendiri sambil memegang dadanya yang berdebar-debar,
"om,,om,,teriak Yola yang terus-menerus, sehingga mengembalikan kesadaran nya,
"iya sayang?"
"Yola Uda naik nya om, Yola mau naik yang itu, tunjuknya pada sebuah permainan mobil-mobilan yang bisa di naiki oleh dua orang,
Karena tidak ingin membuat Yola kecewa, Bagas mengangguk kan kepala nya, dan menggenggam erat tangan Yola sebelum nya Bagas mengantongi kembali handphone nya, dan membawa Yola ketempat permainan mobil-mobilan.
Kembali Bagas dipertemukan dengan Hira yang juga berada di tempat yang sama, tapi ada yang menggelitik pikiran nya, melihat Hira tidak senang sendirian, melainkan bersama seorang pria dan juga anak kecil yang berada di pangkuannya, sedang tertawa senang saat mobil-mobilan yang di tumpangi nya bertabrakan dengan mobil yang lain,
aneh, Bagas merasakan nyeri di hatinya, ada rasa sedih dan kecewa juga cemburu berbaur menjadi satu,
"siapa pria itu?"
" apa Hira sudah menikah?"
"apakah itu anaknya?" berbagai pertanyaan terlintas dikepala nya, yang membuatnya merasa pusing,
Entahlah, sepertinya Bagas sedang merasa cemburu, melihat kebersamaan Hira dengan laki-lak laini, sungguh seperti keluarga yang utuh dan bahagia,
"hufhhh,,," Bagas menghela nafasnya berat, sepertinya dia sudah akan menyerah, kemudian terlontar rasa ingin tahunya dan juga penasaran mencari tahu ada hubungan apa antara Hira dengan laki-laki itu,
__ADS_1
Dan berharap Hira masih berstatus gadis, belum mempunyai pacar ataupun suami.