
Setelah pulang sekolah, Bagas tidak langsung pulang kerumahnya, melainkan ikut Kelvin pulang, karena Bagas mulai bekerja hari ini,
Bagas mengganti pakaian nya dirumah Kelvin, tidak ada rasa canggung ataupun segan, sebab sudah menjadi hal biasa bagi Bagas ataupun Kelvin ketika berkunjung ke rumah masing-masing. mereka bebas keluar masuk, dan sudah dianggap rumah sendiri.
"gas, kamu mau langsung ke bengkel? ga makan dulu?"
"kayaknya ga deh, entar aja, soalnya masih kenyang"
"bekal yang di bawain bunda tadi pagi ternyata banyak, jadi aku masih kenyang" jelas Bagas,
"oke deh, aku makan dulu ya, kamu kalau mau langsung ke bengkel, ya Uda pergi aja duluan, entar aku nyusul"
Bagas hanya mengangguk kan kepala nya, dan berjalan meninggalkan Kelvin yang masih makan, dengan jarak yang tidak begitu jauh, Bagas berjalan kaki menuju bengkel om Dino, paman Kelvin adik dari ibu nya Kelvin,
"assalamualaikum om Dino" sapa Bagas saat sudah sampai di bengkel.
"wa'alaikumussalam,,sini gas, kamu sudah pulang sekolah?" menyambut Bagas dan membawanya ke ruangannya.
__ADS_1
"sudah om" jawab Bagas sopan.
"kamu sudah makan gas?" tanya nya lagi
" sudah juga om", jawabnya cepat.
"kamu bisa komputer ga gas?" tanya om Dino lagi
"bisa om, sedikit,," jujur Bagas,
"ga apa apa, yang penting mau belajar, entar juga bisa sendiri", memberikan semangat
"karena kamu masih sekolah, kamu hanya perlu membantu om memeriksa masuk dan keluar barang," jelasnya pada Bagas, karena melihat kebingungan di wajah Bagas.
Bengkel om Dino memang tidak terlalu besar, tapi sangat ramai pengunjung, dikarenakan pekerjaan nya yang rapi dan memuaskan pelanggan yang datang memperbaiki kendaraan mereka.
Walaupun begitu, tetap ada yang harus di input setiap kali ada barang masuk dan keluar, kebetulan sekali, karyawan yang bertugas sedang cuti, karena istrinya akan melahirkan secara normal,
__ADS_1
Om Dino memberikan cuti panjang untuk karyawan yang sudah menikah, terutama para suami yang istrinya melahirkan, agar bisa menemani istrinya selama persalinan dan pasca setelah melahirkan selama 1bulan penuh,
Bagas yang baru pertama kali bekerja, awalnya sedikit bingung dengan pekerjaan barunya, tapi om Dino mengajari nya dengan sabar, hingga Bagas paham bagaimana cara kerja nya.
Tak berselang lama, Kelvin juga sudah sampai di bengkel om Dino, dan mencari keberadaan sahabat nya Bagas.
"gimana gas,,bisa?" Kelvin menepuk pelan bahu Bagas,
"lumayan sih, ga terlalu sulit juga, entar kamu bantuin aku ya kalau ada yang salah" jawab Bagas.
"oke,,, aku kedepan dulu ya, siapa tau ada yang butuh bantuan ku? " pamit Kelvin menuju ruang bengkel dimana banyak mobil dan motor berjejer rapi menunggu perbaikan.
Bagas hanya mengangguk kan kepala nya, tanpa melihat kearah Kelvin, karena Bagas masih fokus pada layar monitor di depan nya.
Kelvin yang mang sudah akrab kepada semua karyawan om nya, tidak ada lagi rasa sungkan, begitu juga karyawan om Dino, sudah menganggap Kelvin temannya. walaupun Kelvin adalah keponakan dari pemilik bengkel.
Tak terasa sudah menjelang Maghrib, Bagas bekerja, hingga suara adzan berkumandang, menghentikan aktivitasnya,
__ADS_1
"sudah adzan ternyata, ya Uda aku beresin dulu lah pekerjaan ku, setelah itu aku akan pamit pulang pada om Doni." ucapnya pada diri sendiri.