
Waktu menunjukkan pukul delapan malam, keluarga Wiguna makan malam bersama, setelah selesai makan, Bagas mengikuti bunda nya menuju dapur.
"bunda,,ada yang mau adek bilang deh" Bagas memulai percakapan.
"ada apa dek?" tanya Yanti heran melihat putra nya tidak biasanya menggunakan bahasa yang normal saat berbicara dengan nya.
"Bun,,adek ada buat salah nih, adek habis nabrak kucing orang" jujur Bagas sambil menundukkan kepalanya.
"kapan dek" Yanti menghentikan sejenak pekerjaan nya, menunggu kelanjutan cerita Bagas.
"seminggu yang lalu nda, dan kucingnya tadi siang mati nya" jelas Bagas.
"astaghfirullah,,dek,,kalau bawa motor hati hati ya,"
"tapi adek ga apa-apa kan," tanya nya khawatir.
"adek ga apa-apa nda, tapi kucing nya yang mati"
"terus yang punya kucing gimana?"
"sebenarnya yang punya kucing ga masalah nda, tapi Tante nya yang punya kucing ga terima, minta ganti rugi".
"Hufht,,Yanti menghela nafasnya pelan.
"ya Uda, adek ganti lah kucing nya"
"iya nda, tapi bunda bantuin adek ya buat ganti kucing nya itu",
__ADS_1
"kok bunda, kan adek yang nabrak".
"tapi kan adek ga punya duit nda,,adek belum kerja".
"gampang kok,,kan adek punya uang saku,,tinggal disisihkan aja duit jajanya, gitu aja kok repot." tegas Yanti sengaja membuat putranya lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan.
"yah bunda,,kalau duit jajan adek di kurangi, terus adek jajannya gimana?"
"dikurangi dek, bukan diambil semua duit nya".
"bunda aja kasih duit jajan 15rb, uang minyak 10rb, mana cukup bunda?" rengek Bagas.
"ya Uda mulai besok duit jajan adek 10rb, duit minyak ga bunda kurangi, cocok kan?"
"yah bunda, adek pulang sekolah sampai sore loh nda, banyak ekskul di sekolah nda, bunda ga kasihan kalau adek kelaparan di sekolah" rayu Bagas kepada bunda nya.
"emang ga ada cara lain gitu nda, yang ga ngurangi jatah sekolah adek?"
"adek kan tau, ayah hanya pekerja biasa, gaji nya cukup buat biaya sekolah sama makan kita yang pas-pasan, sementara keuntungan dari kedai bunda buat tambahan kebutuhan sehari-hari."
"ya Uda deh nda, di potong aja ga apa-apa,"
"adek nanti bawa bekal sama minum aja dari rumah buat menghemat pengeluaran."jawab Bagas pasrah.
"nah ini baru jagoan bunda, bunda bangga sama adek" memeluk dan mencium Bagas sayang.
"Uda malam, sana tidur, tugas sekolah Uda dikerjakan kan?, jangan lupa wudhu dulu sebelum tidur".
__ADS_1
"iya nda, adek tidur dulu" pamit nya pada bunda dan mendapat kecupan sayang di kening, dan berjalan menuju kamar nya.
Sampai diruang TV, mawar memperhatikan adik nya yang terlihat lesu berjalan menuju kamar nya,
"lah,,Napa tu bocah, tumben lemes gitu" ucapnya sendiri.
tak lama, bunda juga baru datang dan bergabung menonton TV bersama mawar dan ayah.
"nda,,Bagas kenapa? tadi lewat lesu gitu muka nya?"
"oo itu,,duit jajanya bunda kurangi".
"loh kenapa nda?"
"Bagas habis nabrak kucing orang, dan kucing nya mati, terus yang punya minta ganti kucing nya".
"Bagas minta bunda buat bantuin dia ganti tu kucing, tapi bunda bilang kan Bagas yang nabrak dan Bagas lah yang harus ganti".
"dan mulai besok duit jajan, bunda kurangi buat ganti kucing yang mati."
"kasian dong nda Bagas nya, ekskul nya padat loh nda,"
"iya bunda tau, tapi itu bunda lakukan juga untuk kebaikan dia kedepannya".
"ya Uda, kamu juga tidur, besok kerja kan?"
"iya nda,,kakak tidur dulu ya" pamitnya pada bunda tak lupa kecupan sayang dari bunda untuk putrinya.
__ADS_1