Almahira Aku PadaMu

Almahira Aku PadaMu
Episode 5


__ADS_3

sampai nya di kelas, Kelvin langsung menghampiri Bagas yang sedang duduk dan meletakkan bekal dan juga minumnya di atas meja.


"apaan tu gas?" tanya Kelvin penasaran.


"bekal makan siang dari bunda, kenapa? ketus Bagas.


"santai bro,,jangan ngegas juga kale, aku kan cuma tanya itu apaan?" sambil menunjuk kearah bekal diatas meja.


"kan aku da bilang, bekal makan dari bunda" jawabnya kesal.


"kamu kenapa sih gas,,kesambet?" tanya nya sambil menempelkan punggung tangan nya ke kening Bagas, dan kembali menempelkan punggung tangan nya di bokongnya sendiri.


"sialan kamu" mendorong Kelvin sekuat nya hingga membuat Kelvin terjungkal ke belakang.


"aduhhh,,sakit gas" ketusnya tak terima.


"bodoh amat, siapa suruh kamu bandingin kening aku sama bokong kamu",


"dasar sahabat tak berakhlak," kesal Bagas.


"hahaha,,iya, aku salah,,maaf" ucapnya tulus.


"ngomong-ngomong lagi ada acara apaan, kok kamu tumben bawa bekal?" tanya Kelvin penasaran.


"perjuangan cinta telah dimulai," ceplos Bagas tersenyum manis terukir di wajah tampan nya.


"hhhh,, gimana-gimana,," seru Kelvin semakin penasaran saat melihat Bagas tersenyum manis, sungguh keajaiban melihat Bagas bisa tersenyum lebar penuh dengan pancaran kebahagiaan.

__ADS_1


"apaan sih," ketus Bagas, kembali ke mode dingin,


"Yach,,,baru juga lihat keajaiban dunia seorang Bagas, da balik lagi mode songong nya" kecewa Kelvin.


"apaan sih kamu Vin, lebay banget," ketus Bagas mendorong bahu Kelvin pelan.


"gas, serius dong, kamu kenapa sih?" penasaran mode akut.


"ga ada apa-apa , cuma mulai berhemat untuk bisa bertanggung jawab aja".


"tanggung jawab" beo Kelvin.


"iya, kamu masih ingatkan kejadian waktu itu, yang aku nabrak kucing"


"iya, terus apa hubungannya?"


"ya adalah hubungan nya, kucingnya sudah koit,, dan aku harus ganti kucing nya,"


"belum lah, maka itu aku harus berhemat uang jajan, untuk bisa segera mengganti kucing nya,"


"kamu mau bantuin aku ga?"


"bantu apaan?"


" kira-kira di bengkel om mu ada lowongan kerja ga, yang nerima kerja paruh waktu?"


"tunggu dulu, jangan bilang kamu mau kerja sampingan sehabis pulang sekolah,"

__ADS_1


"iya, kenapa?"


"ada ga lowongan buat aku, bantuin aku ya",


"entar deh aku tanya om ku dulu"


" oke deh,,makasih ya Vin", refleks merangkul Kelvin,


"woi,,woi,,aku masih normal kale gas",


"sialan kamu,,aku juga normal kale,," ketus Bagas tak terima.


"hahaha,,"


"eh,,gas,,ak,,,,


Tet,,tet,,tet,, bel sekolah berbunyi tanda masuk sekolah dan pelajaran akan segera dimulai,


"da sana masuk kelas mu, Uda bel tu" usir Bagas kepada Kelvin menyorong badan Kelvin agar segera keluar kelasnya.


"iya bawel,,aku belum selesai ya",


"oke, entar kita bahas lagi di tempat biasa setelah istirahat,"


Kelvin berjalan meninggalkan kelas bagas dan menuju ke kelasnya sendiri.


Kelvin dan Bagas memang berbeda ruangan, dimana Bagas di kelas 11B, dan Kelvin di kelas 11C.

__ADS_1


Walaupun mereka berbeda kelas, tapi tak membuat mereka bermusuhan,terlebih lagi kalau ada pertandingan antar kelas, sudah di pastikan Bagas ataupun Kelvin tidak akan di ikut sertakan lomba jika giliran kelas 11B dan 11C yang bertanding, karena percuma buang-buang waktu dan tenaga saja, mereka tidak akan serius menjalankan pertandingan, yang ada malah ngelawak,


Sungguh menjengkelkan bukan, karena mereka tidak akan mau untuk saling mengungguli satu sama lain, berbeda jika bertanding dengan kelas yang lain, maka mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kemenangan atas kelas nya.


__ADS_2