Always Love You

Always Love You
Aku Sudah Mulai Tenang~


__ADS_3

Hari Minggu~


Aom sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV karena ini hari libur jadi ia punya waktu yang cukup banyak untuk ia habiskan di rumah... Bina dan Tj ikut kesana dan duduk di samping Aom, Aom tersenyum melihat mereka berdua...


"Yah Bina duduk disitu aja ya yah... Disini susah menggambarkannya..." Ujar Bina penuh semangat untuk menggambar karena itu adalah hobbynya


"Yasudah sana gambar disana sayang..." Ujar Tj dan Aom berbarengan lalu mereka saling tatap dan tersenyum


"Sudah lama sekali kamu tidak menghabiskan waktu di rumah sayang..." Ujar Tj lembut lalu tidur diatas paha Aom


"Izinkan aku menikmati satu hari ini saja bersamamu... Melihatmu dan anak kita bahagia bersama-sama... Itu sudah cukup" ujar Tj lembut


"Baiklah... Aku tidak keberatan..." Sahut Aom lalu ia terus mengganti cenel tv karena merasa detak jantungnya berdegup lebih kencang melihat wajah Tj yang begitu tenang di pangkuannya itu.... Ia tetap tampan walaupun setelah sekian lama dilupakan oleh Aom, setiap hari saat melihatnya Aom hanya akan selalu kesal walaupun dengan alasan yang tidak jelas...


"Tidak terasa 2 hari lagi kamu akan mengajukan perceraian itu ya..." Ujar Tj pelan dan terdengar lirih secara tiba-tiba bersamaan saat ia membuka matanya lagi menatap Aom di hadapannya


"Iy..iya.." sahut Aom sedikit gugup


"Ah maaf... Aku tidak sedikitpun berusaha merayumu untuk merubah keputusanmu itu sayang..." Ujar Tj karena biasanya Aom akan selalu sinis kepadanya pada situasi seperti ini,..


"Aku kan sudah bilang tidak apa Tj..." Sahut Aom lembut lalu mengusap lembut rambut Tj


"Perasaanku saja atau rambut Tj memang semakin tipis?" Batin Aom


***

__ADS_1


Tj terlelap dalam tidurnya menikmati kenyamanan dari setiap belaian lembut Aom di kepalanya itu...


"Apa aku salah? Sepertinya akulah yang terlalu egois disini... Aku melupakan mereka berdua hanya untuk obsesiku... Aku merasa menjadi orang yang paling memikul beban berat karena Tj tidak bisa membantu menyelesaikan masalah perusahaan... Lalu Peter yang selalu ada untukku... Ini salah... Tj sangat mencintaiku tapi aku apa? Aku bertindak seolah-olah ia tak pernah ada di hatiku... Seolah-olah perjuangan Tj untuk bisa mendapatkan restu orang tuaku dengan mati-matian tidak pernah ada... Aku bodoh... Aku menghianatinya..." Batin Aom air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya, lalu Aom mencium kening Tj lembut


"Bu... Ayah tidur ya?" Tanya Bina setelah selesai menggambar


"Iya sayang... Ayah sepertinya kelelahan..." Sahut Aom sambil menciumi pipi putrinya yang duduk di sampingnya itu ..


"Tapi kenapa hidung ayah mengeluarkan darah Bu?" Tanya Bina sedikit takut melihat darah yang keluar dari hidung Tj


"Apa?!" Aom terkejut mendengar perkataan putrinya dan menoleh kearah Tj yang tenang tidur di pangkuannya itu... Aom membelakkan matanya melihat darah yang mengalir sangat banyak dari hidung Tj itu...


"Sayang tolong ambil hp ibu itu" pinta Aom kepada Bina sambil menunjuk hpnya yang ada di meja tempat Bina menggambar tadi... Dengan cepat putrinya memberikan hp itu, lalu Aom segera menelepon Jeab setelah Aom terus mencoba membangun Tj namun tak ada respon sedikitpun dari Tj...


"Jeab... Tolong... Tj Jeab... Tj tak sadarkan diri... Tolong kirimkan ambulans ke rumah... Aku mohon Jeab" pinta Aom sambil menangis saat telponnya tersambung dengan Jeab


"Hey perawat cepat siapkan ambulans ikuti arahan saya secepatnya!" Seru Jeab sedikit mengontrol pikirannya agar tidak panik


.


.


Akhirnya ambulans itu sampai di rumah Tj dan Aom, Aom terus menangis bersama Bina melihat Tj yang tak sadarkan diri dan terus mengeluarkan darah dari hidungnya...


"Astaga Tj!" Pekik Jeab langsung membawa Tj ke tandu dan para perawat membawanya masuk ke dalam ambulans diikuti oleh Aom sambil menggandeng tangan Bina

__ADS_1


***


Saat tiba di rumah sakit Tj langsung dibawa masuk ke dalam ruang UGD agar segera mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.... Jeab sangat panik melihat sahabatnya dalam kondisi kritis... Ia mengabaikan pesan masuk dari Nan yang baru kembali dari honeymoonnya bersama dengan Hongyok... Kaki Jeab melemas dan terduduk di lantai...


"Dokter Jeab... Saya tau bagaimana perasaan anda sekarang... Lebih baik anda duduk dulu tenangkan pikiran anda sekarang..." Ujar rekan dokternya yang selama ini juga ikut menangani penyakit Tj


Sementara itu Aom hanya bisa menunggu di kursi tunggu dekat UGD itu sambil berdoa untuk suaminya itu... Ia juga berusaha menenangkan dirinya dan putrinya yang terus menangis menatap ruangan yang memisahkan dirinya dengan ayah kesayangannya itu....


"Apa ayah sakit Bu? Bagaimana bisa ayahku sakit... Dia selalu kuat dan selalu ada untukku Bu...." Ujar Bina lirih yang terdengar begitu memilukan untuk Aom


"Tidak sayang... Ayah baik-baik saja... Doakan saja ayah segera sembuh ya... Kita harus selalu berdoa..." Sahut Aom


Lalu tak berselang lama lampu Ruang UGD padam, Jeab keluar dari ruangan itu dan langsung menuju ruangannya tanpa menghiraukan ucapan Aom yang terus menanyakan keadaan Tj padanya....


"Jeab!!! Kenapa kau tidak menjawabku?!" Bentak Aom sambil menangis karena pikirannya kalut


"Aku harus mengambil sesuatu dulu... Tunggu sebentar.." sahut Jeab lalu masuk ke ruangannya.


Aom memeluk putrinya dengan erat, begitu pula dengan putrinya... Kemudian Jeab datang sambil menelepon seseorang "sudahlah Nan, jangan banyak bicara... Datanglah ke rumah Tj sesegera mungkin... Aku menunggumu..." Ujar Jeab yang ternyata sedang menerima telepon dari Nan


"Ini ada surat untukmu dari Tj Aom...." Ujar Jeab sambil menyerahkan surat itu


"Bagaimana keadaan Tj Jeab? Kenapa kamu malah memberikan surat kepadaku? Apa ini surat pengambilan keputusan? Jika iya aku akan setuju dengan tindakan apapun yang bisa berdampak baik pada kesehatan Tj!" Sahutnya dengan terburu-buru


"Aom.... Baca dulu..." Sahut Jeab sambil memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya panjang

__ADS_1


Aom pun membuka amplop itu dengan cepat dan membaca isinya... Surat itu berhiaskan tulisan tangan Tj yang sangat indah...


__ADS_2