
***
Malam harinya bina sudah tidur di kamarnya dengan nyenyak... Sementara Tj seperti biasanya selalu menunggu Aom di balkon rumahnya.... Mobil Peter terlihat memasuki halaman rumahnya dan tak berselang lama Aom turun bersama dengan Peter... Tj memperhatikan mereka dari atas, dan tanpa sengaja Tj melihat Aom dicium oleh Peter.... Tangan Tj mengepal kuat... Ia tak bisa terima istrinya dicium oleh pria lain dia benar-benar tidak bisa menahan emosinya kali ini... Ini sudah kelewat batas wajar.... Tj langsung berlari turun dan saat ia sampai di bawah Aom sudah membuka pintunya dan Peter sudah pergi, Tj menatap tajam Aom yang masuk kedalam rumah...
"Kenapa melihatku begitu?" Tanya Aom sinis
"Kenapa pria itu berani-beraninya menciummu huh?" Tanya Tj geram
"Dia mencintaiku" ujar Aom enteng tanpa rasa bersalah sedikitpun kepada suaminya Tj
*Apa?! Apa maksudmu?!" Tanya Tj semakin emosi
"Dia mencintaiku... Dia selalu ada untuk membantuku saat aku kesusahan... Ya begitulah" uajr Aom sambil berjalan melewati Tj begitu saja, Tj menahan lengan Aom dan menariknya menghadap ke arah dirinya
"Apa kamu juga mencintai dia?" Tanya Tj dengan suara yang berat
"Iya aku juga menyukainya... Dia tampan dan baik..." Sahut Aom membalas tatapan tajam Tj
"Kenapa kamu seperti ini Aom? Kenapa kamu berubah?" Tanya Tj dengan suara beratnya
Mendengar adanya keributan malam-malam begini, bina ternyata telah bangun dari tidurnya dan melihat pertengkaran kedua orang tuanya dari depan kamarnya di lantai 2...
__ADS_1
"Aku ingin kita segera bercerai Tj" ucap Aom serius, Tj terpaku mendengar apa yang diucapkan oleh Aom.... Bercerai? Aom ingin bercerai dari dirinya? Tj menggenggam bahu Aom semakin erat
"Kenapa? Bagaimana dengan putri kita?" Tanya Tj berusaha tetap mengendalikan dirinya
"Aku akan mengambil alih hak asuh putriku" ujar Aom dan menghempaskan tangan Tj yang menggenggam kedua bahunya itu, ia pun langsung berjalan kembali menuju kamarnya... Tj terdiam sejenak, ia sangat patah hati mendengar perkataan Aom yang sangat dingin dan tak sedikitpun memikirkan perasaan dirinya....
Tj berjalan perlahan menuju kamar putrinya... Dilihatnya putrinya tidur diatas kasurnya meringkuk .. ia pikir putrinya kedinginan dan ia berjalan mendekatinya lalu menarik selimut untuk putri kesayangannya... Namun ia tersadar, putrinya tidak tidur tapi sedang menangis...
"Hey... Ada apa sayang? Kenapa kamu menangis malam-malam begini? Apa tadi kamu mimpi buruk sayang?" Tanya Tj perhatian sambil mengelus kepala putri kecilnya itu...
"Apa kalian akan benar-benar bercerai? Berpisah seperti yang terlihat di tv-tv itu ayah?" Tanya putrinya di sela-sela tangisnya...
Dada Tj kembali sesak... Ternyata putrinya mendengar pertengkaran mereka berdua di bawah tadi....
"Ayah tidur bersamaku sekarang ya yah.... Aku sedih, tidak mau tidur sendiri sekarang..." Pinta anaknya sambil terisak..
"Iya sayang... Ayah akan menemanimu... ayo tidur lagi sayang..." Sahut Tj lalu mencium kening putrinya dengan lembut dan tidur bersama putrinya itu...
***
__ADS_1
Pagi-pagi sekali Tj sudah masuk ke dalam kamarnya dan Aom, Aom terlihat sedang menata rambutnya di meja rias... Tj mendekatinya dan berkata
"Aom... Aku ingin berbicara padamu sebentar..." Ujarnya lembut
"Jika kamu ingin aku membatalkan rencana perceraian kita, maka tidak perlu kita bicarakan lagi... Keputusanku sudah bulat" ujarnya sambil mengoleskan lipstik di bibirnya yang indah itu...
"Tidak... Bukan begitu, aku menyetujuinya... Aku akan menerima perceraian ini... Tapi dengan 2 syarat" ujar Tj tegas
"Apa?" Tanya Aom menatap Tj serius
"Kamu bisa mengajukan perceraian kita seminggu setelah ini... Selama seminggu itu kamu harus bisa mengambil hati putri kita... Buat dia merasakan kasih sayang ibunya seutuhnya...." Ujar Tj menatap lekat mata istrinya ini...
"Tentu saja itu pasti aku lakukan.. Lalu yang kedua apa?" Tanya Aom sinis
"Aku mau kita tampak mesra di depan anak kita... Aku tidak mau dia punya pikiran buruk tentang ayah dan ibunya sampai kapanpun..." Ujar Tj lagi
"Apa katamu? Huh! Jangan pikir dengan cara ini kamu bisa merubah keputusanku..." Ujar Aom yang berpikir Tj ingin mengambil hatinya lagi dengan syarat terakhirnya itu
"Itu saja... Jika kamu setuju maka seminggu lagi kita akan bercerai dengan mudah..." Sahutnya serius
__ADS_1
"Baiklah... Aku setuju" sahut Aom malas setelah berpikir cukup lama
*Baiklah kalau begitu kita akan mulai besok pagi..." Ujar Tj lalu keluar dari kamarnya itu untuk mengantar bina ke taman kanak-kanak...